Dianggap Tak Aman, Izin Mall Alam Sutera Terancam Dicabut

Kompas.com - 28/10/2015, 19:21 WIB
Gegana bawa benda dari dalam kantin karyawan di Mal Alam Sutera, Rabu (28/10/2015)
KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTERAGegana bawa benda dari dalam kantin karyawan di Mal Alam Sutera, Rabu (28/10/2015)
|
EditorDesy Afrianti
TANGERANG, KOMPAS.com - Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menyebut Mall Alam Sutera sudah tidak aman. Hal itu dia ungkapkan saat memantau Mall Alam Sutera yang baru saja dibom di toilet kantin karyawan, Lower Ground (LG), Rabu (28/10/2015) siang.

"Mungkin bisa ditutup. Kalau tidak ditindaklanjuti peristiwa ini. Nanti Pemprov Banten bisa mencabut izin gangguan karena tidak memberikan kenyamanan kepada pengunjung," kata Arief di Mall Alam Sutera, Rabu sore. (Baca: Beberapa Kali Mall Alam Sutera Dibom, Ada Apa?)

Menurut Arief, dari beberapa kali kejadian di Mall Alam Sutera, Pemerintah Kota Tangerang akan mengevaluasi semua aspek keamanan, tidak hanya Mall Alam Sutera, tetapi semua mal yang ada di Kota Tangerang.

Arief juga menegaskan, jika manajemen membandel dan tidak mengikuti masukan dari polisi, maka akan semakin memperbesar kemungkinan izin operasi mal dicabut. (Baca: Pelaku Pengeboman Mall Alam Sutera Ditangkap)

"Kita akan audit bersama dengan pihak kepolisian. Mungkin nanti atas rekomendasi kepolisian kalau memang perlu dicabut ya kita cabut," tutur Arief.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Tangsel: Puskesmas Layani Vaksinasi Warga Usia 18 Tahun ke Atas Setelah 29 Juni

Dinkes Tangsel: Puskesmas Layani Vaksinasi Warga Usia 18 Tahun ke Atas Setelah 29 Juni

Megapolitan
Tes Swab Antigen di Stasiun, 24 Calon Penumpang KRL Reaktif Covid-19

Tes Swab Antigen di Stasiun, 24 Calon Penumpang KRL Reaktif Covid-19

Megapolitan
SD di Cempaka Putih dan Johar Baru Disulap Jadi Sentra Vaksinasi

SD di Cempaka Putih dan Johar Baru Disulap Jadi Sentra Vaksinasi

Megapolitan
Menantu Rizieq Shihab Divonis 1 Tahun Terkait Kasus Tes Usap RS Ummi

Menantu Rizieq Shihab Divonis 1 Tahun Terkait Kasus Tes Usap RS Ummi

Megapolitan
Bentrok dengan Simpatisan Rizieq, Polisi Sebut Kendaraannya Sempat Dimasukan ke Sungai

Bentrok dengan Simpatisan Rizieq, Polisi Sebut Kendaraannya Sempat Dimasukan ke Sungai

Megapolitan
Sempat Ricuh, Simpatisan Rizieq Shihab Mulai Tinggalkan Flyover Pondok Kopi

Sempat Ricuh, Simpatisan Rizieq Shihab Mulai Tinggalkan Flyover Pondok Kopi

Megapolitan
Divonis 4 Tahun Penjara, Rizieq Shihab: Lawan Terus!

Divonis 4 Tahun Penjara, Rizieq Shihab: Lawan Terus!

Megapolitan
Bentrok dengan Polisi, Simpatisan Rizieq Shihab Berlarian Hindari Semprotan Water Cannon

Bentrok dengan Polisi, Simpatisan Rizieq Shihab Berlarian Hindari Semprotan Water Cannon

Megapolitan
Rizieq Shihab Terbukti Sebar Berita Bohong, Hakim: Nyatakan Sehat meski Tahu Hasil Swab Antigen Reaktif

Rizieq Shihab Terbukti Sebar Berita Bohong, Hakim: Nyatakan Sehat meski Tahu Hasil Swab Antigen Reaktif

Megapolitan
Ini Hal yang Meringankan Vonis Rizieq Shihab dalam Kasus Tes Usap di RS Ummi Bogor

Ini Hal yang Meringankan Vonis Rizieq Shihab dalam Kasus Tes Usap di RS Ummi Bogor

Megapolitan
Ricuh, Massa Simpatisan Rizieq Shihab Lempar Batu, Polisi Tembak Gas Air Mata

Ricuh, Massa Simpatisan Rizieq Shihab Lempar Batu, Polisi Tembak Gas Air Mata

Megapolitan
Dinkes Bekasi Belum Dapat Pastikan Varian Baru Covid-19 Sudah Masuk Wilayahnya

Dinkes Bekasi Belum Dapat Pastikan Varian Baru Covid-19 Sudah Masuk Wilayahnya

Megapolitan
Rizieq Shihab Ajukan Banding atas Vonis 4 Tahun Penjara Terkait Kasus Tes Usap RS Ummi Bogor

Rizieq Shihab Ajukan Banding atas Vonis 4 Tahun Penjara Terkait Kasus Tes Usap RS Ummi Bogor

Megapolitan
Divonis 4 Tahun dalam Kasus Tes Usap RS Ummi, Rizieq Shihab Dianggap Meresahkan Masyarakat

Divonis 4 Tahun dalam Kasus Tes Usap RS Ummi, Rizieq Shihab Dianggap Meresahkan Masyarakat

Megapolitan
Divonis 4 Tahun Penjara, Rizieq Shihab Terbukti Sebar Berita Bohong dan Buat Onar

Divonis 4 Tahun Penjara, Rizieq Shihab Terbukti Sebar Berita Bohong dan Buat Onar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X