Kompas.com - 28/10/2015, 21:15 WIB
Ketua Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat DPP KNPI Muhammad Balyah saat melaporkan kejadian pengrusakan Kantor DPP KNPI ke Mapolda Metro Jaya, Rabu (28/10/2015) Kompas.com/Alsadad RudiKetua Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat DPP KNPI Muhammad Balyah saat melaporkan kejadian pengrusakan Kantor DPP KNPI ke Mapolda Metro Jaya, Rabu (28/10/2015)
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — Kantor DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang berlokasi di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, dirusak pada Rabu (28/10/2015). Peristiwa tersebut terjadi tepat pada hari peringatan Sumpah Pemuda.

"Kami sangat menyayangkan hari Sumpah Pemuda dinodai dan dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," kata Ketua Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat DPP KNPI Muhammad Balyah saat melaporkan kejadian tersebut ke Mapolda Metro Jaya, Rabu petang.

Balyah tak mengetahui pasti waktu kejadian. Sebab, dia dan rekan-rekan baru menyadarinya pada Rabu sore. Menurut dia, kantor sedang dalam kondisi kosong sejak Selasa kemarin karena sebagian besar pengurus sedang berada di Kepulauan Riau untuk mengikuti upacara puncak peringatan hari Sumpah Pemuda.

"Jadi mereka memanfaatkan kondisi kantor yang sedang kosong," ujar dia.

Balyah mengatakan, bagian kantor yang mengalami kerusakan berat terdapat di lantai dua, yakni ruang kerja ketua umum, sekretaris jenderal, bendahara umum, dan kesekretariatan.

"Semua pintu dibobol, kaca di pintu ruangan ketua umum dipecahin, dan semua berkas dihamburin," tuturnya.

Selain itu, Balyah menyebut ada dua unit komputer dan printer yang hilang. Atas dasar itu, Balyah menyatakan, pihaknya melaporkan peristiwa tersebut untuk kasus pencurian dengan pemberatan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Menarik Irene Sukandar: Ambisi Kalahkan Kakak, Keliling Pasar Latih Mental, dan Karier Cemerlang

Fakta Menarik Irene Sukandar: Ambisi Kalahkan Kakak, Keliling Pasar Latih Mental, dan Karier Cemerlang

Megapolitan
Polisi Tangkap Tersangka Pelaku Penusukan Pemuda di Kalideres

Polisi Tangkap Tersangka Pelaku Penusukan Pemuda di Kalideres

Megapolitan
Disdik DKI Klaim Uji Coba Sekolah Tatap Muka Berjalan Lancar

Disdik DKI Klaim Uji Coba Sekolah Tatap Muka Berjalan Lancar

Megapolitan
Masjid Agung Al Jihad di Ciputat Berawal dari Surau

Masjid Agung Al Jihad di Ciputat Berawal dari Surau

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Kasus KDRT Serpong, Istri Dipaksa Pompa ASI oleh Suami hingga Dianiaya

[POPULER JABODETABEK] Kasus KDRT Serpong, Istri Dipaksa Pompa ASI oleh Suami hingga Dianiaya

Megapolitan
Rantai Sepeda Motor Terkunci, Pemotor Tabrak Tiang Listrik di Cipete

Rantai Sepeda Motor Terkunci, Pemotor Tabrak Tiang Listrik di Cipete

Megapolitan
Sidang Kasus Rizieq Dilanjutkan Hari Ini, Jaksa Akan Hadirkan 5 Saksi

Sidang Kasus Rizieq Dilanjutkan Hari Ini, Jaksa Akan Hadirkan 5 Saksi

Megapolitan
Masih Ada 594 Kasus Aktif Covid-19 di Kabupaten Bekasi

Masih Ada 594 Kasus Aktif Covid-19 di Kabupaten Bekasi

Megapolitan
Trotoar Margonda Depok Akan Diperlebar, di Atasnya Ada Jalur Sepeda

Trotoar Margonda Depok Akan Diperlebar, di Atasnya Ada Jalur Sepeda

Megapolitan
[Update 21 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 21 Pasien

[Update 21 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 21 Pasien

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia di RS UI Kini Dibuka untuk Umum, Tak Hanya Warga Depok

Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia di RS UI Kini Dibuka untuk Umum, Tak Hanya Warga Depok

Megapolitan
Mudik Dilarang, Pemkot Bekasi Godok Ketentuan SIKM

Mudik Dilarang, Pemkot Bekasi Godok Ketentuan SIKM

Megapolitan
Relief dari Sultan Ageng Tirtayasa hingga Makam Sepupu Imam Masjidil Haram di Masjid Jami Kalipasir

Relief dari Sultan Ageng Tirtayasa hingga Makam Sepupu Imam Masjidil Haram di Masjid Jami Kalipasir

Megapolitan
Artis Rio Reifan 4 Kali Ditangkap karena Narkoba dan Belum Pernah Direhabilitasi

Artis Rio Reifan 4 Kali Ditangkap karena Narkoba dan Belum Pernah Direhabilitasi

Megapolitan
Depok Catat 155 Kasus Baru Covid-19, 2 Pasien Meninggal Dunia

Depok Catat 155 Kasus Baru Covid-19, 2 Pasien Meninggal Dunia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X