Pelaku Bom Mall Alam Sutera Kategori Teroris "Lone Wolf" - Kompas.com

Pelaku Bom Mall Alam Sutera Kategori Teroris "Lone Wolf"

Kompas.com - 29/10/2015, 15:13 WIB
KAHFI DIRGA CAHYA/KOMPAS.COM Leopard Wisnu Kumala (29), pelaku bom di Mal Alam Sutera.
JAKARTA, KOMPAS.com — Leopard Wisnu Kumala (29) dikategorikan sebagai lone wolf (serigala sendiri). Pelaku bom Mall Alam Sutera tersebut tak punya jaringan.

"Pelaku tidak terkait dengan jaringan teror yang telah dipetakan polisi. Pelaku adalah pelaku tunggal," kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian di Jakarta, Kamis (29/10/2015).

Dalam dunia anti-terorisme, terdapat dua kategori pelaku. Pertama, pelaku dengan jaringan teror. Kedua, bekerja sendiri. "Ada jaringan teror yang dikenal atas nama kelompok dan ada jihad tanpa pemimpin, yaitu orang yang melakukan perbuatan teror, inovasi sendiri, dan melakukan perbuatan sendiri. Itu disebut leaderless jihad atau lone wolf," kata Tito.

Di negara barat, teroris berciri lone wolf sulit untuk diungkap. Sebab, polisi tak memetakan pelaku sebelumnya. "Ini dilakukan sendiri, tetapi bukan dalam rangka ideologi, lebih banyak ekonomi. Namun, tata cara mirip fenomena lone wolf. Belajar dari internet dan melakukan sendiri juga," kata Tito.

Leopard ditangkap setelah menaruh bom yang kemudian meledak di toilet kantin Mall Alam Sutera, Rabu (28/10/2015). Tercatat, ia menaruh empat bom di Mall Alam Sutera sepanjang Juli-Oktober 2015 sebagai bentuk teror.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorHindra Liauw

Terkini Lainnya

5 BERITA POPULER NUSANTARA: Berlari Saat Hamil 8 Bulan hingga 'Baju Kerja' Kang Emil Laris Manis

5 BERITA POPULER NUSANTARA: Berlari Saat Hamil 8 Bulan hingga "Baju Kerja" Kang Emil Laris Manis

Regional
Berita Populer: Pewaris Takhta Spanyol hingga Zimbabwe Setelah Mugabe

Berita Populer: Pewaris Takhta Spanyol hingga Zimbabwe Setelah Mugabe

Internasional
Saat Istri Keluar Rumah, Kakek Ini Cabuli Bocah 13 Tahun Tetangganya

Saat Istri Keluar Rumah, Kakek Ini Cabuli Bocah 13 Tahun Tetangganya

Regional
Viral, Penumpang Wanita Kejar Pesawat hingga ke Landasan Pacu karena Ketinggalan

Viral, Penumpang Wanita Kejar Pesawat hingga ke Landasan Pacu karena Ketinggalan

Regional
Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

Nasional
Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

Nasional
Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

Regional
'Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia'

"Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia"

Nasional
Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

Nasional
Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Nasional
Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Internasional
Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Regional
KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

Nasional
Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Regional
Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Regional

Close Ads X