Tembakan Gas Air Mata Polisi Bubarkan Demo Buruh di Depan Istana

Kompas.com - 30/10/2015, 19:56 WIB
Tembakan meriam air yang diarahkan polisi ke massa buruh di depan Istana Merdeka, Jumat (30/10/2015) sekitar pukul 18.45 WIB. Tembakan meriam air dilakukan setelah massa buruh tak kunjung mau membubarkan diri hingga batas waktu yang diperbolehkan. Kompas.com/Alsadad RudiTembakan meriam air yang diarahkan polisi ke massa buruh di depan Istana Merdeka, Jumat (30/10/2015) sekitar pukul 18.45 WIB. Tembakan meriam air dilakukan setelah massa buruh tak kunjung mau membubarkan diri hingga batas waktu yang diperbolehkan.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi mulai bergerak maju ke arah massa buruh yang masih melakukan unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jumat (30/10/2015) sekitar pukul 19.30 WIB.

Menurut pantauan Kompas.com, ribuan polisi yang sebelumnya membentuk barikade di depan pagar Istana mulai bergerak maju secara bertahap ke arah massa buruh yang terpusat tak jauh dari gerbang sisi barat laut Monumen Nasional.

Pergerakan polisi dibarengi dengan tembakan meriam air dari dua mobil yang disiagakan. Meski mulai terdesak, massa buruh terpantau masih belum kunjung membubarkan diri.

Akhirnya, sekitar pukul 19.50, polisi mulai menembakkan gas air mata. Massa buruh yang sebelumnya berkerumun di depan Istana Merdeka pun lari kocar-kacir.

Sampai berita ini diturunkan, Jalan Medan Merdeka Barat masih tertutup dari arus lalu lintas. Polisi terlihat mencoba mendorong buruh agar membubarkan diri ke arah Jalan Medan Merdeka Barat.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanpa Keterampilan Khusus, Warga Diimbau Tak Sembarangan Tangkap Ular

Tanpa Keterampilan Khusus, Warga Diimbau Tak Sembarangan Tangkap Ular

Megapolitan
Kembali Buka Layanan AKAP, Terminal Jatijajar Depok Harus Himpun Manifes Penumpang

Kembali Buka Layanan AKAP, Terminal Jatijajar Depok Harus Himpun Manifes Penumpang

Megapolitan
Perempuan Lompat dari Lantai 13 Hotel di Tanah Abang, Polisi Periksa Rekaman CCTV

Perempuan Lompat dari Lantai 13 Hotel di Tanah Abang, Polisi Periksa Rekaman CCTV

Megapolitan
Puluhan Demonstran Penolak Reklamasi Geruduk Pintu Timur Ancol

Puluhan Demonstran Penolak Reklamasi Geruduk Pintu Timur Ancol

Megapolitan
Kisah Manik, Penerima Beasiswa yang Terjun sebagai Relawan ACT Covid-19 Bogor

Kisah Manik, Penerima Beasiswa yang Terjun sebagai Relawan ACT Covid-19 Bogor

Megapolitan
Percobaan Penculikan Anak Kembali Terjadi di Depok, Korban Dibekap Tisu Saat Bermain

Percobaan Penculikan Anak Kembali Terjadi di Depok, Korban Dibekap Tisu Saat Bermain

Megapolitan
IKAPPI: Pemprov DKI Jemput Paksa Pedagang Pasar untuk Swab Test, Ini Tidak Kami Harapkan

IKAPPI: Pemprov DKI Jemput Paksa Pedagang Pasar untuk Swab Test, Ini Tidak Kami Harapkan

Megapolitan
Pemkot Jaktim Tandai Hewan Kurban Tak Layak dengan Pylox Warna Merah

Pemkot Jaktim Tandai Hewan Kurban Tak Layak dengan Pylox Warna Merah

Megapolitan
Pemkot Larang Warga Jual dan Potong Hewan Kurban di Zona Merah Covid-19

Pemkot Larang Warga Jual dan Potong Hewan Kurban di Zona Merah Covid-19

Megapolitan
Jenazah Korban yang Melompat dari Hotel di Thamrin Sudah Dievakuasi

Jenazah Korban yang Melompat dari Hotel di Thamrin Sudah Dievakuasi

Megapolitan
Perempuan yang Tewas di Hotel Tanah Abang Diduga Lompat dari Lantai 13

Perempuan yang Tewas di Hotel Tanah Abang Diduga Lompat dari Lantai 13

Megapolitan
Perempuan Lompat dari Lantai 13 Hotel di Jakarta, Pedagang: Suaranya kayak Letusan Petasan

Perempuan Lompat dari Lantai 13 Hotel di Jakarta, Pedagang: Suaranya kayak Letusan Petasan

Megapolitan
Tips Cara Pilih Hewan Kurban

Tips Cara Pilih Hewan Kurban

Megapolitan
Dua Pedagang Kantin di Kantor Wali Kota Jakbar Positif Covid-19

Dua Pedagang Kantin di Kantor Wali Kota Jakbar Positif Covid-19

Megapolitan
Jauh dari Lebak, Mengapa Gempa Kemarin Terasa Kuat di Jakarta?

Jauh dari Lebak, Mengapa Gempa Kemarin Terasa Kuat di Jakarta?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X