Kadishub DKI: Kalau kayak Begini, Pengemudi Go-Jek Mengadu ke Mana? - Kompas.com

Kadishub DKI: Kalau kayak Begini, Pengemudi Go-Jek Mengadu ke Mana?

Kompas.com - 03/11/2015, 13:23 WIB
Aldo Fenalosa Pengemudi ojek berbasis aplikasi mobile tengah menunggu panggilan pelanggan di kawasan Jakarta Selatan pada Rabu (10/6/2015) sore.
JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah menyebut Go-Jek adalah layananan transportasi yang tidak memiliki payung hukum yang kuat.

Menurut dia, tidak adanya payung hukum yang kuat membuat pemerintah tidak bisa ikut campur tangan bila suatu waktu terjadi permasalahan, seperti yang saat ini terjadi pada Go-Jek.

"Sekarang kalau ada masalah kayak gini driver ngadu ke mana? Nah, bingung kan mereka sekarang. Makanya, kalau mau, yang normal-normal saja," kata dia di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (3/11/2015).

Andri memprediksi masalah yang saat ini terjadi pada Go-Jek bukan tidak mungkin akan terjadi pula pada layanan transportasi berbasis aplikasi lainnya yang tidak memiliki payung hukum yang kuat.

Oleh karena itu, ia mengimbau agar layanan transportasi berbasis aplikasi yang ia maksudkan itu segera melakukan pembenahan, salah satunya mengurus perizinan.

"Go-Jek dan perusahaan sejenis harus segera beresin soal bentuk perizinan deh. Kalau enggak, yang kaya gini-gini bakal lebih sering terjadi ke depannya," ujar dia.

Para pengemudi Go-Jek mengajak sesamanya melakukan mogok kerja dan melakukan unjuk rasa ke manajemen pada hari ini.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes kepada manajemen yang menurunkan persentase bagi hasil untuk perusahaan dan pengemudi per Senin kemarin.


Di sisi lain, manajemen Go-Jek menganggap kebijakan tersebut terpaksa dilakukan untuk menurunkan kerugian demi keberlangsungan perusahaan.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorAna Shofiana Syatiri
Komentar

Terkini Lainnya

Rekam Video saat Mengebut hingga 304 Km/Jam, Pria Inggris Dipenjara

Rekam Video saat Mengebut hingga 304 Km/Jam, Pria Inggris Dipenjara

Internasional
'Jika Pemkabnya Lemot Ngikutin Kebijakan Uji Kir, Ya Saya Tinggalkan'

"Jika Pemkabnya Lemot Ngikutin Kebijakan Uji Kir, Ya Saya Tinggalkan"

Regional
Buat Game Anti Korupsi, SMK Telkom Juara 2 Lomba Game Edukasi Amerika

Buat Game Anti Korupsi, SMK Telkom Juara 2 Lomba Game Edukasi Amerika

Edukasi
CCTV di Sekitar Rumah Mardani Ali Sera Tak Merekam Pelemparan Bom Molotov

CCTV di Sekitar Rumah Mardani Ali Sera Tak Merekam Pelemparan Bom Molotov

Megapolitan
Demokrat Pastikan Tak Usung Caleg Mantan Napi Kasus Korupsi

Demokrat Pastikan Tak Usung Caleg Mantan Napi Kasus Korupsi

Nasional
Beredar Video Turis China Punguti Kerikil Berkilau di Pantai Rusia

Beredar Video Turis China Punguti Kerikil Berkilau di Pantai Rusia

Internasional
Pemerintah Siap Terbitkan Enam PP sebagai Amanat UU Antiterorisme

Pemerintah Siap Terbitkan Enam PP sebagai Amanat UU Antiterorisme

Nasional
Polisi: Korban Keracunan di Kelapa Gading karena Gas CO, Bukan CO2

Polisi: Korban Keracunan di Kelapa Gading karena Gas CO, Bukan CO2

Megapolitan
Menristekdikti: Tingkatkan Daya Saing dengan Basis Riset dan Teknologi

Menristekdikti: Tingkatkan Daya Saing dengan Basis Riset dan Teknologi

Edukasi
Polisi Periksa Tiga Saksi Terkait Kasus Keracunan Gas di Kelapa Gading

Polisi Periksa Tiga Saksi Terkait Kasus Keracunan Gas di Kelapa Gading

Megapolitan
Korban Keracunan Gas di Kelapa Gading Ada 17 Orang, Ini Penyebabnya

Korban Keracunan Gas di Kelapa Gading Ada 17 Orang, Ini Penyebabnya

Megapolitan
Pria Berpisau Serang Penumpang Bus di Jerman, Delapan Orang Luka

Pria Berpisau Serang Penumpang Bus di Jerman, Delapan Orang Luka

Internasional
Ketum Golkar Hormati Kalla Terkait Uji Materi Masa Jabatan Cawapres

Ketum Golkar Hormati Kalla Terkait Uji Materi Masa Jabatan Cawapres

Nasional
Salam Satu Jiwa Iringi Kedatangan Obor Asian Games 2018 di Malang

Salam Satu Jiwa Iringi Kedatangan Obor Asian Games 2018 di Malang

Regional
Obat Kanker Tak Lagi Dijamin, Keluarga Pasien Somasi Jokowi dan Dirut BPJS

Obat Kanker Tak Lagi Dijamin, Keluarga Pasien Somasi Jokowi dan Dirut BPJS

Megapolitan

Close Ads X