Kompas.com - 06/11/2015, 20:56 WIB
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengimbau para aktivis mengusulkan lokasi unjuk rasa di Jakarta. Ia meminta para pendemo untuk tidak hanya mengkritisi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 228 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pelaksanaan Penyampaian Pendapat di Muka Umum pada Ruang Terbuka. 

"Kami enggak mungkin cabut pergub. Paling kalau mereka mau kami revisi (Pergub) ya kami tunggu pendapatnya mereka apa," kata Basuki, di Balai Kota, Jumat (6/11/2015). 

Menurut Basuki, selama ini pendemo suka berdemo di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara. Padahal, tidak boleh ada kegiatan demo di kawasan ring 1 termasuk Istana Merdeka.

Kata Basuki, aturan itu tercantum dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. (Baca: Pemprov DKI Revisi Pergub soal Lokasi Unjuk Rasa)

"Saya juga bilang tadi sama Pak Kapolda, 'kalau mereka (pendemo) mau tetap demo di depan Istana bagaimana? Enggak boleh'. Kami juga sedang laksanakan tertib demo yang berdasar UU dan polisi bertindak berdasar UU," kata Basuki. 

Basuki mengatakan, tujuan penerbitan pergub itu untuk menertibkan aksi. Bahkan, Basuki membuka pintu Balai Kota untuk mediasi antara demonstran dengan instansi terkait.

"Saya cuma enggak mau Jakarta jadi macet dan jadi rusak tamannya," kata Basuki. 

Sebelumnya, dalam pergub tersebut Basuki menetapkan aksi unjuk rasa dapat dilakukan di tiga lokasi. Yakni di Silang Selatan Monas, Parkir Timur Senayan, dan Alun-Alun DPR. Selain Istana, demo juga tidak boleh dilakukan di dekat rumah sakit, rumah ibadah, dan sekolah.

Waktu pelaksanaan unjuk rasa juga diatur hanya boleh sampai pukul 18.00. Pengeras suara juga diatur maksimal 60 desibel. (Baca: Wapres Dukung Pergub DKI Larang Demo di Depan Istana)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies: Selamat, Pak Heru Budi Hartono Jadi Pj Gubernur DKI, Kita Bersyukur...

Anies: Selamat, Pak Heru Budi Hartono Jadi Pj Gubernur DKI, Kita Bersyukur...

Megapolitan
Jalan Pramuka Raya Depok Banjir 50 Cm, Petugas Belum Terlihat di Lokasi

Jalan Pramuka Raya Depok Banjir 50 Cm, Petugas Belum Terlihat di Lokasi

Megapolitan
Ketua DPRD Benarkan Heru Budi Hartono Jadi Pj Gubernur DKI

Ketua DPRD Benarkan Heru Budi Hartono Jadi Pj Gubernur DKI

Megapolitan
Alasan Baim Wong Buat 'Prank', Ingin Lihat Reaksi Polisi Saat Paula Laporkan KDRT

Alasan Baim Wong Buat "Prank", Ingin Lihat Reaksi Polisi Saat Paula Laporkan KDRT

Megapolitan
Anies Blak-blakan Pernah Ditawari Jadi Capres pada Pilpres 2019, tapi Menolak karena Hal Ini

Anies Blak-blakan Pernah Ditawari Jadi Capres pada Pilpres 2019, tapi Menolak karena Hal Ini

Megapolitan
Detik-Detik Siswa MTsN 19 Terobos Air 'Bah' Demi Selamatkan Sahabat yang Tertimpa Tembok

Detik-Detik Siswa MTsN 19 Terobos Air "Bah" Demi Selamatkan Sahabat yang Tertimpa Tembok

Megapolitan
Diperiksa Polisi, Baim Wong dan Paula Ungkap Alasan Bikin Prank Laporan KDRT

Diperiksa Polisi, Baim Wong dan Paula Ungkap Alasan Bikin Prank Laporan KDRT

Megapolitan
Kapolda Metro Perintahkan Tim Presisi 'Sikat' Begal hingga Geng Motor di Bekasi

Kapolda Metro Perintahkan Tim Presisi "Sikat" Begal hingga Geng Motor di Bekasi

Megapolitan
Pemkot Depok Beri Santunan Kematian ke Keluarga Korban Tembok Roboh MTsN 19 Jakarta

Pemkot Depok Beri Santunan Kematian ke Keluarga Korban Tembok Roboh MTsN 19 Jakarta

Megapolitan
Incar Penjahat Jalanan, Tim Perintis Presisi Bakal Sering Patroli Malam Hari

Incar Penjahat Jalanan, Tim Perintis Presisi Bakal Sering Patroli Malam Hari

Megapolitan
Warga Kampung Gembira Gembrong: 5 Bulan Derita Ini Sudah Berubah, Kami Sudah Memiliki Rumah

Warga Kampung Gembira Gembrong: 5 Bulan Derita Ini Sudah Berubah, Kami Sudah Memiliki Rumah

Megapolitan
Sebelum Lengser, Anies-Riza Sempatkan Diri Menengok Ruang Wartawan Balai Kota DKI

Sebelum Lengser, Anies-Riza Sempatkan Diri Menengok Ruang Wartawan Balai Kota DKI

Megapolitan
Heru Budi Hartono Ditetapkan Menjadi Pj Gubernur DKI Jakarta

Heru Budi Hartono Ditetapkan Menjadi Pj Gubernur DKI Jakarta

Megapolitan
Keseharian Adnan Efendi, Korban Runtuhnya Tembok MTsN 19 di Mata Keluarga

Keseharian Adnan Efendi, Korban Runtuhnya Tembok MTsN 19 di Mata Keluarga

Megapolitan
Bos Indomaret Tewas Ditabrak Truk di BSD, Pihak Keluarga dan Penabrak Tempuh Jalan Kekeluargaan

Bos Indomaret Tewas Ditabrak Truk di BSD, Pihak Keluarga dan Penabrak Tempuh Jalan Kekeluargaan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.