Kompas.com - 10/11/2015, 06:00 WIB
Jalan Margonda Raya yang merupakan salah satu jalan utama di Kota Depok, Senin (9/11/2015). Banyak yang tidak menyangka bahwa nama jalan ini diambil dari nama seorang pahlawan nasional. Alsadad RudiJalan Margonda Raya yang merupakan salah satu jalan utama di Kota Depok, Senin (9/11/2015). Banyak yang tidak menyangka bahwa nama jalan ini diambil dari nama seorang pahlawan nasional.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorIcha Rastika

DEPOK, KOMPAS.com — Meski cukup familiar di telinga masyarakat, tidak banyak warga Depok yang tahu bahwa Margonda adalah nama pahlawan nasional. Selama ini, warga lebih mengenal Margonda sebagai nama jalan utama di kota tersebut.

"Emang itu nama orang?" ujar salah seorang warga Depok, Heri (38), saat mengetahui bahwa Margonda adalah salah seorang pejuang pada masa kemerdekaan.

Pernyataan senada dilontarkan Yudha (51). Ia menilai, ketidaktahuan warga terhadap Margonda lebih disebabkan tidak pernahnya nama tersebut tercantum dalam buku sejarah yang diajarkan di sekolah.

"Serius, enggak pernah kan di buku sekolah dijelasin siapa Margonda kalau dibandingin Imam Bonjol, Pattimura," kata dia.

Namun, pengakuan berbeda disampaikan Agus (42). Ia mengaku tahu bahwa Margonda adalah nama seorang pejuang.

Sayangnya, ia tidak mengetahui secara rinci tentang kisah hidup Margonda. "Pernah dengar sih katanya itu nama pahlawan. Cuma, kurang tahu pahlawan dari daerah mana," ujar dia.

Margonda memiliki nama asli Margana. Ia adalah salah satu pejuang yang gugur saat peristiwa Gedoran Depok, sekitar November 1945.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gedoran Depok adalah peristiwa saat para pejuang kemerdekaan ingin merebut Depok dari pasukan Netherlands-Indies Civil Administration (NICA).

Setelah gugur di medan pertempuran, jasadnya dibawa ke kota kelahirannya, Bogor, dan dimakamkan di depan Stasiun Bogor. Makam Margonda kini diketahui sudah dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Dreded, Bogor.

Selain Margonda, pejuang lainnya yang terlibat dalam peristiwa Gedoran Depok adalah Tole Iskandar. Seperti Margonda, nama Tole Iskandar kini juga diabadikan sebagai nama jalan di Depok.

Kompas Video

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minta Buruh Tak Lagi Demonstrasi, Wagub DKI: Kewenangan UMP Bukan di Pemprov

Minta Buruh Tak Lagi Demonstrasi, Wagub DKI: Kewenangan UMP Bukan di Pemprov

Megapolitan
Kios di Joglo Dibangun dari Limbah, Akan Dipakai untuk Jual Produk UMKM Warga Setempat

Kios di Joglo Dibangun dari Limbah, Akan Dipakai untuk Jual Produk UMKM Warga Setempat

Megapolitan
Tawuran Pelajar Terjadi di Pinang Tangerang, Polisi: Langsung Dibubarkan Warga

Tawuran Pelajar Terjadi di Pinang Tangerang, Polisi: Langsung Dibubarkan Warga

Megapolitan
Pemkot Jakbar Andalkan Sumur Resapan untuk Atasi Banjir di Jalan Haji Briti Kembangan

Pemkot Jakbar Andalkan Sumur Resapan untuk Atasi Banjir di Jalan Haji Briti Kembangan

Megapolitan
Mayat Pria Ditemukan di Rel Dekat Stasiun UI, Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

Mayat Pria Ditemukan di Rel Dekat Stasiun UI, Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

Megapolitan
Cari Anggota yang Keroyok Polisi, Pemuda Pancasila: Kalau Ketemu, Kami Serahkan Langsung

Cari Anggota yang Keroyok Polisi, Pemuda Pancasila: Kalau Ketemu, Kami Serahkan Langsung

Megapolitan
Kepala UPK Badan Air DKI: Saat Musim Hujan, Sampah Mengalir Tiada Henti di Kali...

Kepala UPK Badan Air DKI: Saat Musim Hujan, Sampah Mengalir Tiada Henti di Kali...

Megapolitan
UPDATE 26 November: Tambah 2 Kasus Covid-19 di Tangsel, 35 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 26 November: Tambah 2 Kasus Covid-19 di Tangsel, 35 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE 26 November: Tambah 9 Kasus di Kota Tangerang, 16 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 26 November: Tambah 9 Kasus di Kota Tangerang, 16 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Belasan Anggotanya Jadi Tersangka, Pemuda Pancasila Akan Beri Bantuan Hukum

Belasan Anggotanya Jadi Tersangka, Pemuda Pancasila Akan Beri Bantuan Hukum

Megapolitan
Kawasan Wajib Vaksin di Seputar SSA Bogor, Berlaku Juga bagi Pesepeda dan Pelari

Kawasan Wajib Vaksin di Seputar SSA Bogor, Berlaku Juga bagi Pesepeda dan Pelari

Megapolitan
3.000 Botol Miras Hasil Razia di Wilayah Jaksel Bakal Dimusnahkan di Monas

3.000 Botol Miras Hasil Razia di Wilayah Jaksel Bakal Dimusnahkan di Monas

Megapolitan
257 Mahasiwa di Kota Tangerang Jadi Sasaran Penerima Bansos Rp 8 Juta

257 Mahasiwa di Kota Tangerang Jadi Sasaran Penerima Bansos Rp 8 Juta

Megapolitan
Banyak Pemuda di Jaksel Tawuran karena Mabuk, Satpol PP Gencarkan Razia Miras

Banyak Pemuda di Jaksel Tawuran karena Mabuk, Satpol PP Gencarkan Razia Miras

Megapolitan
Akhir Pekan Ini, Pemkot Bogor Berlakukan Kawasan Wajib Vaksin di Tempat Wisata dan Jalur SSA

Akhir Pekan Ini, Pemkot Bogor Berlakukan Kawasan Wajib Vaksin di Tempat Wisata dan Jalur SSA

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.