Calon Wakil Wali Kota Depok Tuding Tim Sukses Rivalnya yang Sebarkan Spanduk SARA

Kompas.com - 10/11/2015, 13:16 WIB
(Dari kiri ke kanan) para calon wali kota dan wakil wali Kota Depok, Pradi Supriyatna, Babai Suhaimi, Dimas Oky Nugroho, dan Idris Abdul Somad saat acara penetapan calon untuk Pilkada Depok 2015, di Kantor KPU Depok, Senin (24/8/2015) Kompas.com/Alsadad Rudi(Dari kiri ke kanan) para calon wali kota dan wakil wali Kota Depok, Pradi Supriyatna, Babai Suhaimi, Dimas Oky Nugroho, dan Idris Abdul Somad saat acara penetapan calon untuk Pilkada Depok 2015, di Kantor KPU Depok, Senin (24/8/2015)
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorIcha Rastika
DEPOK, KOMPAS.com — Calon wakil wali kota Depok, Babai Suhaemi, menuding tim sukses rivalnya, yakni Abdul Shomad-Pradi Supriyatna, sebagai pihak yang membuat dan memasang spanduk bermuatan sentimen suku, agama ras, dan antar-golongan (SARA).

Babai menduga, spanduk tersebut sengaja dibuat untuk menyudutkannya. "Saya yakin ini dilakukan tim sebelah," ujar dia kepada Kompas.com, Selasa (10/11/2015).

Menurut Babai, dugaan itu mengacu pada tindakan salah seorang anggota timses Idris-Pradi yang menyebarkan foto spanduk tersebut melalui media sosial. Ia bahkan mengatakan, orang berinisial AM itulah yang pertama menyebarkan isu tersebut.

"Kalau bukan dari dia, dia dapat fotonya dari mana? Kenapa dia bisa tahu duluan?" kata Babai.

Penyebaran spanduk bermuatan SARA ini telah dilaporkan calon wali kota Depok, Dimas Oky Nugroho dan pasangannya, Babai Suhaemi, kepada Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Depok.

Bila dugaan itu terbukti benar, maka Babai menyatakan sangat menyayangkan tindakan tersebut.

Menurut dia, penyebaran spanduk bermuatan SARA tersebut tidak hanya berpotensi menggerus perolehan suara pasangan Dimas-Babai, tetapi juga mengancam kerukunan umat beragama di Depok.

"Demi bisa mengalahkan kami, mereka menghalalkan segala cara. Ini cara-cara zalim yang sangat keji," ujar mantan anggota DPRD Kota Depok ini.

Berdasarkan foto yang beredar di media sosial, spanduk dengan sentimen SARA yang dinilai menyerang pasangan Dimas-Babai memuat tulisan "Haleluya... Puji Tuhan... Ayo Sukseskan Satu Kelurahan Satu Gereja" dengan latar gambar Dimas-Babai dari relawan Pro DB.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

Megapolitan
Polisi dan Keluarga Korban Bantah Laporan Bocah yang Dicabuli Kuli Bangunan Sempat Diremehkan

Polisi dan Keluarga Korban Bantah Laporan Bocah yang Dicabuli Kuli Bangunan Sempat Diremehkan

Megapolitan
Pekan Depan, Kapasitas PTM di Kota Tangerang Dikurangi hingga 50 Persen

Pekan Depan, Kapasitas PTM di Kota Tangerang Dikurangi hingga 50 Persen

Megapolitan
Realisasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di DKI Capai 216.726 Orang

Realisasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di DKI Capai 216.726 Orang

Megapolitan
Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat Dijambret, Tas Berisi Dokumen Penting Hilang

Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat Dijambret, Tas Berisi Dokumen Penting Hilang

Megapolitan
Perkenalkan Formula E ke Anies, Dino Patti Djalal: Saya Yakin Akan Naikkan Pamor Jakarta

Perkenalkan Formula E ke Anies, Dino Patti Djalal: Saya Yakin Akan Naikkan Pamor Jakarta

Megapolitan
Soal Penjabat Gubernur DKI, Ketua Fraksi PDI-P: Sekda Juga Memenuhi Syarat

Soal Penjabat Gubernur DKI, Ketua Fraksi PDI-P: Sekda Juga Memenuhi Syarat

Megapolitan
Cerita Sopir Odong-odong di Tegal Alur, Biasa Antar Bocah jadi Antar Pengungsi

Cerita Sopir Odong-odong di Tegal Alur, Biasa Antar Bocah jadi Antar Pengungsi

Megapolitan
Puluhan Kilogram Kulit Kabel Dibuang di Gorong-gorong, Diduga Ulah Pencuri

Puluhan Kilogram Kulit Kabel Dibuang di Gorong-gorong, Diduga Ulah Pencuri

Megapolitan
PSI Minta Anies Tinjau Langsung Lokasi Sirkuit Formula E di Ancol

PSI Minta Anies Tinjau Langsung Lokasi Sirkuit Formula E di Ancol

Megapolitan
14 Warga Cilandak Positif Omicron, Camat Sebut Terpapar Setelah Bepergian ke Luar Negeri

14 Warga Cilandak Positif Omicron, Camat Sebut Terpapar Setelah Bepergian ke Luar Negeri

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Tangerang Hendak Terapkan Aturan WFH 50 Persen

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Tangerang Hendak Terapkan Aturan WFH 50 Persen

Megapolitan
Gulungan Kulit Kabel di Gorong-gorong Jadi Salah Satu Penyebab Banjir

Gulungan Kulit Kabel di Gorong-gorong Jadi Salah Satu Penyebab Banjir

Megapolitan
Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Ini yang Dilakukan RSUI Depok

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Ini yang Dilakukan RSUI Depok

Megapolitan
Beredar, Video Tawuran Antarpelajar Bawa Senjata Tajam di Jatinegara, Polisi: Video Lama

Beredar, Video Tawuran Antarpelajar Bawa Senjata Tajam di Jatinegara, Polisi: Video Lama

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.