Nelayan: Indonesia Mau Jadi Poros Maritim Dunia, Itu Bicara Kosong

Kompas.com - 11/11/2015, 20:29 WIB
Penulis Jessi Carina
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang nelayan, Muhammad Tahir, menceritakan kesulitan yang dialami nelayan tradisional, khususnya di Teluk Jakarta. Akibat proyek reklamasi, Tahir mengatakan, nelayan kini bahkan kesulitan mendekat ke area tangkap mereka.

"Kami ke sana sudah enggak bisa, sudah diintimidasi. Artinya, dihalang-halangi. Kalau ada yang bilang Indonesia mau jadi poros maritim dunia, itu bicara kosong. Kami saja seperti ini," ujar Tahir di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Jakarta Pusat, Rabu (11/11/2015).

Tahir menganggap nelayan Teluk Jakarta menjadi tolok ukur kesejahteraan nelayan di wilayah lain. Sebab, seharusnya, nasib mereka lebih diperhatikan karena terletak di ibu kota negara.

Namun, yang terjadi saat ini, anak-anak para nelayan bahkan malu mengakui profesi ayah mereka.

"Ada gak anak nelayan ngaku ayahnya kerja nelayan? Di tempat kami enggak ada," ujar dia.

Tahir mencoba menjelaskan kondisi nelayan tradisional di Teluk Jakarta dengan membeberkan pendapatan per hari mereka.

Dia mengatakan, pada 1990-an, nelayan di Teluk Jakarta terhitung sejahtera. Mereka bisa mendapatkan Rp 400.000 hingga Rp 500.000 per hari. Kini, pendapatan mereka turun drastis menjadi Rp 25.000 saja setiap harinya.

Semua itu akibat limbah industri yang semakin lama semakin merusak laut mereka.

Tahir hanya meminta pemerintah bisa tegas menindak perusahaan pembuang limbah tersebut. Bukan malah melakukan reklamasi yang kembali menguntungkan pengembang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Rekomendasi Taman yang Cantik di Jakarta

11 Rekomendasi Taman yang Cantik di Jakarta

Megapolitan
9 Tempat Rekreasi Melihat Hewan di Jabodetabek

9 Tempat Rekreasi Melihat Hewan di Jabodetabek

Megapolitan
Tempat Beli Souvenir Pernikahan Murah di Jabodetabek

Tempat Beli Souvenir Pernikahan Murah di Jabodetabek

Megapolitan
Panitia Formula E Sebut Dapat Sponsor Rp 100 Miliar dari Perusahaan Hiburan

Panitia Formula E Sebut Dapat Sponsor Rp 100 Miliar dari Perusahaan Hiburan

Megapolitan
7 Rekomendasi Tempat Wisata di Dekat Stasiun MRT

7 Rekomendasi Tempat Wisata di Dekat Stasiun MRT

Megapolitan
5 Destinasi Jalan-jalan di Glodok

5 Destinasi Jalan-jalan di Glodok

Megapolitan
Cara Memesan Ambulans Gratis di Jakarta

Cara Memesan Ambulans Gratis di Jakarta

Megapolitan
Kota Bogor Bentuk Tim Satgas Pengendalian Harga Minyak Goreng, 15 Pedagang Diperiksa

Kota Bogor Bentuk Tim Satgas Pengendalian Harga Minyak Goreng, 15 Pedagang Diperiksa

Megapolitan
Pasutri di Cengkareng Hanya Kaki Tangan dalam Pemalsuan Uang, Polisi: Dalangnya Harus Ditangkap

Pasutri di Cengkareng Hanya Kaki Tangan dalam Pemalsuan Uang, Polisi: Dalangnya Harus Ditangkap

Megapolitan
Pencuri Parfum di Minimarket Kawasan Tebet Babak Belur Dihajar Massa

Pencuri Parfum di Minimarket Kawasan Tebet Babak Belur Dihajar Massa

Megapolitan
Anak Pasutri yang Tewas dalam Kecelakaan di MT Haryono Masih Dirawat, Kepala Korban Alami Luka Memar

Anak Pasutri yang Tewas dalam Kecelakaan di MT Haryono Masih Dirawat, Kepala Korban Alami Luka Memar

Megapolitan
Tiket Formula E Jakarta Hampir Habis Terjual, Ketua Panitia: 'Yang Mahal Justru Cepat Habis'

Tiket Formula E Jakarta Hampir Habis Terjual, Ketua Panitia: "Yang Mahal Justru Cepat Habis"

Megapolitan
Polisi Pastikan Ada 8 Kendaraan yang Terlibat dalam Kecelakaan Beruntun di MT Haryono

Polisi Pastikan Ada 8 Kendaraan yang Terlibat dalam Kecelakaan Beruntun di MT Haryono

Megapolitan
Hendak Selamatkan Ayam, Seorang Pria Tewas Tenggelam di Kali Cengkareng Drain

Hendak Selamatkan Ayam, Seorang Pria Tewas Tenggelam di Kali Cengkareng Drain

Megapolitan
Diikat Pakai Kain oleh Perampok, Korban: Saya Ngesot ke Depan Minta Tolong

Diikat Pakai Kain oleh Perampok, Korban: Saya Ngesot ke Depan Minta Tolong

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.