Kardus Susu Bayi Jadi Tempat Menyembunyikan Ribuan Narkoba

Kompas.com - 17/11/2015, 15:47 WIB
Satuan Reserse Narkoba Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta mengamankan 50 kilogram lebih berbagai macam jenis narkotika yang diduga akan diedarkan untuk pesta tahun baru di wilayah Jabodetabek. Foto diambil pada Selasa (17/11/2015). Andri Donnal PuteraSatuan Reserse Narkoba Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta mengamankan 50 kilogram lebih berbagai macam jenis narkotika yang diduga akan diedarkan untuk pesta tahun baru di wilayah Jabodetabek. Foto diambil pada Selasa (17/11/2015).
|
EditorFidel Ali

TANGERANG, KOMPAS.com — Berbagai jenis narkoba asal China serta Malaysia sebagian besar masuk ke Indonesia lewat jalur udara, yaitu melalui jasa pengiriman barang.

Salah satu modus yang digunakan adalah memasukkan narkoba ke dalam kemasan-kemasan makanan.

"Modusnya macam-macam. Kami temukan 300 butir ekstasi disembunyikan di dalam kardus susu bayi," kata Kasat Narkoba Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta Ajun Komisaris Martua Raja Silitonga kepada pewarta, Selasa (17/11/2015).

Peredaran narkoba dari kasus ini dilakukan dengan cara yang berbeda-beda.

Polisi bisa mengungkap adanya ribuan narkoba saat salah satu tersangka yang diamankan, NR (36), akan bertransaksi dengan tersangka lainnya, SD (34), di suatu daerah di Jakarta Barat, awal bulan November 2015.

Mereka adalah WNI yang berperan sebagai pengedar. Narkoba sengaja mulai diedarkan dari bulan November karena untuk disebarkan dan dijual hingga menjelang perayaan Tahun Baru.

Narkoba itu dikirim dari luar negeri menuju Indonesia melalui jasa pengiriman barang, dan telah dikumpulkan selama tiga bulan terakhir.

Narkoba itu diketahui baru beredar di sekitar Jabodetabek.

Adapun narkoba yang berhasil diamankan adalah sabu seberat satu kilogram lebih, ekstasi 61.251 butir, happy five 4.196 butir, dan ketamine sebanyak tiga kilogram.

Narkoba tersebut cukup banyak hingga bisa memenuhi tiga sampai empat koper berukuran besar. (Baca: Polisi Amankan Sabu dan Ekstasi yang Siap Diedarkan Saat Natal dan Tahun Baru)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[UPDATE] Covid-19 5 April di Depok: 64 Pasien Positif, 8 Meninggal

[UPDATE] Covid-19 5 April di Depok: 64 Pasien Positif, 8 Meninggal

Megapolitan
BMKG: Bekasi, Depok, dan Bogor Berpeluang Hujan Siang-Sore Nanti

BMKG: Bekasi, Depok, dan Bogor Berpeluang Hujan Siang-Sore Nanti

Megapolitan
[UPDATE] Covid-19 Depok: 126 dari 2.747 Warga Positif, Versi Rapid Test

[UPDATE] Covid-19 Depok: 126 dari 2.747 Warga Positif, Versi Rapid Test

Megapolitan
Pemkot Depok Bikin Pasar Online, Warga Tinggal Hubungi Pedagang untuk Belanja

Pemkot Depok Bikin Pasar Online, Warga Tinggal Hubungi Pedagang untuk Belanja

Megapolitan
Asyik Minum Kopi di Warkop, Pemuda Bekasi Meninggal Dikeroyok 50 Orang

Asyik Minum Kopi di Warkop, Pemuda Bekasi Meninggal Dikeroyok 50 Orang

Megapolitan
Seorang Pemuda Tewas akibat Tawuran Antardua Kelompok di Tebet

Seorang Pemuda Tewas akibat Tawuran Antardua Kelompok di Tebet

Megapolitan
PHK Massal di Tengah Pandemi Covid-19 dan Upaya Pemerintah Berikan Insentif

PHK Massal di Tengah Pandemi Covid-19 dan Upaya Pemerintah Berikan Insentif

Megapolitan
Polda Metro Jaya Kerahkan 60 Personel untuk Kawal Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Polda Metro Jaya Kerahkan 60 Personel untuk Kawal Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Pencabutan Kebijakan Ganjil Genap Diperpanjang Hingga 19 April 2020

Pencabutan Kebijakan Ganjil Genap Diperpanjang Hingga 19 April 2020

Megapolitan
Mau Keluar Rumah Hari Ini? Jangan Lupa Pakai Masker

Mau Keluar Rumah Hari Ini? Jangan Lupa Pakai Masker

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Physical Distancing Tak Terlaksana, Warga Padati Pasar | Penumpang Tanpa Masker Dilarang Masuk Stasiun

[POPULER JABODETABEK] Physical Distancing Tak Terlaksana, Warga Padati Pasar | Penumpang Tanpa Masker Dilarang Masuk Stasiun

Megapolitan
Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Megapolitan
Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Megapolitan
Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Megapolitan
Ikuti Seruan DKI, KCI Juga Wajibkan Penumpang KRL Pakai Masker Mulai 12 April

Ikuti Seruan DKI, KCI Juga Wajibkan Penumpang KRL Pakai Masker Mulai 12 April

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X