Kompas.com - 18/11/2015, 09:48 WIB
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengakui sistem Jakarta Smart City yang digagasnya kalah bersaing dengan sistem smart city milik Pemerintah Kota Bandung.

Bandung merupakan satu-satunya perwakilan Indonesia sebagai finalis "World Smart City Awards 2015". 

"(Smart city) Jakarta memang payah. Harus belajar kali," kata Basuki, di Balai Kota, Rabu (18/11/2015). 

Menurut Basuki, perbedaan smart city Jakarta dengan Bandung terletak pada ketersediaan command center atau ruang kontrol. Di Jakarta, lanjut dia, lebih banyak mengandalkan aplikasi di telepon seluler.

"Bagi saya sih enggak perlu ada juara-juara. Yang penting saya bisa kontrol semuanya dan kalau saya bisa kontrol, kan enak begitu," kata Basuki. 

Basuki mengaku senang dengan aplikasi Smart City kini yang memacu kinerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan lurah serta camat. Aplikasi itu yakni Qlue.

"Orang-orang kan sekarang berpartisipasi untuk melaporkan masalah di lingkungannya. Lurah langsung turun, ada sampah juga langsung dibersihkan, itu lebih penting menurut saya," kata Basuki. 

Bandung akan bersaing dengan kota-kota lainnya seperti Buenos Aires (Argentina), Curitiba (Brasil), Dubai (Uni Emirat Arab), Moskwa (Rusia), dan Peterborough (Kanada) untuk memperebutkan penghargaan tahunan tersebut.

Keenam kota itu berkompetisi memperebutkan penghargaan atas inovasi, strategi kolaborasi berkelanjutan, dan dampak kebijakan yang dibuat untuk kota.

Program tersebut ditujukan untuk membuat Bandung sebagai satu Kota Cerdas. Caranya dengan menghubungkan warga lokal melalui penyelenggaraan tata pemerintahan partisipatif guna mendorong dinamika cerdas perkotaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rute Transjakarta 1N Tanah Abang - Blok M

Rute Transjakarta 1N Tanah Abang - Blok M

Megapolitan
Rute Transjakarta 1P Senen - Blok M

Rute Transjakarta 1P Senen - Blok M

Megapolitan
Henry Surya Disebut Pemegang Kendali di KSP Indosurya, Jaksa: Konsep Koperasi Tidak Begitu

Henry Surya Disebut Pemegang Kendali di KSP Indosurya, Jaksa: Konsep Koperasi Tidak Begitu

Megapolitan
Rute Transjakarta 1M Meruya-Blok M

Rute Transjakarta 1M Meruya-Blok M

Megapolitan
Cara Mendapatkan Izin Tayang Gelar Nobar dari IEG

Cara Mendapatkan Izin Tayang Gelar Nobar dari IEG

Megapolitan
Tanah Longsor Sebabkan Dinding Roboh di Sektor 9 Bintaro

Tanah Longsor Sebabkan Dinding Roboh di Sektor 9 Bintaro

Megapolitan
Ada Reuni 212 di Masjid At-Tin, Polisi Siapkan Pengalihan Arus Lalin jika Macet

Ada Reuni 212 di Masjid At-Tin, Polisi Siapkan Pengalihan Arus Lalin jika Macet

Megapolitan
8 Tempat Nobar Piala Dunia 2022 di Jakarta

8 Tempat Nobar Piala Dunia 2022 di Jakarta

Megapolitan
Rela Rogoh Rp 22 Juta Untuk 'Money Politic', Bang Bangor: Saya Dijanjikan 'Angin Surga'

Rela Rogoh Rp 22 Juta Untuk 'Money Politic', Bang Bangor: Saya Dijanjikan 'Angin Surga'

Megapolitan
Petugas Rutan Kelas I Depok Temukan Ganja dan Sabu Dalam Kotak Teh

Petugas Rutan Kelas I Depok Temukan Ganja dan Sabu Dalam Kotak Teh

Megapolitan
Tembok Pembatas Kantor Bank di Bintaro Roboh, Timpa 4 Mobil yang Parkir

Tembok Pembatas Kantor Bank di Bintaro Roboh, Timpa 4 Mobil yang Parkir

Megapolitan
Penggugat Yusuf Mansur Kecewa Gugatan Ditolak, Padahal Pelaku Dinilai Sudah 'Ngaku'

Penggugat Yusuf Mansur Kecewa Gugatan Ditolak, Padahal Pelaku Dinilai Sudah 'Ngaku'

Megapolitan
Pramudi Transjakarta Main HP saat Mengemudi, Pemprov DKI Diminta Tegas Sanksi Operator dan Sopir

Pramudi Transjakarta Main HP saat Mengemudi, Pemprov DKI Diminta Tegas Sanksi Operator dan Sopir

Megapolitan
Heru Budi Akan Lakukan Konsinyasi jika Ada Sengketa Lahan Sodetan Ciliwung

Heru Budi Akan Lakukan Konsinyasi jika Ada Sengketa Lahan Sodetan Ciliwung

Megapolitan
Pemkot Bekasi Imbau Perangkat Daerah dan Warga Berdonasi untuk Korban Gempa Cianjur

Pemkot Bekasi Imbau Perangkat Daerah dan Warga Berdonasi untuk Korban Gempa Cianjur

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.