Belum Ada Hasil Positif dari Penataan Angkutan Publik Jakarta

Kompas.com - 19/11/2015, 17:06 WIB
Kian hari kemacetan di jalan raya di Kota Jakarta semakin tak terkendali. Seringnya kemacetan terjadi saat pagi dan sore hari, seperti yang terjadi di Jalan Jenderal Gatot Soebroto, Gelora, Jakarta, Selasa (9/4/2013). Study on Integrated Tranportation Master Plan Phase II (SITRAMP II) memprediksi  Jakarta akan didera kerugian materil hingga Rp 65 Triliun Per Tahun pada 2020 jika tidak berhasil mengurainya. KOMPAS/WAWAN H PRABOWOKian hari kemacetan di jalan raya di Kota Jakarta semakin tak terkendali. Seringnya kemacetan terjadi saat pagi dan sore hari, seperti yang terjadi di Jalan Jenderal Gatot Soebroto, Gelora, Jakarta, Selasa (9/4/2013). Study on Integrated Tranportation Master Plan Phase II (SITRAMP II) memprediksi Jakarta akan didera kerugian materil hingga Rp 65 Triliun Per Tahun pada 2020 jika tidak berhasil mengurainya.
Penulis Neli Triana
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Ahli transportasi dari Universitas Indonesia, Ellen SW Tangkudung, Selasa (17/11/2015), mengatakan, belum ada hasil positif dari program-program penataan angkutan publik di Jakarta.

"Belum ada hasil terlihat meski harus diakui ada proses yang tengah berjalan, termasuk pembangunan infrastruktur angkutan massal. Ada beberapa kebijakan yang baik, seperti anak sekolah naik transjakarta gratis. Akan tetapi, perbaikan transjakarta, misalnya, berjalan lambat. Kinerjanya bahkan turun," kata Ellen.

Bagi Ellen, ke depan, setidaknya, langkah pasti yang dapat diambil adalah menentukan target-target yang harus dicapai oleh manajemen PT Transjakarta secara internal ataupun dalam operasional angkutan umum massal berbasis bus itu.

Integrasi dengan moda angkutan umum lain juga didorong ditingkatkan. Kunci untuk sukses di tahun depan, ujar Ellen, adalah dukungan penuh dari semua jajaran di pemerintahan terhadap semua program DKI.

"Jakarta tidak boleh lagi salah urus," katanya. (NEL)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 19 November 2015, di halaman 26 dengan judul Satu Tahun Pemerintahan Basuki "Ellen SW Tangkudung".



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah Ada Temuan Buaya 2,5 Meter, Damkar Kota Depok Sisir Kali Pesanggrahan Sawangan

Setelah Ada Temuan Buaya 2,5 Meter, Damkar Kota Depok Sisir Kali Pesanggrahan Sawangan

Megapolitan
93 Pengendara Kena Tegur dalam Sosialisasi Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari

93 Pengendara Kena Tegur dalam Sosialisasi Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari

Megapolitan
Kasatpol PP DKI: Satpol PP Jangan Dimaki, Jangan Dibenci

Kasatpol PP DKI: Satpol PP Jangan Dimaki, Jangan Dibenci

Megapolitan
Akan Maju Pilkada, Muhamad Resmi Mundur dari Jabatan Sekda Tangsel

Akan Maju Pilkada, Muhamad Resmi Mundur dari Jabatan Sekda Tangsel

Megapolitan
Polisi Klaim Temukan Petunjuk Terduga Pembunuh Wanita di Margonda Residence Depok

Polisi Klaim Temukan Petunjuk Terduga Pembunuh Wanita di Margonda Residence Depok

Megapolitan
Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

Megapolitan
Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

Megapolitan
Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya, Pengendara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

Operasi Patuh Jaya, Pengendara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

Megapolitan
Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

Megapolitan
Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

Megapolitan
Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Megapolitan
Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai  Ancaman

Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai Ancaman

Megapolitan
Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X