Polisi Jelaskan soal Ojek Pangkalan dengan yang Berbasis Aplikasi

Kompas.com - 19/11/2015, 21:57 WIB
Layanan ojek berbasis penggunaan aplikasi pada telepon pintar semakin marak. Setelah Go-Jek dan Grabbike, kini muncul LadyJek yang diluncurkan di Jakarta, Kamis (8/10). LadyJek merupakan layanan ojek perempuan yang dikhususkan untuk penumpang perempuan. KOMPAS/HERU SRI KUMORO Layanan ojek berbasis penggunaan aplikasi pada telepon pintar semakin marak. Setelah Go-Jek dan Grabbike, kini muncul LadyJek yang diluncurkan di Jakarta, Kamis (8/10). LadyJek merupakan layanan ojek perempuan yang dikhususkan untuk penumpang perempuan.
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Maraknya ojek berbasis aplikasi di kota satelit seperti Tangerang membuat polisi bekerja keras.

Salah satunya memberi pengertian kepada pengojek pangkalan soal ojek berbasis aplikasi. Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Komisaris Triyani mengatakan, Kapolsek Jatiuwung Komisaris Karosekali beserta jajarannya menyambangi ojek pangkalan di Pertigaan Telesonik Km 7,8, Jatake, Jaitiuwung, Tangerang, Kamis (19/11/2015).

"Kita sampaikan kalau ojek online adalah pesan lewat HP online di internet. Jadi penggunanya berbeda. Pangsa orang yang punya aplikasi," kata Triyani dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Kegiatan yang disebut patroli dialogis tersebut juga untuk memberi rasa aman kepada masyarakat. Sekaligus dapat menyampaikan pesan dan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Supaya tukang ojek selalu menaati aturan lalu lintas serta dapat bermitra dengan Polsek Jatiuwung," kata Triyani.

Selain itu, jika ada informasi terkait dengan masalah kamtibmas agar segera melaporkan ke Polsek Jatiuwung sehingga dapat ditangani sesuai ketentuan dan prosedur hukum yang berlaku.

"Kita sampaikan arahan-arahan tentang menjadi polisi bagi dirinya sendiri," tegas Triyani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Sederet Fakta Pengeroyokan Anggota TNI di Jakarta Utara | Alarm Bahaya dari Jakarta yang Jadi Medan Perang Hadapi Omicron

[POPULER JABODETABEK] Sederet Fakta Pengeroyokan Anggota TNI di Jakarta Utara | Alarm Bahaya dari Jakarta yang Jadi Medan Perang Hadapi Omicron

Megapolitan
UPDATE 17 Januari: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 173 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 17 Januari: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 173 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Pagi hingga Sore

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Pagi hingga Sore

Megapolitan
Pemberangkatan Umrah Dihentikan Sementara, Penyedia Jasa Travel Ikuti Arahan Pemerintah

Pemberangkatan Umrah Dihentikan Sementara, Penyedia Jasa Travel Ikuti Arahan Pemerintah

Megapolitan
Epidemiolog Sebut Bom Waktu Omicron Terjadi saat Pelacakan Kasus di Jakarta Lemah

Epidemiolog Sebut Bom Waktu Omicron Terjadi saat Pelacakan Kasus di Jakarta Lemah

Megapolitan
Kurir Sembunyikan 25 Kg Sabu di Dalam Speaker Mobil

Kurir Sembunyikan 25 Kg Sabu di Dalam Speaker Mobil

Megapolitan
Fakta Penjual Gorengan Adu Bacok dengan Rentenir di Ciputat: Akibat Hutang Rp 350.000

Fakta Penjual Gorengan Adu Bacok dengan Rentenir di Ciputat: Akibat Hutang Rp 350.000

Megapolitan
Usai Cabuli Anak Penyandang Autisme, Pelaku Ancam Korban dan Beri Uang Rp 15.000

Usai Cabuli Anak Penyandang Autisme, Pelaku Ancam Korban dan Beri Uang Rp 15.000

Megapolitan
Dibungkus Kemasan Teh, 25 Kilogram Sabu di Legok Diduga dari Jaringan China-Malaysia

Dibungkus Kemasan Teh, 25 Kilogram Sabu di Legok Diduga dari Jaringan China-Malaysia

Megapolitan
Wagub DKI Jakarta Sebut 39 Sekolah Ditutup Akibat Covid-19, Sebagian Sudah Dibuka Kembali

Wagub DKI Jakarta Sebut 39 Sekolah Ditutup Akibat Covid-19, Sebagian Sudah Dibuka Kembali

Megapolitan
Antisipasi Lonjakan Pasien, Pasokan Oksigen di Wisma Atlet Diklaim Aman Hingga 4 Bulan ke Depan

Antisipasi Lonjakan Pasien, Pasokan Oksigen di Wisma Atlet Diklaim Aman Hingga 4 Bulan ke Depan

Megapolitan
Antisipasi Banjir, BPBD Kota Bekasi Siapkan Tenda Darurat dan Dapur Umum

Antisipasi Banjir, BPBD Kota Bekasi Siapkan Tenda Darurat dan Dapur Umum

Megapolitan
Transmisi Lokal Varian Omicron di Jakarta Melonjak Jadi 243 Kasus

Transmisi Lokal Varian Omicron di Jakarta Melonjak Jadi 243 Kasus

Megapolitan
Marak Tawuran Pelajar di Jaksel, Sudin Pendidikan Dianggap Tidak Antisipatif

Marak Tawuran Pelajar di Jaksel, Sudin Pendidikan Dianggap Tidak Antisipatif

Megapolitan
Kronologi Pengeroyokan Anggota TNI AD hingga Tewas di Jakarta Utara

Kronologi Pengeroyokan Anggota TNI AD hingga Tewas di Jakarta Utara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.