Kadis Pertamanan: Aturan Tak Perbolehkan Swakelola Pengadaan Tanaman

Kompas.com - 20/11/2015, 16:34 WIB
RPTRA Cideng, Jakarta Pusat, dibangun di atas lahan seluas 2.600 meter persegi. Foto diambil Selasa (13/10/2015). KOMPAS.COM/NURSITA SARIRPTRA Cideng, Jakarta Pusat, dibangun di atas lahan seluas 2.600 meter persegi. Foto diambil Selasa (13/10/2015).
Penulis Jessi Carina
|
EditorIcha Rastika
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman Ratna Dyah Kurniati beralasan bahwa pihaknya mengalokasikan anggaran pembibitan bunga untuk mempermudah pengadaan tanaman di Jakarta. (Baca: Giliran Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Kena Semprot Ahok)

"Nanti kalau butuh tanaman, kita tinggal ambil di kebon bibit kita. Ke depannya kita enggak perlu lagi beli tanaman. Kalau pun beli, ya enggak banyak," ujar Ratna di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jumat (20/11/2015).

Menurut Ratna, pembibitan tanaman ini awalnya akan dilakukan dengan swakelola.

Namun, lanjut dia, rencana swakelola itu dibatalkan karena terbentur aturan yang tidak memperbolehkan swakelola pengadaan tanaman.

"Ternyata enggak bisa swakelola untuk pengadaan tanaman seperti itu. Jadi akhirnya dengan cara lelang," ujar Ratna.

Ia juga menyampaikan bahwa rencana swakelola itu sebenarnya yang diinginkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Apalagi, lanjut dia, Dinas Pertamanan dan Pemakaman memiliki banyak insinyur yang bisa mewujudkan program swakelola tersebut.

Setelah tempat pembibitan terwujud, Pemprov bisa menugaskan pekerja harian lepas untuk melakukan penanamannya.

Namun, Ratna menegaskan bahwa swakelola memang tidak bisa dilakukan untuk pengadaan tanaman.

Dengan keputusan lelang ini, Ratna ingin kontraktor besar yang akan memenangkan lelangnya agar proyek pembibitan tanaman ini bisa berjalan lancar dan maksimal. (Baca: Ahok: Permainan Paling Keterlaluan Itu di Dinas Pendidikan )

"Pak Ahok maunya tuh semua dijadikan satu dan mudah-mudahan sih pemenangnya kontraktor besar dan baik ya. Tanamannya nanti kita minta yang bagus juga," ujar Retno.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keberatan Tuntutan Jaksa, Vanessa Angel Minta Tak Dipenjara agar Bisa Dekat Anak

Keberatan Tuntutan Jaksa, Vanessa Angel Minta Tak Dipenjara agar Bisa Dekat Anak

Megapolitan
ASN Pemprov DKI Diimbau Tak Bepergian ke Luar Kota Selama Libur Panjang

ASN Pemprov DKI Diimbau Tak Bepergian ke Luar Kota Selama Libur Panjang

Megapolitan
Penumpang di Bandara Soetta Diprediksi Meningkat 15 Persen Saat Libur Panjang

Penumpang di Bandara Soetta Diprediksi Meningkat 15 Persen Saat Libur Panjang

Megapolitan
Anies Ingin Pelajar Ikut Bahas Permasalahan Bangsa seperti Isu UU Cipta Kerja

Anies Ingin Pelajar Ikut Bahas Permasalahan Bangsa seperti Isu UU Cipta Kerja

Megapolitan
Cegah Pelajar Ikut Demo, Polda Metro Panggil Kepala Sekolah Se-Jabodetabek

Cegah Pelajar Ikut Demo, Polda Metro Panggil Kepala Sekolah Se-Jabodetabek

Megapolitan
25 Rumah di Belakang Senayan City Terbakar, Diduga akibat Korsleting

25 Rumah di Belakang Senayan City Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
Melukai Seorang Ibu di JPO TB Simatupang, Perampok Ditangkap Warga

Melukai Seorang Ibu di JPO TB Simatupang, Perampok Ditangkap Warga

Megapolitan
Libur Panjang, Simak Persyaratan Dokumen Perjalanan yang Perlu Disiapkan di Bandara Soekarno-Hatta

Libur Panjang, Simak Persyaratan Dokumen Perjalanan yang Perlu Disiapkan di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Sekel Gondangdia Terkejut Temukan Ular Sanca 2 Meter di Kolong Meja Ruangannya

Sekel Gondangdia Terkejut Temukan Ular Sanca 2 Meter di Kolong Meja Ruangannya

Megapolitan
Pemprov DKI Hanya Mampu Awasi Ruang Publik, Warga Diminta Patuhi Protokol Kesehatan di Rumah

Pemprov DKI Hanya Mampu Awasi Ruang Publik, Warga Diminta Patuhi Protokol Kesehatan di Rumah

Megapolitan
Bunuh PSK yang Disewanya di Bekasi, Seorang Pria Ditangkap

Bunuh PSK yang Disewanya di Bekasi, Seorang Pria Ditangkap

Megapolitan
Libur Panjang, Penumpang Kereta Diimbau Rapid Test H-1 Keberangkatan

Libur Panjang, Penumpang Kereta Diimbau Rapid Test H-1 Keberangkatan

Megapolitan
Jelang Libur Panjang, Anies Imbau Warga Tak Copot Masker Saat Kumpul Keluarga

Jelang Libur Panjang, Anies Imbau Warga Tak Copot Masker Saat Kumpul Keluarga

Megapolitan
Pemkot Depok Akan Sediakan Lebih dari 1.600 Titik Wifi Gratis di Setiap RW untuk Belajar Online

Pemkot Depok Akan Sediakan Lebih dari 1.600 Titik Wifi Gratis di Setiap RW untuk Belajar Online

Megapolitan
2 Pencari Suaka Asal Afganistan Positif Covid-19, Puluhan WNA Lain Akan Dites Swab

2 Pencari Suaka Asal Afganistan Positif Covid-19, Puluhan WNA Lain Akan Dites Swab

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X