Pemalsu Dokumen di Kawasan Pramuka Raup Untung hingga Rp 10 Juta Per Hari

Kompas.com - 22/11/2015, 18:07 WIB
Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Herry Herryawan saat menunjukan barang bukti pemalsuan dokumen di kawasan Pramuka, Jakarta Pusat. KAHFI DIRGA CAHYA/KOMPAS.COMKasubdit Jatanras Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Herry Herryawan saat menunjukan barang bukti pemalsuan dokumen di kawasan Pramuka, Jakarta Pusat.
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Para pemalsu dokumen di kawasan Pramuka, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, meraup keuntungan jutaan rupiah per hari dari kejahatan yang mereka lakukan.

"Satu kios per hari mengantongi Rp 5 juta hingga Rp 10 juta," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Herry Herryawan di Jakarta, Minggu (22/11/2015).

Untuk pemalsuan kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK), para pelaku menarik biaya Rp 200.000 per dokumen. Biasanya para pelaku melayani pemesanan dalam jumlah banyak.

"Dari kejahatan ini, satu kios ini dia mendapatkan Rp 200.000 satu KTP palsu," jelas Herry.

Salah seorang pelaku, Indra, mengaku berbisnis dokumen palsu selama lebih dari dua tahun. Pemilik usaha pengetikan di kawasan Pramuka itu mengatakan, dalam sehari ia bisa mengantongi hingga Rp 5 juta.

"Kalau saya khusus KTP dan KK (kartu keluarga). Harganya Rp 150.000 sampai Rp 200.000," jelas Indra.

Menurut Indra, pelanggannya biasa mendatanginya di kios atau memesan lewat calo. 

"Tapi, kebanyakan ke saya itu langsung datang karena sudah langganan," kata Indra.

Sebelumnya, polisi membongkar praktik pemalsuan dokumen di kawasan Pramuka, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (21/11/2015).

Delapan orang ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti memalsukan dokumen. Baca: Polisi Bongkar Praktik Pemalsuan Dokumen di Kawasan Pramuka.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5.000 Lansia Telah Divaksin Booster di RSUI Depok

5.000 Lansia Telah Divaksin Booster di RSUI Depok

Megapolitan
Cerita Warga Korban Banjir di Jurumudi, Dapat Bantuan 2 Bungkus Makanan untuk 5 Orang

Cerita Warga Korban Banjir di Jurumudi, Dapat Bantuan 2 Bungkus Makanan untuk 5 Orang

Megapolitan
Lengkap! Ini Daftar Lokasi dan Jadwal Vaksinasi Booster di Jakarta

Lengkap! Ini Daftar Lokasi dan Jadwal Vaksinasi Booster di Jakarta

Megapolitan
Polda Metro Ancam Tidak Akan Perpanjang Pelat Khusus RF, Ini Penyebabnya...

Polda Metro Ancam Tidak Akan Perpanjang Pelat Khusus RF, Ini Penyebabnya...

Megapolitan
Korban Tak Melapor, Polsek Koja Cari Informasi soal Upaya Pembegalan di Plumpang

Korban Tak Melapor, Polsek Koja Cari Informasi soal Upaya Pembegalan di Plumpang

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Beri Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir akibat Curah Hujan Tinggi

Pemprov DKI Jakarta Beri Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir akibat Curah Hujan Tinggi

Megapolitan
Habis Bunuh Istrinya di Duren Sawit, Pelaku Menangis Pura-pura Tak Tahu Kejadian

Habis Bunuh Istrinya di Duren Sawit, Pelaku Menangis Pura-pura Tak Tahu Kejadian

Megapolitan
Anies Tertawa Tanggapi Aksi Giring Terperosok Lumpur di Sirkuit Formula E

Anies Tertawa Tanggapi Aksi Giring Terperosok Lumpur di Sirkuit Formula E

Megapolitan
Diduga Alami Kebocoran Gas, Dapur Restoran Bebek Kaleyo Kalimalang Terbakar

Diduga Alami Kebocoran Gas, Dapur Restoran Bebek Kaleyo Kalimalang Terbakar

Megapolitan
Progres Pembangunan Jakarta International Stadium Capai 94,6 Persen

Progres Pembangunan Jakarta International Stadium Capai 94,6 Persen

Megapolitan
Banyak Pelanggaran, Penerbitan dan Perpanjangan Pelat Kendaraan RF Diperketat

Banyak Pelanggaran, Penerbitan dan Perpanjangan Pelat Kendaraan RF Diperketat

Megapolitan
Masih Terapkan Ganjil Genap, Pemprov DKI Sebut untuk Batasi Mobilitas Warga Saat Kasus Covid-19 Naik

Masih Terapkan Ganjil Genap, Pemprov DKI Sebut untuk Batasi Mobilitas Warga Saat Kasus Covid-19 Naik

Megapolitan
Giring Terperosok di Sirkuit Formula E, Anies: Kasihan Waktunya Longgar

Giring Terperosok di Sirkuit Formula E, Anies: Kasihan Waktunya Longgar

Megapolitan
Empat Hari Jadi Korban Banjir, Warga Jurumudi Belum Juga Dapat Bantuan

Empat Hari Jadi Korban Banjir, Warga Jurumudi Belum Juga Dapat Bantuan

Megapolitan
Mobil Berpelat Khusus RF Terdampak Ganjil Genap, Ini Daftar Kendaraan yang Bebas dari Aturan

Mobil Berpelat Khusus RF Terdampak Ganjil Genap, Ini Daftar Kendaraan yang Bebas dari Aturan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.