Tak Semua Buruh Setuju Mogok...

Kompas.com - 24/11/2015, 12:28 WIB
Massa buruh menutup akses masuk dan keluar Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Jakarta Utara, Selasa (24/11/2015). KAHFI DIRGA CAHYA/KOMPAS.COMMassa buruh menutup akses masuk dan keluar Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Jakarta Utara, Selasa (24/11/2015).
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com — Rani (31) duduk di bawah pohon rindang di Kawasan Berikat Nusantara. Bersama teman sesama buruh, Rani bercengkerama perihal aksi mogok buruh di tempatnya.

"Kalau saya sebenarnya enggak suka demo dan mogok gini," kata Rani saat ditemui Kompas.com di kawasan KBN, Selasa (24/11/2015).

Rani bekerja di salah satu pabrik garmen di kawasan BKN. Selama hampir 10 tahun bekerja di kawasan BKN, pabrik Rani kerap disisir untuk berdemo oleh serikat pekerja.

"Ya, kita jadi ngikut keluar aja pas di-sweeping," ucap Rani.

Hari ini, Rani masuk pukul 07.30 WIB. Namun, sekitar pukul 08.00 WIB, ia dan ratusan buruh pabrik lainnya disuruh keluar untuk mengikuti aksi unjuk rasa.

Senada dengan Rani, Dian (20) pun tak ikut aksi demo. Ia memilih untuk pulang ke rumah.

"Kalau saya abis tadi disuruh keluar, langsung mau pulang. Panas banget soalnya," ujar Dian yang pulang ke arah Marunda.

Akibat aksi mogok dan demo ini, Dian harus mengganti waktu kerja pada hari lainnya.

"Tapi, saya juga dukung kalau mau demo gini, meski enggak ikut," ujar Dian.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disdik Kota Tangerang Minta Sekolah Tunda Tagih Uang Seragam hingga Buku

Disdik Kota Tangerang Minta Sekolah Tunda Tagih Uang Seragam hingga Buku

Megapolitan
Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Belum Berjalan Efektif di Pasar Kopro

Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Belum Berjalan Efektif di Pasar Kopro

Megapolitan
265 Karyawan Pabrik Unilever di Cikarang Jalani Tes PCR Setelah Ada Pegawai Positif Covid-19

265 Karyawan Pabrik Unilever di Cikarang Jalani Tes PCR Setelah Ada Pegawai Positif Covid-19

Megapolitan
Pedagang di Pasar Kopro Sudah Mulai Berjualan, tetapi Masih Sepi Pembeli

Pedagang di Pasar Kopro Sudah Mulai Berjualan, tetapi Masih Sepi Pembeli

Megapolitan
KPAI Minta Pemprov Jakarta Evaluasi Alat Ukur Seleksi Jalur Prestasi

KPAI Minta Pemprov Jakarta Evaluasi Alat Ukur Seleksi Jalur Prestasi

Megapolitan
Polisi Kantongi Ciri-ciri Pria yang Hendak Culik 8 Anak di Depok, Ada Tato Naga di Lengan

Polisi Kantongi Ciri-ciri Pria yang Hendak Culik 8 Anak di Depok, Ada Tato Naga di Lengan

Megapolitan
Pasar Kopro Sudah Buka, Belum Ada Aparat yang Awasi Jumlah Pengunjung

Pasar Kopro Sudah Buka, Belum Ada Aparat yang Awasi Jumlah Pengunjung

Megapolitan
KPAI: Warga Jakarta Paling Banyak Laporkan Masalah PPDB 2020

KPAI: Warga Jakarta Paling Banyak Laporkan Masalah PPDB 2020

Megapolitan
UPDATE 2 Juli: Tambah 198, Total 11.680 Kasus Covid-19 di Jakarta

UPDATE 2 Juli: Tambah 198, Total 11.680 Kasus Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Pastikan Tak Ada Lagi Penggunaan Kantong Plastik, Pengelola Pasar Cibubur Sidak Pedagang

Pastikan Tak Ada Lagi Penggunaan Kantong Plastik, Pengelola Pasar Cibubur Sidak Pedagang

Megapolitan
Pengganti Plastik, Pihak Pasar Akan Sediakan Kantong dari Daun Singkong

Pengganti Plastik, Pihak Pasar Akan Sediakan Kantong dari Daun Singkong

Megapolitan
Oknum Marinir Mabuk Saat Tusuk Serda Saputra, Begini Kronologinya

Oknum Marinir Mabuk Saat Tusuk Serda Saputra, Begini Kronologinya

Megapolitan
Terdapat 32.000 Lulusan SD, Daya Tampung SMPN di Kota Tangerang Hanya 10.600

Terdapat 32.000 Lulusan SD, Daya Tampung SMPN di Kota Tangerang Hanya 10.600

Megapolitan
Belum Ada Kasus, Dirut Yakin MRT Jakarta Aman dari Penularan Covid-19

Belum Ada Kasus, Dirut Yakin MRT Jakarta Aman dari Penularan Covid-19

Megapolitan
Tes Massal di Kantor Kecamatan Pamulang, 9 Warga Dinyatakan Reaktif Covid-19

Tes Massal di Kantor Kecamatan Pamulang, 9 Warga Dinyatakan Reaktif Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X