Kian Pintar, Penyelundupan Narkoba Bisa Tak Terdeteksi Alat

Kompas.com - 24/11/2015, 15:26 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri
TANGERANG, KOMPAS.com - Upaya penyelundupan narkoba semakin meningkat menjelang akhir tahun 2015. Baik melalui penumpang pesawat di bandara maupun penumpang kapal feri di pelabuhan.

"Penyelundupan narkotika dan psikotropika ke Indonesia tidak menunjukkan gejala penurunan. Dari bulan Agustus sampai November saja, sudah ada 19 upaya penyelundupan."

Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi di Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (24/11/2015) siang.

Dari kasus yang terungkap, Heru mendata, rata-rata setiap minggu minimal terjadi satu kasus upaya penyelundupan narkoba.


Modus yang digunakan pun beragam. Kurir atau tersangka yang membawa masuk narkoba ke Indonesia kini menggunakan cara-cara yang lebih detil untuk menghindari pemeriksaan petugas.

Modus yang terungkap dalam 19 kasus tersebut ada yang dimasukkan ke dalam tabung besi, disisipkan ke dalam kemasan kotak kue, disimpan di bawah lapisan meja lipat, hingga diselipkan di dalam kemasan teh.

Modus-modus itu tidak dapat dideteksi menggunakan alat. "Semua modus yang digunakan itu hampir tidak mungkin dideteksi kalau cuma mengandalkan alat. Petugas harus lebih jeli lagi," kata Heru.

Adapun temuan petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta dalam 19 kasus itu bernilai Rp 54 miliar, dengan rincian sabu 11 kilogram, ekstasi 1.292 butir, happy five 9.000 butir, xanax (obat penenang) 12 butir, dan synthetic cannabinoid atau ganja sintetis sebanyak 19 kilogram.

Sebanyak 15 tersangka yang diamankan kini ditangani oleh Polresta Bandara Soekarno-Hatta.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siswa Tewas Lompat dari Lantai 4 Sekolah, Menteri PPPA: Alarm bagi Kita Semua

Siswa Tewas Lompat dari Lantai 4 Sekolah, Menteri PPPA: Alarm bagi Kita Semua

Megapolitan
Atap Bocor Saat Hujan, Siswa SDN Samudrajaya 04 Kerap Dipulangkan

Atap Bocor Saat Hujan, Siswa SDN Samudrajaya 04 Kerap Dipulangkan

Megapolitan
Pengeras Suara Peringatan Dini Banjir di Kampung Melayu Tak Berfungsi Sejak 2017

Pengeras Suara Peringatan Dini Banjir di Kampung Melayu Tak Berfungsi Sejak 2017

Megapolitan
Seorang Pemuda Tewas Ditabrak Kereta di Bekasi

Seorang Pemuda Tewas Ditabrak Kereta di Bekasi

Megapolitan
BERITA FOTO: Kerusakan Bangunan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

BERITA FOTO: Kerusakan Bangunan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

Berita Foto
Pemkot Depok Gratiskan Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Bus di Subang

Pemkot Depok Gratiskan Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Bus di Subang

Megapolitan
RS Universitas Indonesia Rawat 33 Korban Kecelakaan Bus di Subang

RS Universitas Indonesia Rawat 33 Korban Kecelakaan Bus di Subang

Megapolitan
RSUD Depok Rawat 13 Korban Kecelakaan Bus di Subang

RSUD Depok Rawat 13 Korban Kecelakaan Bus di Subang

Megapolitan
Siswa SDN Samudrajaya 04 Bekasi Buat Video Minta Sekolahnya Diperbaiki

Siswa SDN Samudrajaya 04 Bekasi Buat Video Minta Sekolahnya Diperbaiki

Megapolitan
Soal Kecelakaan Bus di Tanjakan Emen Subang, YLKI: Uji Kir Sekadar Formalitas

Soal Kecelakaan Bus di Tanjakan Emen Subang, YLKI: Uji Kir Sekadar Formalitas

Megapolitan
Tertangkap Saat Kabur, Pembobol ATM Dikeroyok Warga di Bekasi

Tertangkap Saat Kabur, Pembobol ATM Dikeroyok Warga di Bekasi

Megapolitan
Sampah Jadi Penyebab Banjir di Jakarta Selatan

Sampah Jadi Penyebab Banjir di Jakarta Selatan

Megapolitan
Pemkot Depok Beri Santunan Korban Meninggal Kecelakaan Bus di Subang

Pemkot Depok Beri Santunan Korban Meninggal Kecelakaan Bus di Subang

Megapolitan
Ada Kebocoran Pipa, Sejumlah Wilayah Jakarta Gangguan Suplai Air Bersih Palyja

Ada Kebocoran Pipa, Sejumlah Wilayah Jakarta Gangguan Suplai Air Bersih Palyja

Megapolitan
YLKI Minta Penyebab Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang Segera Diusut

YLKI Minta Penyebab Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang Segera Diusut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X