Kompas.com - 25/11/2015, 17:11 WIB
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menanggapi pernyataan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana yang meyakini dirinya akan menjadi tersangka pengadaan uninterruptible power supply (UPS). 

"Aku enggak tahu. Itu nanti urusan polisi deh yang panggil," kata Basuki di Balai Kota, Rabu (25/11/2015). 

Menurut Basuki, jika dinilai bertanggung jawab dalam pengadaan UPS, ia akan dipanggil Bareskrim Polri. Sebab, kasus tersebut sudah masuk tahap investigasi.

"Nah, berarti kalau memang betul ada hubungan dengan saya, saya pasti dipanggil. Akan tetapi, kalau keterangan saya sudah cukup, ya tidak dipanggil," kata Basuki. 

Sebelumnya, Lulung merasa yakin, Basuki akan menjadi tersangka kasus korupsi pengadaan UPS. Keyakinan itu dia ungkapkan seusai diperiksa ulang di Bareskrim pada pagi tadi.

Lulung mengaku hanya ditanya dengan enam pertanyaan oleh penyidik. Mereka bertanya, apakah Pemprov DKI bertindak sebagai pelaksana lelang.

Lulung menjelaskan bahwa eksekutif tidak boleh melakukan lelang. Ia mengatakan kepada penyidik, jika UPS bisa masuk dalam anggaran, berarti ada "tangan jahil" di eksekutif. 

"Mungkin oknum di Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) dan BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah). BPKAD kan yang memberi nomor rekening, sedangkan yang mengizinkan lelang dan mengadakan biaya lelang adalah Gubernur," ujar Lulung.

"Semakin terang benderang bahwa yang paling bertanggung jawab itu adalah Gubernur. Makanya saya bilang, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama sudah dapat diduga menjadi tersangka," tambahnya. 

Dalam kasus ini, kepolisian sudah menetapkan empat tersangka. Dua orang di antaranya dari Pemprov DKI, yakni Alex Usman dan Zaenal Soleman.

Dua lainnya merupakan anggota DPRD DKI periode 2009-2014, yakni Muhammad Firmansyah dan Fahmi Zulfikar.

Kompas TV Haji Lulung Yakin Ahok Jadi Tersangka

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Pelajar di Benda Tangerang Dibacok Remaja yang Hendak Tawuran, Diduga Korban Salah Sasaran

Seorang Pelajar di Benda Tangerang Dibacok Remaja yang Hendak Tawuran, Diduga Korban Salah Sasaran

Megapolitan
Karyawan Situs Judi Online Disiksa Atasan: Ada Oknum Aparat Ikut Memukul

Karyawan Situs Judi Online Disiksa Atasan: Ada Oknum Aparat Ikut Memukul

Megapolitan
UPDATE 12 Agustus: Bertambah 285 Kasus Covid-19, Pasien Dirawat di Tangsel Kini 858 Orang

UPDATE 12 Agustus: Bertambah 285 Kasus Covid-19, Pasien Dirawat di Tangsel Kini 858 Orang

Megapolitan
Karyawan Situs Judi Online Disiksa Atasan Sejak April, Polres Jakut Hingga Kini Belum Tetapkan Tersangka

Karyawan Situs Judi Online Disiksa Atasan Sejak April, Polres Jakut Hingga Kini Belum Tetapkan Tersangka

Megapolitan
Mobil Tabrak Beton Pembatas Gerbang Tol Pondok Ranji, Diduga Sopir Mengantuk

Mobil Tabrak Beton Pembatas Gerbang Tol Pondok Ranji, Diduga Sopir Mengantuk

Megapolitan
Agar Penerapan Tarif Integrasi Efektif, DTKJ: Mutu Layanan Angkutan Umum Harus Ditingkatkan

Agar Penerapan Tarif Integrasi Efektif, DTKJ: Mutu Layanan Angkutan Umum Harus Ditingkatkan

Megapolitan
Polisi Tangkap 73 Pelajar terkait Pembacokan Seorang Pelajar di Benda Tangerang

Polisi Tangkap 73 Pelajar terkait Pembacokan Seorang Pelajar di Benda Tangerang

Megapolitan
3 Pencuri Ketahuan Bawa Motor Curian Setelah Melaju Beriringan, 1 Pelaku Tertinggal di Lokasi

3 Pencuri Ketahuan Bawa Motor Curian Setelah Melaju Beriringan, 1 Pelaku Tertinggal di Lokasi

Megapolitan
Tarif Integrasi Dinilai Efektif Dorong Masyarakat Naik Transportasi Umum, Ini Alasannya

Tarif Integrasi Dinilai Efektif Dorong Masyarakat Naik Transportasi Umum, Ini Alasannya

Megapolitan
Bangunan Lama Milik Kemenkeu di Kota Tua Jakarta Akan Dijadikan Lapak Resmi PKL

Bangunan Lama Milik Kemenkeu di Kota Tua Jakarta Akan Dijadikan Lapak Resmi PKL

Megapolitan
Cara ke Stasiun Gambir dari Depok Naik Transportasi Umum

Cara ke Stasiun Gambir dari Depok Naik Transportasi Umum

Megapolitan
Cara ke Stasiun Gambir dari Tangerang Naik Transportasi Umum

Cara ke Stasiun Gambir dari Tangerang Naik Transportasi Umum

Megapolitan
Cara ke Stasiun Gambir dari Bandara Soekarno Hatta

Cara ke Stasiun Gambir dari Bandara Soekarno Hatta

Megapolitan
Rute Kereta Argo Parahyangan dan Jadwalnya 2022

Rute Kereta Argo Parahyangan dan Jadwalnya 2022

Megapolitan
Cara ke Stasiun Gambir dari Bekasi Naik Transportasi Umum

Cara ke Stasiun Gambir dari Bekasi Naik Transportasi Umum

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.