Pemerkosa di JPO Pondok Pinang adalah Preman Tanpa Tempat Tinggal Tetap

Kompas.com - 27/11/2015, 15:58 WIB
Petugas membawa jenazah ITH, pelaku pemerkosaan dan perampokan RJ (23) di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Pondok Pinang, ke dalam kamar mayat RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (27/11/2015) KAHFI DIRGA CAHYA/KOMPAS.COMPetugas membawa jenazah ITH, pelaku pemerkosaan dan perampokan RJ (23) di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Pondok Pinang, ke dalam kamar mayat RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (27/11/2015)
|
EditorIcha Rastika
JAKARTA, KOMPAS.com - ITH (29), pelaku pemerkosaan dan perampokan karyawati berinisial di jembatan penyebrangan orang (JPO) di Pondok Pinang, Jakarta adalah preman yang kerap terlihat di sekitar lokasi.

ITH tewas ditembak polisi di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, karena dianggap melawan saat hendak ditangkap. (Baca: Sebelum Ditembak Mati, Pemerkosa di JPO Lawan Polisi dengan Golok)

"Pelaku preman dan sering berada di lokasi," kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Eko Hadi Santoso di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat.

Menurut dia, ITH tidak memiliki tempat tinggal tetap. Namun, pelaku sering terlihat di pangkalan angkutan umum daerah Ciputat, Jakarta Selatan.

"Tempat tinggal tidak tetap, namun sering berada di Pangkalan Angkutan Umum Koantas Bima di Roxy, Ciputat, Jaksel," ujar Eko. (Baca: Pemerkosa Karyawati di JPO Tewas Ditembak di Dada)

Selama ini, ITH kerap menjadi timer atau orang yang mengatur waktu keberangkatan bus Koantas Bima.

ITH ditetapkan sebagai pemerkosa dan perampok RJ setelah polisi melakukan surveillance dan mendalami ciri-ciri pelaku dari keterangan para saksi. 

Polisi pun menunjukan foto ITH kepada RJ untuk memastikan apakah benar pria tersebut yang menyerang RJ saat melintas di JPO Pondok Pinang malam itu. (Baca: Pemerkosa dan Perampok Karyawati di JPO Diidentifikasi Melalui Foto)

RJ kemudian ditemukan di daerah Slipi, Jakarta Barat dan dikejar hingga Jalan Wijaya, Jakarta Selatan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dituntut Tiga Tahun, Lucinta Luna Jalani Sidang Vonis Hari Ini

Dituntut Tiga Tahun, Lucinta Luna Jalani Sidang Vonis Hari Ini

Megapolitan
Ambulans bagi Pasien Covid-19 Gratis, Begini Prosedurnya

Ambulans bagi Pasien Covid-19 Gratis, Begini Prosedurnya

Megapolitan
PSMBK Kota Bogor, Zona Merah, dan Angka Kematian yang Meningkat

PSMBK Kota Bogor, Zona Merah, dan Angka Kematian yang Meningkat

Megapolitan
Anies Klaim Sudah Sediakan 100 Rumah Sakit Rujukan bagi Pasien Covid-19

Anies Klaim Sudah Sediakan 100 Rumah Sakit Rujukan bagi Pasien Covid-19

Megapolitan
5 dari 20 Daerah dengan Kasus Kematian Covid-19 Lebih dari 100 Ada di Jakarta

5 dari 20 Daerah dengan Kasus Kematian Covid-19 Lebih dari 100 Ada di Jakarta

Megapolitan
Anies: Isolasi Mandiri Bisa Dilakukan Sendiri atau Lewat Fasilitas Pemerintah

Anies: Isolasi Mandiri Bisa Dilakukan Sendiri atau Lewat Fasilitas Pemerintah

Megapolitan
Polisi Cekal dan Blokir KTP Cai Changpan yang Kabur dari Lapas Tangerang

Polisi Cekal dan Blokir KTP Cai Changpan yang Kabur dari Lapas Tangerang

Megapolitan
Pesawat Kembali karena Gangguan Teknis, Lion Air Minta Maaf

Pesawat Kembali karena Gangguan Teknis, Lion Air Minta Maaf

Megapolitan
Wagub DKI: Jangan Hanya Lihat Penyebaran Kasus Covid-19, Lihat Juga Angka Kesembuhan

Wagub DKI: Jangan Hanya Lihat Penyebaran Kasus Covid-19, Lihat Juga Angka Kesembuhan

Megapolitan
Bisnis Gelap Lomba Lari Liar, Kucing-Kucingan dengan Polisi hingga Bongkar 'Rahasia Dapur'

Bisnis Gelap Lomba Lari Liar, Kucing-Kucingan dengan Polisi hingga Bongkar "Rahasia Dapur"

Megapolitan
Polisi Lengkapi Berkas Perkara Kasus Pesta Seks Sejenis di Apartemen

Polisi Lengkapi Berkas Perkara Kasus Pesta Seks Sejenis di Apartemen

Megapolitan
89 Persen Kelurahan di Depok Zona Merah, Ini Datanya

89 Persen Kelurahan di Depok Zona Merah, Ini Datanya

Megapolitan
Tersisa 22 Persen Tempat Tidur Isolasi dan 19 Persen Tempat Tidur ICU bagi Pasien Covid-19 di Jakarta

Tersisa 22 Persen Tempat Tidur Isolasi dan 19 Persen Tempat Tidur ICU bagi Pasien Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Bahaya di Balik Manisnya Bola-bola Boba | Kabur dari Lapas, Cai Changpan Sempat ke Rumahnya

[POPULER JABODETABEK] Bahaya di Balik Manisnya Bola-bola Boba | Kabur dari Lapas, Cai Changpan Sempat ke Rumahnya

Megapolitan
Sederet Fakta Baru Kaburnya Terpidana Mati Cai Changpan dari Lapas Tangerang

Sederet Fakta Baru Kaburnya Terpidana Mati Cai Changpan dari Lapas Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X