"Kemungkinan Ahok Kena Batunya dalam Kasus RS Sumber Waras"

Kompas.com - 29/11/2015, 19:53 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Sabtu (28/11/2015) Kompas.com/Alsadad RudiGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Sabtu (28/11/2015)
|
EditorIcha Rastika
JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat politik Tjipta Lesmana menilai, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan terseret dalam kasus pembelian sebagian lahan Rumah Sakit Sumber Waras yang dinilai berpotensi menimbulkan kerugian negara.

"Ini kali kemungkinan kena batunya dalam kasus terkait pembelian lahan Sumber Waras," ujar Tjipta di Jakarta, Minggu (29/11/2015).

Terkait pembelian lahan ini, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah melakukan audit investigatif. BPK juga telah meminta keterangan Basuki dalam melakukan audit investigatif tersebut. (Baca: Abaikan Tudingan Ahok, BPK Fokus Rampungkan Audit Investigatif Pembelian Lahan Sumber Waras)

Menurut Tjipta, Basuki sebenarnya seorang pemimpin yang berani dan tegas. Hanya, Basuki memiliki kelemahan dalam komunikasi politik.

Salah satu contoh buruknya komunikasi politik Basuki adalah ketika ia membantah hasil temuan BPK terkait potensi kerugian negara dalam pembelian lahan RS Sumber Waras.

"Semua instansi, kalau keluar audit dari BPK, semua menerima, kecuali Ahok yang super-aneh. Langsung dia tuding Ketua BPK, ada apa nih?" kata Tjipta.

Tjipta menilai, Ahok terlalu yakin pada dirinya sendiri sampai-sampai tak terima jika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dituding melakukan pelanggaran. (Baca: Hadapi Rekomendasi BPK soal RS Sumber Waras, Ahok bak Makan Buah Simalakama)

Padahal, menurut dia, kemungkinan adanya pelanggaran pasti ada. Tjipta mencontohkan dugaan keterlibatan pejabat Pemprov DKI Jakarta dalam kasus dugaan korupsi uninterruptible power supply (UPS).

Dalam kasus ini, anak buah Basuki ditetapkan sebagai tersangka. "Ahok 1.000 persen percaya ini yang main DPRD. Sekarang sudah terbongkar ada satu atau dua pejabat DKI main kasus UPS, Ahok baru kaget," kata Tjipta.

Adapun kasus pembelian lahan RS Sumber Waras bermula dari temuan BPK. Lembaga audit eksternal tersebut menilai, pembelian sebagian lahan rumah sakit itu wanprestasi.

BPK menemukan adanya indikasi kerugian daerah sebesar Rp 191 miliar dalam pembelian sebagian lahan itu. (Baca: BPK Tak Akan Penuhi Permintaan Ahok)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Tangerang Keluarkan Seruan Penggunaan Masker di Luar Rumah

Pemkot Tangerang Keluarkan Seruan Penggunaan Masker di Luar Rumah

Megapolitan
[UPDATE] Covid-19 5 April di Depok: 64 Pasien Positif, 8 Meninggal

[UPDATE] Covid-19 5 April di Depok: 64 Pasien Positif, 8 Meninggal

Megapolitan
BMKG: Bekasi, Depok, dan Bogor Berpeluang Hujan Siang-Sore Nanti

BMKG: Bekasi, Depok, dan Bogor Berpeluang Hujan Siang-Sore Nanti

Megapolitan
[UPDATE] Covid-19 Depok: 126 dari 2.747 Warga Positif, Versi Rapid Test

[UPDATE] Covid-19 Depok: 126 dari 2.747 Warga Positif, Versi Rapid Test

Megapolitan
Pemkot Depok Bikin Pasar Online, Warga Tinggal Hubungi Pedagang untuk Belanja

Pemkot Depok Bikin Pasar Online, Warga Tinggal Hubungi Pedagang untuk Belanja

Megapolitan
Asyik Minum Kopi di Warkop, Pemuda Bekasi Meninggal Dikeroyok 50 Orang

Asyik Minum Kopi di Warkop, Pemuda Bekasi Meninggal Dikeroyok 50 Orang

Megapolitan
Seorang Pemuda Tewas akibat Tawuran Antardua Kelompok di Tebet

Seorang Pemuda Tewas akibat Tawuran Antardua Kelompok di Tebet

Megapolitan
PHK Massal di Tengah Pandemi Covid-19 dan Upaya Pemerintah Berikan Insentif

PHK Massal di Tengah Pandemi Covid-19 dan Upaya Pemerintah Berikan Insentif

Megapolitan
Polda Metro Jaya Kerahkan 60 Personel untuk Kawal Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Polda Metro Jaya Kerahkan 60 Personel untuk Kawal Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Pencabutan Kebijakan Ganjil Genap Diperpanjang Hingga 19 April 2020

Pencabutan Kebijakan Ganjil Genap Diperpanjang Hingga 19 April 2020

Megapolitan
Mau Keluar Rumah Hari Ini? Jangan Lupa Pakai Masker

Mau Keluar Rumah Hari Ini? Jangan Lupa Pakai Masker

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Physical Distancing Tak Terlaksana, Warga Padati Pasar | Penumpang Tanpa Masker Dilarang Masuk Stasiun

[POPULER JABODETABEK] Physical Distancing Tak Terlaksana, Warga Padati Pasar | Penumpang Tanpa Masker Dilarang Masuk Stasiun

Megapolitan
Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Megapolitan
Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Megapolitan
Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X