Ahok Tolak Lamaran Kepala Dinas PU Pemda Lain Jadi Kadis Tata Air DKI

Kompas.com - 03/12/2015, 14:52 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berdiskusi dengan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Agus Suradika saat pelantikan pejabat eselon di lingkungan Pemprov DKI, di Balai Kota, Jumat (27/11/2015). KOMPAS.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berdiskusi dengan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Agus Suradika saat pelantikan pejabat eselon di lingkungan Pemprov DKI, di Balai Kota, Jumat (27/11/2015).
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku sempat disambangi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum yang berada di daerah lain.

Kepala Dinas PU itu berencana melamar menjadi Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta. Dia mendengar, jabatan tersebut tengah kosong setelah Tri Djoko Sri Margianto mengundurkan diri. 

"Tadi pagi ada yang datang ke saya, ada Kepala Dinas PU dari daerah melamar ke saya. Dia bersedia jadi Kepala Dinas Tata Air DKI," kata Basuki, saat pelantikan pejabat eselon, di Balai Kota, Kamis (3/12/2015).  

Namun, Basuki menolak penawaran tersebut.

"Saya bilang, 'mohon maaf, saya masih banyak orang-orang hebat dan bagus-bagus di Pemprov DKI. Jadi saya belum bisa terima'," kata Basuki. 

Basuki baru akan menerima lamaran pejabat daerah itu jika PNS DKI sudah tidak bekerja optimal.

Saat ini, Basuki tengah memangkas birokrasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Bagi PNS yang tidak bekerja optimal, Basuki memastikan langsung menjadikan staf pejabat itu.

Selain dijadikan staf, pegawai itu tidak akan mendapat tunjangan kinerja daerah (TKD) lagi.

"Kalau sudah seperti itu, saya yakin lama-lama banyak yang berhenti dari PNS. Saya bilang ke Pak Wagub (Wakil Gubernur) dan Pak Sekda (Sekretaris Daerah), ini bisa menghemat anggaran sampai Rp 8 triliun," kata Basuki.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BOR Pasien Covid-19 di Jakarta Terisi 45 Persen dari 3.900, Belum Kapasitas Maksimal

BOR Pasien Covid-19 di Jakarta Terisi 45 Persen dari 3.900, Belum Kapasitas Maksimal

Megapolitan
Saat Lahan Bintaro Xchange Digugat oleh Warga yang Mengaku Ahli Waris

Saat Lahan Bintaro Xchange Digugat oleh Warga yang Mengaku Ahli Waris

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel Capai 98,3 Persen

UPDATE 27 Januari: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel Capai 98,3 Persen

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Tambah 425 Kasus di Kota Tangerang, 1.774 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 27 Januari: Tambah 425 Kasus di Kota Tangerang, 1.774 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Ini Kasus Penyekapan Pengusaha di Depok yang Bikin Oknum TNI Diseret ke Pengadilan Militer

Ini Kasus Penyekapan Pengusaha di Depok yang Bikin Oknum TNI Diseret ke Pengadilan Militer

Megapolitan
Akhir Pelarian Pemuda yang Bunuh Temannya di Bekasi karena Tak Diajak Cari Kerja

Akhir Pelarian Pemuda yang Bunuh Temannya di Bekasi karena Tak Diajak Cari Kerja

Megapolitan
3 Ruko di Pasar Cengkareng Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 3 Miliar

3 Ruko di Pasar Cengkareng Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 3 Miliar

Megapolitan
Praktik Pungli di Pasar Lama Tangerang Terungkap, Berdalih Uang Keamanan

Praktik Pungli di Pasar Lama Tangerang Terungkap, Berdalih Uang Keamanan

Megapolitan
Polisi Dalami Keterkaitan 2 Perusahaan Pinjol Ilegal yang Digerebek di PIK 2

Polisi Dalami Keterkaitan 2 Perusahaan Pinjol Ilegal yang Digerebek di PIK 2

Megapolitan
Kasus Covid-19 Makin Parah, Mengapa Jakarta Masih Terapkan PPKM Level 2?

Kasus Covid-19 Makin Parah, Mengapa Jakarta Masih Terapkan PPKM Level 2?

Megapolitan
Sampah Dibuang di Perbatasan Jaksel, Sudin LH: Sudah Diangkut, Ada Lagi

Sampah Dibuang di Perbatasan Jaksel, Sudin LH: Sudah Diangkut, Ada Lagi

Megapolitan
Dinkes DKI: 458.527 Orang Sudah Divaksinasi Booster di Jakarta

Dinkes DKI: 458.527 Orang Sudah Divaksinasi Booster di Jakarta

Megapolitan
Didemo Ahli Waris Lahan Bintaro Xchange, PT Jaya Real Property: Mal Dibangun Sah secara Hukum

Didemo Ahli Waris Lahan Bintaro Xchange, PT Jaya Real Property: Mal Dibangun Sah secara Hukum

Megapolitan
Oknum TNI yang Sekap Pengusaha di Depok Jalani Sidang Militer, Didakwa Pasal Berlapis

Oknum TNI yang Sekap Pengusaha di Depok Jalani Sidang Militer, Didakwa Pasal Berlapis

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Mengapa Dinkes DKI Anggap Sekolah Tatap Muka Masih Aman?

Kasus Covid-19 Melonjak, Mengapa Dinkes DKI Anggap Sekolah Tatap Muka Masih Aman?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.