Diperkirakan Ada Calon Independen, KPUD DKI Butuh Dana Lebih Besar

Kompas.com - 04/12/2015, 10:34 WIB
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Sumarno, seusai bertemu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Balai Kota, Kamis (3/12/2015). KOMPAS.com/Kurnia Sari AzizaKetua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Sumarno, seusai bertemu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Balai Kota, Kamis (3/12/2015).
Penulis Jessi Carina
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Sumarno mengatakan, kemungkinan adanya calon independen dalam Pilkada DKI 2017 membuat anggaran yang dibutuhkan lebih besar lagi.

Sebab, verifikasi KTP sebanyak 1 juta bukan hal yang mudah dan murah.

"Asumsinya ada 3 calon independen. Calon independen itu perlu anggaran besar karena harus diverifikasi KTP per KTP sejumlah dukungan," kata Sumarno di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (3/12/2015).

"Misalnya Pak Ahok mau menyerahkan 1 juta, berarti kalau tiga orang, jadi tiga juta. Kita harus verifikasi dengan teliti."

Akhirnya, anggaran yang diajukan untuk Pilkada DKI 2017 meningkat 2 kali lipat yaitu sebesar Rp 498 miliar untuk 2 putaran.

Sumarno mengatakan, anggaran sudah harus diusulkan dalam asumsi kondisi 2 putaran. Sebab, Pilkada di DKI berbeda dengan provinsi lain.

Pemenang Pilkada harus memperoleh suara dukungan sebanyak 50 persen lebih.

"Kalau ada calon yang memperoleh 1 putaran ya bisa. Kalau tidak kan berarti harus 2 putaran," ujar Sumarno.

Semua itu akan dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2016.

Anggaran tersebut meningkat 2 kali lipat dengan memperhitungkan potensi inflasi.

"Lalu di Pilkada serentak ada yang dibebankan kepada negara tekait biaya kampanye. Kalau alat peraga ditanggung KPU. Sosialisasi calon, debat publik, pencetakan baliho, poster, leaflet itu oleh KPU juga," ujar dia.

Sumarno mengatakan, anggaran tersebut disusun dengan asumsi ada 7 pasangan calon.

Jika pasangan calon yang muncul lebih sedikit, maka anggaran yang digunakan juga bisa lebih sedikit.

Untuk target pemilih di tahun 2017, KPUD menargetkan sebanyak 7,6 juta penduduk.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin 2 Terdakwa Kasus 192 Kg Ganja Divonis Mati, Kejari Kota Tangerang Ajukan Banding

Ingin 2 Terdakwa Kasus 192 Kg Ganja Divonis Mati, Kejari Kota Tangerang Ajukan Banding

Megapolitan
Dugaan Korupsi di Damkar Depok, Wakil Ketua DPRD: Kepala Dinas Harus Segera Klarifikasi

Dugaan Korupsi di Damkar Depok, Wakil Ketua DPRD: Kepala Dinas Harus Segera Klarifikasi

Megapolitan
Viral Pria Ditahan di Kedutaan Besar Rusia, Polisi Duga Alami Gangguan Jiwa

Viral Pria Ditahan di Kedutaan Besar Rusia, Polisi Duga Alami Gangguan Jiwa

Megapolitan
Seorang Pria Diamankan di Kedubes Rusia, Kapolres: Dia Ingin Dapat Tiket Pesawat ke Rusia

Seorang Pria Diamankan di Kedubes Rusia, Kapolres: Dia Ingin Dapat Tiket Pesawat ke Rusia

Megapolitan
Warga Johar Baru Minta JPO Dibongkar karena Sering Jadi Akses Tawuran

Warga Johar Baru Minta JPO Dibongkar karena Sering Jadi Akses Tawuran

Megapolitan
Menpan RB Peringatkan Petinggi Damkar Depok Tak Intimidasi Anggota yang Ungkap Dugaan Korupsi

Menpan RB Peringatkan Petinggi Damkar Depok Tak Intimidasi Anggota yang Ungkap Dugaan Korupsi

Megapolitan
Sederet Dampak Siklon Tropis 94W yang Bisa Muncul di Jakarta

Sederet Dampak Siklon Tropis 94W yang Bisa Muncul di Jakarta

Megapolitan
2 Remaja Ditangkap Bawa Celurit di Pondok Gede, Diduga Ingin Tawuran

2 Remaja Ditangkap Bawa Celurit di Pondok Gede, Diduga Ingin Tawuran

Megapolitan
Setahun Lagi Lengser, Anies Fokus Tuntaskan Program Kerjanya Tahun Depan

Setahun Lagi Lengser, Anies Fokus Tuntaskan Program Kerjanya Tahun Depan

Megapolitan
Banjir di Cipinang Melayu Surut Dini Hari, Aktivitas Warga Kembali Normal

Banjir di Cipinang Melayu Surut Dini Hari, Aktivitas Warga Kembali Normal

Megapolitan
Protes Dugaan Korupsi Damkar Depok, Sandi Dipanggil Kemendagri untuk Klarifikasi

Protes Dugaan Korupsi Damkar Depok, Sandi Dipanggil Kemendagri untuk Klarifikasi

Megapolitan
UPDATE 15 April: 1.338 Pasien Covid-19 Dirawat di RS Wisma Atlet Kemayoran

UPDATE 15 April: 1.338 Pasien Covid-19 Dirawat di RS Wisma Atlet Kemayoran

Megapolitan
Merasa Berjasa Menangkan Bima Arya, Rizieq Shihab Sesalkan Kenapa Pakai Jalur Hukum

Merasa Berjasa Menangkan Bima Arya, Rizieq Shihab Sesalkan Kenapa Pakai Jalur Hukum

Megapolitan
TKI Diperas Usai Isolasi Mandiri, RS Wisma Atlet Sebut Ulah Sopir Travel Liar

TKI Diperas Usai Isolasi Mandiri, RS Wisma Atlet Sebut Ulah Sopir Travel Liar

Megapolitan
1.595 Kasus Aktif Covid-19 di Depok, Ini Data Sebaran Tiap Kelurahan

1.595 Kasus Aktif Covid-19 di Depok, Ini Data Sebaran Tiap Kelurahan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X