Kompas.com - 12/12/2015, 14:35 WIB
Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Kepala Dinas Kesehatan DKI Kusmedi Priharto, Kepala Yayasan Kanker Indonesia (YKI) DKI Veronica Tan, dan Direktur Utama (Dirut) RSUD Pasar Minggu Theodora Carolina, saat peresmian RSUD Pasar Minggu, Sabtu (12/12/2015). KOMPAS.com/Kurnia Sari AzizaMenteri Kesehatan Nila Moeloek, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Kepala Dinas Kesehatan DKI Kusmedi Priharto, Kepala Yayasan Kanker Indonesia (YKI) DKI Veronica Tan, dan Direktur Utama (Dirut) RSUD Pasar Minggu Theodora Carolina, saat peresmian RSUD Pasar Minggu, Sabtu (12/12/2015).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan akan tetap membangun rumah sakit khusus kanker di lahan RS Sumber Waras, Jakarta Barat. Bahkan, Basuki mengklaim RS tersebut nantinya akan menjadi RS spesialis kanker terbaik dibanding RS swasta. 

"Kami akan bangun paliatif care di lahan bekas RS Sumber Waras dan bentuknya seperti apartemen," kata Basuki saat meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (12/12/2015). 

Basuki mengklaim Pemerintah Provinsi DKI telah mengantongi izin sertifikat kepemilikan lahan seluas 3,6 hektar di sana. Basuki berjanji ingin membangun rumah sakit terbaik bagi para penderita kanker.

Warga Jakarta penderita kanker yang sudah sampai stadium 4 dan harapan hidupnya menipis, kata dia, harus dirawat seperti layaknya warga berkecukupan.

"Kami akan bangun seperti apartemen yang sangat mewah. Ada ruang musik, ruang baca, bioskop, kolam renang, sauna, dan ruang fitnes kalau perlu," kata Basuki. 

Mendengar janji-janji Basuki itu, para tamu undangan yang menghadiri acara peresmian RSUD Pasar Minggu langsung bertepuk tangan.

"Ini dilakukan supaya orang penderita kanker stadium 4 bisa nikmati hidup sebelum kembali ke akhirat, siapa tahu malah panjang umur. Hati gembira itu obat. Dengan membuat paliatif care, hati penderita kanker jadi bahagia," kata Basuki. 

Di sisi lain, pembelian lahan RS Sumber Waras masih menjadi masalah. Saat ini, kasus tersebut sedang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebelumnya menemukan indikasi kerugian daerah pada pembelian lahan RS Sumber Waras mencapai Rp 191 miliar pada APBD Perubahan 2014.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Kembali Perpanjangan PPKM hingga 31 Mei

Anies Kembali Perpanjangan PPKM hingga 31 Mei

Megapolitan
Ada 9.291 Pergerakan Penumpang di Soekarno-Hatta pada Hari Terakhir Larangan Mudik

Ada 9.291 Pergerakan Penumpang di Soekarno-Hatta pada Hari Terakhir Larangan Mudik

Megapolitan
Berstatus Mantan Narapidana, Tuntutan Hukuman Rizieq Shihab dalam Kasus Kerumunan Diperberat

Berstatus Mantan Narapidana, Tuntutan Hukuman Rizieq Shihab dalam Kasus Kerumunan Diperberat

Megapolitan
Fakta Pelaku Pencurian dan Pemerkosaan Anak di Bekasi: Positif Narkoba, Ada Residivis, Aktor Utama Buron

Fakta Pelaku Pencurian dan Pemerkosaan Anak di Bekasi: Positif Narkoba, Ada Residivis, Aktor Utama Buron

Megapolitan
Komisioner KPK Berharap Bisa Segera Fokus pada Kerja Pemberantasan Korupsi Setelah Ada Pernyataan Presiden Soal TWK

Komisioner KPK Berharap Bisa Segera Fokus pada Kerja Pemberantasan Korupsi Setelah Ada Pernyataan Presiden Soal TWK

Megapolitan
Banjir Sempat Melanda Kampung Baru, Warga: Sudah Biasa

Banjir Sempat Melanda Kampung Baru, Warga: Sudah Biasa

Megapolitan
Warga Cimahpar Bogor Pasang Spanduk Tolak Pemudik yang Kembali Tanpa Surat Bebas Covid-19

Warga Cimahpar Bogor Pasang Spanduk Tolak Pemudik yang Kembali Tanpa Surat Bebas Covid-19

Megapolitan
5 Terdakwa Kasus Kerumunan Petamburan Dituntut Penjara Selama 1 Tahun 6 Bulan

5 Terdakwa Kasus Kerumunan Petamburan Dituntut Penjara Selama 1 Tahun 6 Bulan

Megapolitan
Banjir di 6 RT di Pondok Pinang Sudah Surut Senin Sore

Banjir di 6 RT di Pondok Pinang Sudah Surut Senin Sore

Megapolitan
Kasus Kerumunan Petamburan, Rizieq Shihab Dituntut Penjara Selama 2 Tahun

Kasus Kerumunan Petamburan, Rizieq Shihab Dituntut Penjara Selama 2 Tahun

Megapolitan
10.000 Rapid Test Antigen Gratis Disiapkan Dinkes Kota Tangerang untuk Antisipasi Lonjakan Covid-19

10.000 Rapid Test Antigen Gratis Disiapkan Dinkes Kota Tangerang untuk Antisipasi Lonjakan Covid-19

Megapolitan
Dinkes DKI Lanjutkan Vaksinasi AstraZeneca Selain Batch CTMAV547

Dinkes DKI Lanjutkan Vaksinasi AstraZeneca Selain Batch CTMAV547

Megapolitan
UPDATE 17 Mei: 21 Kasus Covid-19 Baru di Tangsel, 1 Pasien Meninggal

UPDATE 17 Mei: 21 Kasus Covid-19 Baru di Tangsel, 1 Pasien Meninggal

Megapolitan
Antisipasi Lonjakan Covid-19, Polisi Sediakan 3.400 Tes Antigen Gratis di Sejumlah Titik di Kota Tangerang

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Polisi Sediakan 3.400 Tes Antigen Gratis di Sejumlah Titik di Kota Tangerang

Megapolitan
Penumpang yang Tiba di Terminal Kalideres Dites Cepat Antigen Covid-19, Dua Positif

Penumpang yang Tiba di Terminal Kalideres Dites Cepat Antigen Covid-19, Dua Positif

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X