Kompas.com - 14/12/2015, 16:48 WIB
Lift yang terjatuh dari lantai 7 ke lantai 3 Tower B, Gedung Nestle, Perkantoran Arkadia, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (10/12/2015). ISTIMEWALift yang terjatuh dari lantai 7 ke lantai 3 Tower B, Gedung Nestle, Perkantoran Arkadia, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (10/12/2015).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Audie Latuheru mengatakan, emergency brake (rem darurat) di lift bekerja pada kecepatan tertentu.

Namun, untuk lift Gedung Nestle, ia belum bisa memastikan rem tersebut berfungsi secara normal atau tidak.

"Meskipun saya bukan teknisi, tapi saya tahu kalau rem darurat lift itu bekerja pada kecepatan tertentu. Misalnya kayak sabuk pengaman, kalau terlalu cepat ditarik, akan macet," kata Audie di Gedung Nestle, Jakarta Selatan, Senin (14/12/2015).

Untuk memastikan lebih jauh, Tim Labfor Mabes Polri akan memeriksa kondisi pengereman darurat dari lift Gedung Nestle. Namun, jika dilihat dari fakta di lapangan, lift Gedung Nestle tetap terjatuh dan tidak terganjal rem.

"Nanti diperiksa, apakah emergency brake bekerja atau tidak. Kalau bekerja, harusnya kecepatan belum melebihi apa yang disyaratkan," jelas Audie. (Baca: Polisi: Rem Otomatis Lift di Gedung Nestle Tak Berfungsi)

Sebelumnya, Kapolsek Pasar Minggu Komisaris Zaky mengatakan, indikator rem darurat lift Tower B, Gedung Nestle, menyala saat lift terjatuh, Kamis (10/12/2015). Namun, lift tersebut diketahui tetap terjun bebas dari lantai 7 ke lantai 3.

Akibatnya, dua orang di dalam lift, Dyah Setyoningrum dan Kia Agoes, meninggal dunia. Sementara itu, satu orang lagi, Abdul Rohman, mengalami patah tulang dan masih dirawat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekuriti Penusuk PSK di Apartemen Ciputat Sudah Siapkan Pisau Sebelum Berkencan

Sekuriti Penusuk PSK di Apartemen Ciputat Sudah Siapkan Pisau Sebelum Berkencan

Megapolitan
Tabrak Beton Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman, Mobil Avanza Terguling dan Ringsek

Tabrak Beton Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman, Mobil Avanza Terguling dan Ringsek

Megapolitan
Berkaca Kasus Konten TikTok Pembukaan Persalinan, IDI Jaksel Ingatkan Dokter Bijak Bermedsos

Berkaca Kasus Konten TikTok Pembukaan Persalinan, IDI Jaksel Ingatkan Dokter Bijak Bermedsos

Megapolitan
Minibus Tabrak Jalur Sepeda Permanen, Kadishub DKI Sebut Sopir Mengantuk

Minibus Tabrak Jalur Sepeda Permanen, Kadishub DKI Sebut Sopir Mengantuk

Megapolitan
IPM Kota Bogor Turun di Masa Pandemi, Pemkot Luncurkan Program Orangtua Asuh

IPM Kota Bogor Turun di Masa Pandemi, Pemkot Luncurkan Program Orangtua Asuh

Megapolitan
Pertahankan Keaslian Bangunan, Pengelola Minta Revitalisasi Tak Banyak Ubah Masjid Keramat Luar Batang

Pertahankan Keaslian Bangunan, Pengelola Minta Revitalisasi Tak Banyak Ubah Masjid Keramat Luar Batang

Megapolitan
Tak Mampu Bayar Setelah Berkencan, Sekuriti Tusuk PSK di Apartemen Ciputat

Tak Mampu Bayar Setelah Berkencan, Sekuriti Tusuk PSK di Apartemen Ciputat

Megapolitan
Revitalisasi Masjid Keramat Luar Batang Hampir Rampung, Siap Dibuka untuk Shalat Id

Revitalisasi Masjid Keramat Luar Batang Hampir Rampung, Siap Dibuka untuk Shalat Id

Megapolitan
Rizieq Shihab 'Ngamuk' Lagi ke Jaksa: Anda Pidanakan Maulid Nabi! Anda Ketakutan!

Rizieq Shihab "Ngamuk" Lagi ke Jaksa: Anda Pidanakan Maulid Nabi! Anda Ketakutan!

Megapolitan
Cerita Penyintas Covid-19 di Bogor Donasi Plasma Konvalesen Sambil Menunggu Buka Puasa

Cerita Penyintas Covid-19 di Bogor Donasi Plasma Konvalesen Sambil Menunggu Buka Puasa

Megapolitan
Cerita Saksi Saat Polisi Gerebek Penginapan di Tebet Terkait Kasus Prostitusi Anak

Cerita Saksi Saat Polisi Gerebek Penginapan di Tebet Terkait Kasus Prostitusi Anak

Megapolitan
Dishub DKI: Penumpang Kendaraan Pribadi dan Bus Tak Wajib Tes Covid-19 pada Masa Pengetatan Mudik

Dishub DKI: Penumpang Kendaraan Pribadi dan Bus Tak Wajib Tes Covid-19 pada Masa Pengetatan Mudik

Megapolitan
Polisi Telusuri Rekaman CCTV buat Cari Identitas Perempuan Pemotor yang Masuk Tol

Polisi Telusuri Rekaman CCTV buat Cari Identitas Perempuan Pemotor yang Masuk Tol

Megapolitan
Jakarta Tak Berlakukan SIKM pada 22 April-5 Mei dan 18-24 Mei 2021

Jakarta Tak Berlakukan SIKM pada 22 April-5 Mei dan 18-24 Mei 2021

Megapolitan
Kasus Pembacokan Pemuda di Kalideres, Polisi Sebut Pelaku Bikin Senjatanya Sendiri

Kasus Pembacokan Pemuda di Kalideres, Polisi Sebut Pelaku Bikin Senjatanya Sendiri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X