Uang Reses Anggota DPRD DKI Diusulkan Naik Jadi Rp 107 Juta

Kompas.com - 15/12/2015, 17:48 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama setelah bertemu Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik, di Balai Kota, Senin (14/12/2015). KOMPAS.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama setelah bertemu Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik, di Balai Kota, Senin (14/12/2015).
Penulis Jessi Carina
|
EditorIcha Rastika
JAKARTA, KOMPAS.com — Uang reses untuk anggota DPRD DKI Jakarta mengalami kenaikan pada tahun anggaran 2016.

Uang reses tersebut naik menjadi Rp 107 juta sekali reses. "Dulu kan Rp 64 juta sekali reses, sekarang jadi Rp 107 juta," ujar Sekretaris Dewan DKI Muhammad Yuliadi di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Selasa (15/12/2015).

Reses merupakan kesempatan anggota Dewan untuk mendatangi konstituen dan menampung aspirasi masyarakat. (Baca: Anggaran Laptop Anggota DPRD DKI Rp 10 Juta Per Unit)

Besaran dana reses ini sebenarnya sudah lama dikeluhkan anggota Dewan. Menurut mereka, anggaran reses selama ini terlalu kecil.

Uang Rp 64 juta yang ditetapkan selama ini hanya dapat digunakan maksimal untuk 6 kali pertemuan dengan masyarakat.

Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik menceritakan penggunaan uang reses berdasarkan pengalamannya.

Menurut dia, uang Rp 64 juta tersebut masih kurang untuk membiayai kegiatan anggota Dewan selama reses.

Dalam satu kegiatan, misalnya, ada lebih kurang 200 warga yang hadir. Dengan uang reses, anggota Dewan harus membiayai sewa tenda, sound system, hingga konsumsi.

Oleh karena itu, menurut Taufik, anggaran Rp 10 juta per kegiatan tidak cukup membiayai semua kebutuhan itu. (Baca: Usulkan Kenaikan Uang Dinas, Ketua DPRD Mengaku Ingin Kerja Sehat)

Alhasil, tidak jarang anggota Dewan harus merogoh kocek pribadinya. "Belum lagi kalau ada warga yang minta sumbangan," ujar dia.

Taufik mengatakan, rancangan anggaran ini sudah dimasukkan dalam Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2016.

Setelah dimasukkan dalam e-component, maka KUA-PPAS akan menjadi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI 2016. (Baca: Setelah Bertemu Taufik, Ahok Setuju Kenaikan Biaya Perjalanan Dinas )



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Garuda Indonesia Gelar Sayembara Desain Masker di Moncong Pesawat

Garuda Indonesia Gelar Sayembara Desain Masker di Moncong Pesawat

Megapolitan
Warga Kepulauan Seribu Keluhkan Kondisi Ekonomi akibat PSBB Jakarta

Warga Kepulauan Seribu Keluhkan Kondisi Ekonomi akibat PSBB Jakarta

Megapolitan
Polisi Masukkan Nama Cai Changpan ke Dalam DPO

Polisi Masukkan Nama Cai Changpan ke Dalam DPO

Megapolitan
Batasi Jam Operasional, Pemkot Bekasi Harap Pelaku Usaha Utamakan Kesehatan

Batasi Jam Operasional, Pemkot Bekasi Harap Pelaku Usaha Utamakan Kesehatan

Megapolitan
Warga Jakarta Pindah Tongkrongan ke Bodetabek, Wagub DKI Minta Perketat Protokol Kesehatan

Warga Jakarta Pindah Tongkrongan ke Bodetabek, Wagub DKI Minta Perketat Protokol Kesehatan

Megapolitan
Digemari Masyarakat, Ini Alasan Harga Janda Bolong Melambung

Digemari Masyarakat, Ini Alasan Harga Janda Bolong Melambung

Megapolitan
UPDATE 1 Oktober: Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel Capai 1.007 Orang

UPDATE 1 Oktober: Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel Capai 1.007 Orang

Megapolitan
Remaja Tewas Dibacok dalam Tawuran di Tengah Pandemi Covid-19

Remaja Tewas Dibacok dalam Tawuran di Tengah Pandemi Covid-19

Megapolitan
Kecelakaan hingga Mobil Terbalik di Tol JORR, Suami, Istri, dan Anak Selamat

Kecelakaan hingga Mobil Terbalik di Tol JORR, Suami, Istri, dan Anak Selamat

Megapolitan
Pangdam Jaya Sebut Belum Ada yang Kena Sanksi akibat Kericuhan di TMP Kalibata

Pangdam Jaya Sebut Belum Ada yang Kena Sanksi akibat Kericuhan di TMP Kalibata

Megapolitan
Satpol PP Bakal Segel Tempat Usaha di Kota Bekasi yang Beroperasi di Atas Pukul 18.00 WIB

Satpol PP Bakal Segel Tempat Usaha di Kota Bekasi yang Beroperasi di Atas Pukul 18.00 WIB

Megapolitan
Langkah Pengelola Atasi Anjloknya Jumlah Penumpang di Bandara Sekarno-Hatta Selama Pandemi

Langkah Pengelola Atasi Anjloknya Jumlah Penumpang di Bandara Sekarno-Hatta Selama Pandemi

Megapolitan
Kampanye di Buaran, Sara Janjikan Pusat Kesenian seperti TIM di Tangsel

Kampanye di Buaran, Sara Janjikan Pusat Kesenian seperti TIM di Tangsel

Megapolitan
Pasien OTG Meningkat, Pemprov DKI Terus Siagakan Fasilitas Isolasi Mandiri

Pasien OTG Meningkat, Pemprov DKI Terus Siagakan Fasilitas Isolasi Mandiri

Megapolitan
UPDATE 1 Oktober: Tambah 1.153, Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Sejak Maret Capai 75.521

UPDATE 1 Oktober: Tambah 1.153, Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Sejak Maret Capai 75.521

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X