Kadishub DKI Tak Mau Gegabah soal Larangan Ojek Kemenhub

Kompas.com - 18/12/2015, 11:38 WIB
Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah KAHFI DIRGA CAHYA/KOMPAS.COMKepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah angkat bicara soal larangan ojek dan taksi online dari Kementerian Perhubungan.

Khusus untuk ojek, Andri tak mau gegabah. "Enggak boleh gegabah. Harus memperhatikan faktor sosial," kata Andri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (18/12/2015).

Andri memastikan akan menggelar rapat terlebih dahulu dengan beberapa instansi terkait pelarangan ojek dan taksi online.

Dishubtrans DKI akan mengundang Kementerian Perhubungan sebagai pembuat aturan.

"Kami kaji dan rapatkan dulu. Tindakan apa saja yang akan kami ambil. Nanti kami akan undang Kemenhub. Saya juga belum lihat sepenuhnya," kata Andri.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian sebelumnya menegaskan belum berencana menindak ojek di wilayah hukumnya.

Sebab, ia akan mendiskusikan dulu dengan stakeholder terkait larangan ojek dan taksi online dari Kementerian Perhubungan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

SPBU MT Haryono Ditutup Setelah Kebakaran, Ini 2 SPBU Alternatif untuk Isi BBM

SPBU MT Haryono Ditutup Setelah Kebakaran, Ini 2 SPBU Alternatif untuk Isi BBM

Megapolitan
Kronologi Kebakaran di SPBU MT Haryono, Percikan Api Muncul Setelah Listrik Menyala

Kronologi Kebakaran di SPBU MT Haryono, Percikan Api Muncul Setelah Listrik Menyala

Megapolitan
Selama November, Depok Catat 'Kunjungan' Terbanyak Satwa Liar ke Permukiman

Selama November, Depok Catat "Kunjungan" Terbanyak Satwa Liar ke Permukiman

Megapolitan
Imbas Kerumunan Massa Rizieq Shihab, Camat Tanah Abang dan Lurah Petamburan Juga Dicopot

Imbas Kerumunan Massa Rizieq Shihab, Camat Tanah Abang dan Lurah Petamburan Juga Dicopot

Megapolitan
Data Tim Dokter Kota Bekasi: Semakin Lama Penyembuhan Pasien Covid-19 Berpenyakit Bawaan

Data Tim Dokter Kota Bekasi: Semakin Lama Penyembuhan Pasien Covid-19 Berpenyakit Bawaan

Megapolitan
Jelang Masa Tenang Pilkada Tangsel, Benyamin-Pilar Bakal Fokus Kampanye

Jelang Masa Tenang Pilkada Tangsel, Benyamin-Pilar Bakal Fokus Kampanye

Megapolitan
Ketersediaan Alat Tes Swab di Depok Menipis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Ketersediaan Alat Tes Swab di Depok Menipis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Megapolitan
Pertamina Tutup Sementara SPBU MT Haryono Setelah Kebakaran

Pertamina Tutup Sementara SPBU MT Haryono Setelah Kebakaran

Megapolitan
Pemkot Bekasi: Mayoritas Pasien Covid-19 yang Meninggal Berusia di Atas 50 Tahun dan Punya Komorbid

Pemkot Bekasi: Mayoritas Pasien Covid-19 yang Meninggal Berusia di Atas 50 Tahun dan Punya Komorbid

Megapolitan
Kebakaran di SPBU MT Haryono, Sopir Selamat Usai Loncat dari Mobil Tangki

Kebakaran di SPBU MT Haryono, Sopir Selamat Usai Loncat dari Mobil Tangki

Megapolitan
Pemkot Imbau Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan Selama Libur Akhir Tahun

Pemkot Imbau Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan Selama Libur Akhir Tahun

Megapolitan
Inovasi RW di Jatinegara, Manfaatkan Jelantah untuk Sedekah

Inovasi RW di Jatinegara, Manfaatkan Jelantah untuk Sedekah

Megapolitan
Seorang Sekuriti Diperiksa Terkait Kerumunan di Petamburan

Seorang Sekuriti Diperiksa Terkait Kerumunan di Petamburan

Megapolitan
Jika Tak Penuhi Panggilan Polisi Hari Ini, Rizieq Shihab dan Menantunya Akan Dipanggil Lagi Lusa

Jika Tak Penuhi Panggilan Polisi Hari Ini, Rizieq Shihab dan Menantunya Akan Dipanggil Lagi Lusa

Megapolitan
Tangsel Zona Merah, Wali Kota Airin: Kasus Covid-19 dan Kematian Meningkat

Tangsel Zona Merah, Wali Kota Airin: Kasus Covid-19 dan Kematian Meningkat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X