Kompas.com - 19/12/2015, 21:37 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Sunter Jaya, di Jakarta Utara, Jumat (18/12/2015). KOMPAS.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Sunter Jaya, di Jakarta Utara, Jumat (18/12/2015).
|
EditorIcha Rastika
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama optimistis serapan anggaran Pemprov DKI lebih dari 90 persen pada 2016.

Basuki yakin serapan anggaran akan tinggi karena satuan kerja perangkat daerah (SKPD) sudah mulai lelang proyek sejak kebijakan umum anggaran prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) disepakati.

"Pasti (serapan anggaran) di atas 90 persen logikanya, kecuali ada tambahan penghasilan atau penghematan," kata Basuki di gedung DPRD DKI Jakarta, Sabtu (19/12/2015).

Adapun yang dimaksud penghematan adalah menghindari alokasi anggaran yang tidak masuk akal. (Baca: JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama optimistis serapan anggaran Pemprov DKI lebih dari 90 persen pada 2016.

Basuki yakin serapan anggaran akan tinggi karena satuan kerja perangkat daerah (SKPD) sudah mulai lelang proyek sejak kebijakan umum anggaran prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) disepakati.

"Pasti (serapan anggaran) di atas 90 persen logikanya, kecuali ada tambahan penghasilan atau penghematan," kata Basuki di gedung DPRD DKI Jakarta, Sabtu (19/12/2015).

Adapun yang dimaksud penghematan adalah menghindari alokasi anggaran yang tidak masuk akal. (Baca: Penyerapan Anggaran DKI Jakarta Rp 69,28 Triliun hingga Pertengahan Desember)

Basuki mencontohkan alokasi anggaran untuk pembangunan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) yang dianggarkan Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI hingga Rp 3 miliar.

Di lain pihak, PT Pembangunan Jaya membangun RPTRA dengan anggaran Rp 600 juta. "Ya kami pilih BUMD untuk ikut lelang karena bisa hemat," sambung Basuki.

Uang hasil penghematan itu nantinya akan dialihkan ke APBD Perubahan 2016. Anggaran tersebut bakal dialokasikan untuk pembelian bus.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Pelaku Rekam Video Pakai Ponsel Korban

Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Pelaku Rekam Video Pakai Ponsel Korban

Megapolitan
Update 18 Mei: Tambah 12 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 60 Pasien Masih Dirawat

Update 18 Mei: Tambah 12 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 60 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Update 18 Mei: Bertambah 17, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Kini 84.232

Update 18 Mei: Bertambah 17, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Kini 84.232

Megapolitan
Kisah Tragis Eno Farihah Diperkosa dan Dibunuh dengan Pacul, Salah Satu Pelakunya Masih Remaja (1)

Kisah Tragis Eno Farihah Diperkosa dan Dibunuh dengan Pacul, Salah Satu Pelakunya Masih Remaja (1)

Megapolitan
Peringatan Dini BMKG: Potensi Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel, Jaktim, dan Bodebek

Peringatan Dini BMKG: Potensi Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel, Jaktim, dan Bodebek

Megapolitan
Pemkot Tangsel Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Hepatitis Akut

Pemkot Tangsel Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Hepatitis Akut

Megapolitan
Ocean Park BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Ocean Park BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Megapolitan
Cara Ke Tebet Eco Park Naik KRL, Transjakarta, dan Mikrotrans

Cara Ke Tebet Eco Park Naik KRL, Transjakarta, dan Mikrotrans

Megapolitan
Branchsto BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Branchsto BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Megapolitan
Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Awalnya Korban Tutupi Kejadian yang Dialaminya

Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Awalnya Korban Tutupi Kejadian yang Dialaminya

Megapolitan
Cegah Pohon Lain Tumbang, Camat Larangan Akan Pangkas Daun di Pohon Berdaun Lebat

Cegah Pohon Lain Tumbang, Camat Larangan Akan Pangkas Daun di Pohon Berdaun Lebat

Megapolitan
Cerita Peserta UTBK di UI, Kaget Soal Berbeda dengan Materi yang Dipelajari

Cerita Peserta UTBK di UI, Kaget Soal Berbeda dengan Materi yang Dipelajari

Megapolitan
Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 29

Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 29

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Aktif Sosialisasikan PPDB 2022 agar Orangtua Calon Siswa Tak Bingung

Pemprov DKI Diminta Aktif Sosialisasikan PPDB 2022 agar Orangtua Calon Siswa Tak Bingung

Megapolitan
Terpeleset ke Selokan Larangan Tangerang Saat Bermain Air, Bocah 3,5 Tahun Meninggal

Terpeleset ke Selokan Larangan Tangerang Saat Bermain Air, Bocah 3,5 Tahun Meninggal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.