Kompas.com - 26/12/2015, 03:33 WIB
Sejumlah jemaat saat mengikuti ibadah pertama saat Hari Raya Natal di GPIB Immanuel, Jakarta pada Jumat (25/12/2015) Dian Ardiahanni/Kompas.comSejumlah jemaat saat mengikuti ibadah pertama saat Hari Raya Natal di GPIB Immanuel, Jakarta pada Jumat (25/12/2015)
|
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com - Lewat ibadah berbahasa Belanda, para jemaat di GPIB Immanuel diajak untuk mengasah kemampuannya mengenai kata-kata asing dari negeri kincir tersebut.

"Saya memang sudah bisa Bahasa Belanda tapi tidak lancar. Ke sini jadi bisa belajar lagi," ujar Wilanda, seorang jemaat, usai mengikuti ibadah di GPIB Immanuel, Jumat (25/12/2015).

Ia mengaku bahwa tidak seluruh khotbah dari pendeta dipahaminya. Namun, ia tetap bisa mengikuti ibadah dengan khidmat. Wilanda mengatakan, ia mempelajari Bahasa Belanda dari kerabatnya.

"Saya dari Ambon, rata-rata keluarga memang masih banyak yang berbahasa Belanda," kata dia.

Selain Wilanda, salah satu jemaat lainnya, Magdalien (21) juga mengaku antusias saat mengikuti misa berbahasa Belanda tersebut.

"Selain belajar, di Jakarta kan jarang yang menyediakan ibadah dengan Bahasa Belanda. Ngasih pengalaman berbeda," ucap Magdalien.

Ia menambahkan, ibadah berbahasa ini harus terus diselenggarakan. Sebab kegiatan ini bisa menjadi tempat belajar Bahasa Belanda gratis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahasa Belanda memang rutin digunakan oleh GPIB Immanuel dalam jadwal ibadah tiap pekannya.

Menurut Pendeta Denny Matulapelwa, ibadah berbahasa Belanda ini merupakan bentuk pelestarian sejarah Indonesia. "Kami tidak ingin menghapus sejarah yang ada," ujar Denny.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jakarta-London Siap Berkolaborasi Perkuat Ketahanan Iklim

Jakarta-London Siap Berkolaborasi Perkuat Ketahanan Iklim

Megapolitan
3 Fakta Seputar Kasus Warga Bekasi Sempat Tak Bisa Divaksinasi karena NIK Dipakai Orang Lain

3 Fakta Seputar Kasus Warga Bekasi Sempat Tak Bisa Divaksinasi karena NIK Dipakai Orang Lain

Megapolitan
Pengadilan Tinggi Kuatkan Vonis 8 Bulan Penjara terhadap Rizieq Shihab di Kasus Petamburan

Pengadilan Tinggi Kuatkan Vonis 8 Bulan Penjara terhadap Rizieq Shihab di Kasus Petamburan

Megapolitan
4 Penyebab Dugaan Korupsi Damkar Depok Belum Terungkap Versi Kejaksaan

4 Penyebab Dugaan Korupsi Damkar Depok Belum Terungkap Versi Kejaksaan

Megapolitan
Vonis terhadap Rizieq pada Kasus Megamendung Dikuatkan di Tingkat Banding

Vonis terhadap Rizieq pada Kasus Megamendung Dikuatkan di Tingkat Banding

Megapolitan
UPDATE: Depok Catat Rekor Kasus Baru Covid-19 Terbanyak Kedua Selama Pandemi

UPDATE: Depok Catat Rekor Kasus Baru Covid-19 Terbanyak Kedua Selama Pandemi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Mayoritas Jabodetabek Berawan

Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Mayoritas Jabodetabek Berawan

Megapolitan
Jadwal dan Lokasi Mobil Vaksinasi Keliling Jakarta, Kamis 5 Agustus 2021

Jadwal dan Lokasi Mobil Vaksinasi Keliling Jakarta, Kamis 5 Agustus 2021

Megapolitan
Kejar Target, Vaksinasi Covid-19 untuk Siswa SMP di Kota Bekasi Digelar hingga Malam

Kejar Target, Vaksinasi Covid-19 untuk Siswa SMP di Kota Bekasi Digelar hingga Malam

Megapolitan
Selidiki Pungli Bansos di Kota Tangerang, Polisi Periksa 3 Orang Lagi

Selidiki Pungli Bansos di Kota Tangerang, Polisi Periksa 3 Orang Lagi

Megapolitan
Permudah Warga, Mobil Vaksinasi Keliling Dihadirkan di Cilandak Timur

Permudah Warga, Mobil Vaksinasi Keliling Dihadirkan di Cilandak Timur

Megapolitan
Dinsos Kota Tangerang Akan Salurkan Bansos Rp 300.000, Ini Kriteria Penerima Bantuan

Dinsos Kota Tangerang Akan Salurkan Bansos Rp 300.000, Ini Kriteria Penerima Bantuan

Megapolitan
Anggaran Baju DPRD Kota Tangerang Rp 675 Juta, Pengamat: Mana Sense of Crisis-nya?

Anggaran Baju DPRD Kota Tangerang Rp 675 Juta, Pengamat: Mana Sense of Crisis-nya?

Megapolitan
UPDATE 4 Agustus: Tangsel Catat 10.456 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 4 Agustus: Tangsel Catat 10.456 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Diduga Depresi karena Cerai, Seorang Wanita Nekat Lompat dari Lantai 5 Apartemen di Sunter

Diduga Depresi karena Cerai, Seorang Wanita Nekat Lompat dari Lantai 5 Apartemen di Sunter

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X