Ini Konsep Masa Depan Stasiun Manggarai

Kompas.com - 28/12/2015, 18:17 WIB
Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Muhammad Nurul Fadhila (kanan) didampingi Manajer Komunikasi Eva Chairunisa, di Stasiun Tebet, Senin (30/11/2015) Kompas.com/Alsadad RudiDirektur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Muhammad Nurul Fadhila (kanan) didampingi Manajer Komunikasi Eva Chairunisa, di Stasiun Tebet, Senin (30/11/2015)
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Tiga tahun mendatang, Stasiun Manggarai akan dipersiapkan menjadi stasiun transit terbesar yang tidak hanya menjadi titik pertemuan antar-relasi perjalanan kereta rel listrik (KRL) commuter line, tetapi juga titik awal pemberangkatan perjalanan kereta jarak jauh dan kereta Bandara Soekarno-Hatta.

"Manggarai akan jadi hub besar dan ditargetkan tiga tahun ke depan selesai," kata Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Muhammad Nurul Fadhila di Jakarta, Senin (28/12/2015).

Fadhila mengatakan, dengan fungsi stasiun tersebut, warga yang nantinya hendak berangkat ke luar kota, baik dengan menggunakan kereta maupun pesawat, dapat menggunakan layanan KRL commuter line terlebih dahulu untuk kemudian transit di Stasiun Manggarai.

Hal yang sama juga berlaku sebaliknya. (Baca: Naik Kereta Bandara, dari Manggarai ke Soekarno-Hatta 57 Menit)

"Dari bandara naik kereta sampai Manggarai, terus transit naik commuter line," ujar dia. 

Khusus untuk fungsinya sebagai stasiun kereta jarak jauh, Fadhila menyebut hal itu tidak lepas dari pembangunan jalur rel dwiganda atau double-double track dari Cikarang hingga Manggarai yang saat ini masih berlangsung. 

Fadhila mengatakan, dengan adanya jalur tersebut, kereta jarak jauh, baik yang tiba maupun berangkat dari Jakarta, tidak perlu lagi berbagi rel dengan KRL commuter line, seperti yang saat ini masih sering terjadi di jalur rel menuju Gambir.

"Kalau dipisah, perjalanan KRL bisa lebih tepat waktu. Nanti juga ada wacana dari Manggarai ke Gambir akan ada jalur sendiri untuk kereta jarak jauhnya," kata mantan Dirut PT Railink ini.

Saat ini, aktivitas pembangunan di Stasiun Manggarai terpantau telah dimulai, diawali dari pembangunan jalur rel hingga yang terbaru dan pembangunan terowongan untuk akses pejalan kaki yang hendak berpindah peron. (Baca: Akhir 2015, Bandara Soekarno-Hatta Punya Stasiun Kereta)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Megapolitan
Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Megapolitan
UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

Megapolitan
Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Megapolitan
Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

Megapolitan
Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

Megapolitan
Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

Megapolitan
Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

Megapolitan
Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

Megapolitan
Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

Megapolitan
Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

Megapolitan
Bupati Kepulauan Seribu: Pulau Sebaru Tak Jadi Dibuat Rumah Sakit Covid-19

Bupati Kepulauan Seribu: Pulau Sebaru Tak Jadi Dibuat Rumah Sakit Covid-19

Megapolitan
Pembersihan Lautan Sampah di Kampung Bengek dan Munculnya Kesadaran Warga Jaga Kebersihan

Pembersihan Lautan Sampah di Kampung Bengek dan Munculnya Kesadaran Warga Jaga Kebersihan

Megapolitan
Anggota TNI yang Ditusuk Tetangga di Jakarta Timur Kondisinya Membaik

Anggota TNI yang Ditusuk Tetangga di Jakarta Timur Kondisinya Membaik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X