Alat Pencatat Transaksi Online Diharapkan Kurangi "Permainan" Pajak

Kompas.com - 29/12/2015, 17:06 WIB
Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta Agus Bambang Setyowidodo menjelaskan cara menggunakan perangkat PC/POS kepada pemilik restoran Seafood Pelangi, Mince Pieter (49), Selasa (29/12/2015). Dengan alat POS, para wajib pajak seperti Mince bisa langsung menginput data transaksi penjualan usaha atau omzet usaha ke database Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta. 





Andri Donnal PuteraKepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta Agus Bambang Setyowidodo menjelaskan cara menggunakan perangkat PC/POS kepada pemilik restoran Seafood Pelangi, Mince Pieter (49), Selasa (29/12/2015). Dengan alat POS, para wajib pajak seperti Mince bisa langsung menginput data transaksi penjualan usaha atau omzet usaha ke database Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta.
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta Agus Bambang Setyowidodo meyakini alat pencatat transaksi online POS (Point of Sale) bisa mengurangi manipulasi pembayaran pajak yang biasa terjadi antara oknum petugas pajak dengan wajib pajak.

Hal itu diungkapkan Agus saat melakukan uji coba POS bagi wajib pajak restoran di Pelangi Seafood, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/12/2015).

"Alat POS ini istilahnya membuat tidak ada interest yang negatif, sehingga pembayaran pajak jadi lebih baik. Database-nya kan satu, jadi tidak perlu periksa yang lain lagi," kata Agus kepada pewarta.

Selama ini, dinilai ada manipulasi antara oknum petugas pajak dengan wajib pajak ketika mereka bertemu.

Ada pun kepentingan oknum petugas pajak menemui wajib pajak adalah untuk memeriksa laporan keuangan yang dibuat wajib pajak. Pada pertemuan tersebut, potensi manipulasi dan penyelewengan uang untuk pajak cukup sering terjadi.

Sedangkan, dengan menggunakan sistem online pada perangkat POS, data transaksi dari konsumen bisa langsung masuk ke database atau server Dinas Pelayanan Pajak.

Setiap transaksi beserta pajak restoran 10 persen akan tercatat dalam POS dan dapat ditelusuri langsung oleh petugas pajak. (Baca: Restoran Tak Akan Diperiksa Petugas Pajak Setelah Ada Alat Ini)

Hal itulah yang membuat petugas pajak tidak lagi perlu memeriksa laporan keuangan wajib pajak karena data melalui POS sudah valid dan real time.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejak Larangan Mudik, Hanya Satu Penerbangan Niaga dari Bandara Halim Perdanakusuma

Sejak Larangan Mudik, Hanya Satu Penerbangan Niaga dari Bandara Halim Perdanakusuma

Megapolitan
Pemprov DKI: Warga Jabodetabek Tak Perlu SIKM Keluar Masuk Jakarta

Pemprov DKI: Warga Jabodetabek Tak Perlu SIKM Keluar Masuk Jakarta

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Kebingungan Warga dan Pemda soal Larangan Mudik Lokal Jabodetabek

[POPULER JABODETABEK] Kebingungan Warga dan Pemda soal Larangan Mudik Lokal Jabodetabek

Megapolitan
Kebakaran di Kapuk Muara Diduga Akibat Korsleting Listrik, 65 Rumah Terbakar

Kebakaran di Kapuk Muara Diduga Akibat Korsleting Listrik, 65 Rumah Terbakar

Megapolitan
Kodam Jaya Kecam Upaya Perampasan Mobil yang Dibawa Anggota Babinsa Ketika Antar Orang Sakit

Kodam Jaya Kecam Upaya Perampasan Mobil yang Dibawa Anggota Babinsa Ketika Antar Orang Sakit

Megapolitan
Rumah Terbakar di Kapuk Muara Penjaringan

Rumah Terbakar di Kapuk Muara Penjaringan

Megapolitan
UPDATE 8 Mei: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 207 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 8 Mei: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 207 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Kompor Meledak Saat Sedang Buat Kue Lebaran, Dua Rumah Kontrakan di Cakung Terbakar

Kompor Meledak Saat Sedang Buat Kue Lebaran, Dua Rumah Kontrakan di Cakung Terbakar

Megapolitan
Masjid Jabalurrahmah, Tetap Berdiri Kokoh Diterjang Dahsyatnya Bencana Tanggul Situ Gintung Jebol

Masjid Jabalurrahmah, Tetap Berdiri Kokoh Diterjang Dahsyatnya Bencana Tanggul Situ Gintung Jebol

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi, 9 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya, Minggu 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya, Minggu 9 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Depok Hari Ini, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Depok Hari Ini, 9 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 9 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 9 Mei 2021

Megapolitan
Ada 100 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 3 Pasien Meninggal

Ada 100 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 3 Pasien Meninggal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X