Kompas.com - 02/01/2016, 15:01 WIB
Aparat kepolisian menghentikan pengendara sepeda motor Harley Davidson B 6168 ESG yang melintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (18/1/2015). Polisi menerapkan sanksi tilang bagi pengendara motor yang melintasi kawasan terlarang sepeda motor, yakni dari Jalan MH Thamrin sampai dengan Jalan Medan Merdeka Barat, mulai 18 Januari 2015. WARTA KOTA/HENRY LOPULALANAparat kepolisian menghentikan pengendara sepeda motor Harley Davidson B 6168 ESG yang melintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (18/1/2015). Polisi menerapkan sanksi tilang bagi pengendara motor yang melintasi kawasan terlarang sepeda motor, yakni dari Jalan MH Thamrin sampai dengan Jalan Medan Merdeka Barat, mulai 18 Januari 2015.
|
EditorSabrina Asril
JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengklasifikasikan beberapa kelompok yang paling sering melanggar alalu lintas sepanjang tahun 2015 di Jakarta,

Dari data tersebut, ada tiga golongan pelanggar lalu lintas yang cukup sering ditemukan kepolisian yakni karyawan swasta, pengemudi angkutan umum, dan pelajar atau mahasiswa.

"Untuk profesi pelanggar, ranking satu ada di karyawan swasta, ranking duanya pelajar, ranking tiga pengemudi angkutan umum," kata Kasubdit Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Budiyanto melalui keterangannya kepada Kompas.com, Sabtu (2/1/2016).

Adapun tren peningkatan pelanggaran lalu lintas karyawan swasta tahun 2015 dibanding tahun sebelumnya naik 28 persen. Sementara pelajar naik 12 persen, dan pengemudi angkutan umum naik 1 persen.

Sementara, jenis pelanggaran yang paling banyak dilakukan oleh karyawan swasta adalah melawan arus, dengan jumlah perkara sebanyak 169.499 kasus.

Dari sisi usia, pelanggar lalu lintas paling banyak berada pada rentang usia antara 16 sampai 30 tahun.

Sedangkan pengemudi angkutan umum yang paling banyak melanggar adalah pengemudi mikrolet.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari data ini, Budiyanto menyimpulkan, kedisiplinan masyarakat sebagai pengguna jalan masih rendah. Terlebih, jika ditotal, terjadi peningkatan tren pelanggaran lalu lintas di tahun 2015.

"Kesadaran masyarakat masih sangat rendah. Ada tren peningkatan 14,9 persen, 1.037.828 pelanggaran dibandingkan dengan tahun 2014 yang sebanyak 865.197 pelanggaran," tutur Budiyanto.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasien Covid-19 di RSUD Pasar Rebo Terus Menurun, Kini Ada 97 Orang yang Dirawat

Pasien Covid-19 di RSUD Pasar Rebo Terus Menurun, Kini Ada 97 Orang yang Dirawat

Megapolitan
UPDATE 2 Agustus: Jakarta Tambah 1.410 Kasus Covid-19

UPDATE 2 Agustus: Jakarta Tambah 1.410 Kasus Covid-19

Megapolitan
UPDATE 2 Agustus: 10.338 Pasien Covid-19 di Tangsel Masih Dirawat dan Isolasi Mandiri

UPDATE 2 Agustus: 10.338 Pasien Covid-19 di Tangsel Masih Dirawat dan Isolasi Mandiri

Megapolitan
Pendapatan Asli Daerah Anjlok, Wali Kota Bekasi Berharap PPKM Tak Diperpanjang

Pendapatan Asli Daerah Anjlok, Wali Kota Bekasi Berharap PPKM Tak Diperpanjang

Megapolitan
Tingkat Keterpakaian Tempat Tidur Pasien Rujukan Covid-19 di Jakbar Kini 55 Persen

Tingkat Keterpakaian Tempat Tidur Pasien Rujukan Covid-19 di Jakbar Kini 55 Persen

Megapolitan
Pemkot Jakarta Selatan Sebut Pekerja Wajib Vaksin demi Perlindungan Kesehatan

Pemkot Jakarta Selatan Sebut Pekerja Wajib Vaksin demi Perlindungan Kesehatan

Megapolitan
Kejar Target, Pemkot Tangsel Tunjuk Sejumlah Sekolah Jadi Sentra Vaksinasi Anak

Kejar Target, Pemkot Tangsel Tunjuk Sejumlah Sekolah Jadi Sentra Vaksinasi Anak

Megapolitan
Tarik Minat Warga, Peserta Vaksinasi di Kamal Muara Dapat 5 Kg Beras

Tarik Minat Warga, Peserta Vaksinasi di Kamal Muara Dapat 5 Kg Beras

Megapolitan
9.238 Orang Ikut Seleksi CPNS di Kota Tangerang, 4.563 Lolos Seleksi Administrasi

9.238 Orang Ikut Seleksi CPNS di Kota Tangerang, 4.563 Lolos Seleksi Administrasi

Megapolitan
Tanggapi Usulan Perubahan RPJMD, Fraksi Demokrat Minta Anies Tetap Penuhi Janji Rumah DP 0

Tanggapi Usulan Perubahan RPJMD, Fraksi Demokrat Minta Anies Tetap Penuhi Janji Rumah DP 0

Megapolitan
Sepi Penumpang, MRT Jakarta Sesuaikan Headway dan Tutup Sejumlah Stasiun

Sepi Penumpang, MRT Jakarta Sesuaikan Headway dan Tutup Sejumlah Stasiun

Megapolitan
Polisi Buru 6 Pelaku Tawuran di Bekasi yang Tewaskan Satu Orang

Polisi Buru 6 Pelaku Tawuran di Bekasi yang Tewaskan Satu Orang

Megapolitan
Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19, Tracing Dilakukan jika Satwa Bergejala Klinis

Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19, Tracing Dilakukan jika Satwa Bergejala Klinis

Megapolitan
89 Persen Pelajar di Wilayah I Jaktim Telah Divaksin, Kasudin: Tertinggi di DKI

89 Persen Pelajar di Wilayah I Jaktim Telah Divaksin, Kasudin: Tertinggi di DKI

Megapolitan
BOR Rumah Sakit di Kota Bekasi Turun, Kini Angkanya di Bawah Standar WHO

BOR Rumah Sakit di Kota Bekasi Turun, Kini Angkanya di Bawah Standar WHO

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X