Kompas.com - 04/01/2016, 18:09 WIB
Ribuan buruh di JIEP (Jakarta Industrial Estate Pulogadung), Jakarta Timur, menggelar konvoi kendaraan bermotor di dalam kawasan industri, Selasa (1/5/2013) pagi. Hal itu dilakukan sebelum para buruh beranjak menuju titik aksi utama, yakni jalan depan Istana Negara, Jakarta Pusat. Fabian Januarius KuwadoRibuan buruh di JIEP (Jakarta Industrial Estate Pulogadung), Jakarta Timur, menggelar konvoi kendaraan bermotor di dalam kawasan industri, Selasa (1/5/2013) pagi. Hal itu dilakukan sebelum para buruh beranjak menuju titik aksi utama, yakni jalan depan Istana Negara, Jakarta Pusat.
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Ratusan warga memblokade jalan akses masuk menuju Kawasan Industri Pulogadung (KIP) yang dikelola PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung di Jakarta Timur setelah pengelola menerapkan kebijakan sistem masuk berbayar, Senin (4/1/2016).

Warga yang kecewa dengan kebijakan pengelola ini meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membantu warga menyelesaikan solusi masalah tersebut.

"Kami minta Pak Ahok untuk bantu warga terkait masalah ini. Kami minta kebijakan itu dihapus," kata Ketua Forum RW Kelurahan Jatinegara, Khaerudin, kepada Kompas.com, Senin (4/1/2016).

Sebab, Khaerudin melanjutkan, penerapan itu nantinya akan mempersulit warga yang memanfaatkan jalan di kawasan KIP untuk beragam aktivitas, misalnya menuju sekolah, puskesmas, rumah sakit, dan pasar.

"Kami kecewa dengan pemberlakuan pembayaran ini. Masa, kami harus bayar kalau lewat? Padahal, karyawan sana kalau lewat jalan lingkungan kami sampai bikin macet bertahun-tahun tidak kami persoalkan," ujar Khaerudin.

Khaerudin juga membantah kalau pihak PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) sudah menyosialisasikan informasi terkait sistem berbayar itu kepada warga.

"Sosialisasi yang mana," tanya dia. (Baca: Demo, Warga Tolak Penerapan Sistem Berbayar untuk Masuk Industri Pulogadung)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan kebijakan itu, dia menganggap JIEP tidak memperhatikan warga di lingkungan sekitar. Terlebih lagi, ketika jalan rusak, yang berjuang untuk perbaikan, menurut dia, adalah para pengurus RW atau pengurus warga. Mereka yang mengajukan permohonan dalam musrembang dengan pihak pemda.

"Perbaikan jalan itu kami mesti nunggu lewat dana APBD," ujarnya.

Dengan hal ini, dia berharap bahwa pihak JIEP mengundang mereka lagi untuk melakukan pembahasan bersama atas masalah tersebut.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 17 Oktober: Bertambah 2 Kasus Covid-19 dan 7 Pasien Sembuh di Tangerang

UPDATE 17 Oktober: Bertambah 2 Kasus Covid-19 dan 7 Pasien Sembuh di Tangerang

Megapolitan
Minimarket di Condet Ambruk, Satu Orang Patah Tulang

Minimarket di Condet Ambruk, Satu Orang Patah Tulang

Megapolitan
Wagub DKI Singgung Masalah Listrik dan Puntung Rokok Penyebab Kebakaran di Ibu Kota

Wagub DKI Singgung Masalah Listrik dan Puntung Rokok Penyebab Kebakaran di Ibu Kota

Megapolitan
UPDATE 17 Oktober: Bertambah 8 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 17 Oktober: Bertambah 8 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
UPDATE 17 Oktober: DKI Jakarta Catat Penambahan 131 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 17 Oktober: DKI Jakarta Catat Penambahan 131 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Wagub: Ruang Terbuka Hijau di DKI Jakarta Segera Dibuka

Wagub: Ruang Terbuka Hijau di DKI Jakarta Segera Dibuka

Megapolitan
Bermula Request Lagu lalu Cekcok, 3 Pengunjung Bar Dikeroyok Sekuriti di Gading Serpong

Bermula Request Lagu lalu Cekcok, 3 Pengunjung Bar Dikeroyok Sekuriti di Gading Serpong

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Pengeroyok Pria yang Tewas di Gunung Antang, Jaktim

Polisi Tangkap 2 Pengeroyok Pria yang Tewas di Gunung Antang, Jaktim

Megapolitan
Update 17 Oktober: Ada 18.388 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Update 17 Oktober: Ada 18.388 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Megapolitan
Koni Kota Bekasi Akan Gelar Penyambutan untuk Atletnya yang Berlaga di PON XX Papua

Koni Kota Bekasi Akan Gelar Penyambutan untuk Atletnya yang Berlaga di PON XX Papua

Megapolitan
Holywings Cafe Kembali Digerebek karena Langgar PPKM, Kali ini di Cabang Tebet

Holywings Cafe Kembali Digerebek karena Langgar PPKM, Kali ini di Cabang Tebet

Megapolitan
Puluhan Remaja yang Diduga Hendak Tawuran di Dekat Mal Kalibata Dibubarkan Polisi

Puluhan Remaja yang Diduga Hendak Tawuran di Dekat Mal Kalibata Dibubarkan Polisi

Megapolitan
Koni Kota Bekasi Sebut Perwakilannya Raih 34 Medali di PON XX Papua

Koni Kota Bekasi Sebut Perwakilannya Raih 34 Medali di PON XX Papua

Megapolitan
Wagub Sebut Ada Rencana Ruas Jalan di Jakarta Gunakan Nama Presiden Pertama Turki

Wagub Sebut Ada Rencana Ruas Jalan di Jakarta Gunakan Nama Presiden Pertama Turki

Megapolitan
Buntut Penggerebekan Kantor Pinjol Ilegal di Jakbar, 6 Orang Jadi Tersangka

Buntut Penggerebekan Kantor Pinjol Ilegal di Jakbar, 6 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.