Warga Petogogan: Dulu Banjirnya Seharian, Sekarang Cepat Surut

Kompas.com - 05/01/2016, 16:20 WIB
Suku Dinas Tata Air Jakarta Selatan mengeruk lumpur di Sungai Krukut, di kawasan Petogogan, Jumat (28/8/2015). Kompas.com/Unoviana KartikaSuku Dinas Tata Air Jakarta Selatan mengeruk lumpur di Sungai Krukut, di kawasan Petogogan, Jumat (28/8/2015).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Banjir yang sempat menggenangi rumah warga di Petogogan beberapa waktu lalu kini sudah surut. Tak ada lagi genangan air di sekitar rumah ataupun got-got yang tampak meluap.

Seorang warga RT 08 RW 03 Kelurahan Petogogan, Sanim (50), mengatakan, banjir itu surut dalam waktu sekitar satu jam saja.

Menurut dia, ini karena lumpur di Kali Krukut yang telah dikeruk. Sebab, sebelum pengerukan, genangan air tak bisa surut dalam waktu singkat.

"Biasanya mah sampai seharian. Dari pagi sampai malam masih saja genangannya ada," ujar Sanim kepada Kompas.com, Jakarta, Selasa (5/1/2016).

Tak hanya Sanim, Yuli (30) juga berujar bahwa genangan air yang cepat surut itu sudah mulai terjadi sejak akhir tahun lalu.

"Malam minggu memang sempat banjir, tapi surutnya cepat. Nah, mulai begini sekitar akhir November atau awal Desember lalu," ucap Yuli.

Senada dengan Sanim, Yuli pun berpendapat bahwa hal ini disebabkan oleh pengerukan di Kali Krukut.

"Ini karena kalinya sudah dikeruk nih. Kalau dulu sebelum dikeruk juga enggak tahu tiba-tiba banjir dan surutnya lama," imbuhnya.

Petogogan merupakan salah satu wilayah yang rutin terkena banjir di Jakarta Selatan. Pada 2007, genangan air mencapai tiga meter. Sementara pada 2014, ketinggian air sampai 1,5 meter.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI: Vaksin Covid-19 Diutamakan untuk Tenaga Kesehatan

Wagub DKI: Vaksin Covid-19 Diutamakan untuk Tenaga Kesehatan

Megapolitan
33 Pelajar Diamankan Saat Demo di Sekitar Istana, Kapolda Duga Kelompok Anarko

33 Pelajar Diamankan Saat Demo di Sekitar Istana, Kapolda Duga Kelompok Anarko

Megapolitan
Demonstran Tolak UU Cipta Kerja Tak Diizinkan Mendekat ke Istana

Demonstran Tolak UU Cipta Kerja Tak Diizinkan Mendekat ke Istana

Megapolitan
Kapolda Mengaku Bakal Mediasi Pedemo UU Cipta Kerja dengan KSP

Kapolda Mengaku Bakal Mediasi Pedemo UU Cipta Kerja dengan KSP

Megapolitan
PSBB ke-12 Selama Sebulan, Bagaimana Dampaknya pada Kasus Covid-19 di Kota Tangerang?

PSBB ke-12 Selama Sebulan, Bagaimana Dampaknya pada Kasus Covid-19 di Kota Tangerang?

Megapolitan
Massa Buruh dan Mahasiswa Demo Tolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda

Massa Buruh dan Mahasiswa Demo Tolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda

Megapolitan
BEM SI Ultimatum Presiden Jokowi untuk Terbitkan Perppu dalam 8x24 Jam

BEM SI Ultimatum Presiden Jokowi untuk Terbitkan Perppu dalam 8x24 Jam

Megapolitan
Cegah Demo Disusupi Kelompok Anarko, Pengamanan di Kawasan Mampang Diperketat

Cegah Demo Disusupi Kelompok Anarko, Pengamanan di Kawasan Mampang Diperketat

Megapolitan
Proyek Rumah DP Rp 0 di 4 Lokasi di Jakarta Tetap Berjalan Selama Pandemi Covid-19

Proyek Rumah DP Rp 0 di 4 Lokasi di Jakarta Tetap Berjalan Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Unjuk Rasa Mahasiswa di Istana Bogor Diwarnai Aksi Bakar Ban

Unjuk Rasa Mahasiswa di Istana Bogor Diwarnai Aksi Bakar Ban

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Bongkar Rumah di Bantaran Sungai, Apakah Sesuai dengan Janji Anies Saat Kampanye?

Pemprov DKI Akan Bongkar Rumah di Bantaran Sungai, Apakah Sesuai dengan Janji Anies Saat Kampanye?

Megapolitan
Mahasiswa Unjuk Rasa di Istana Bogor Jelang Kedatangan PM Jepang

Mahasiswa Unjuk Rasa di Istana Bogor Jelang Kedatangan PM Jepang

Megapolitan
Berkaca Demo Sebelumnya, Wagub DKI Minta Para Pedemo Lakukan Rapid Test

Berkaca Demo Sebelumnya, Wagub DKI Minta Para Pedemo Lakukan Rapid Test

Megapolitan
Demo Tolak Omnibus Law, Gerombolan Pelajar Berkumpul dan Hentikan Mobil Pikap di Harmoni

Demo Tolak Omnibus Law, Gerombolan Pelajar Berkumpul dan Hentikan Mobil Pikap di Harmoni

Megapolitan
Massa BEM SI Gelar Aksi Teatrikal Sindir Matinya Demokrasi di Indonesia

Massa BEM SI Gelar Aksi Teatrikal Sindir Matinya Demokrasi di Indonesia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X