Kompas.com - 13/01/2016, 06:06 WIB
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Raut wajah T (12) tampak kesakitan. Ia terbaring lemas di ruang Teratai, Rumah Sakit Prikasih, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Selasa (12/1/2016). T diduga dipukuli oknum TNI AL lantaran dituduh mencuri burung salah satu anggota.

T awalnya bersama teman-temannya bermain di Kompleks TNI AL di Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (10/1/2016) siang. Ia masuk menggunakan sepeda motor bersama dua rekannya.

"Pertama, main layangan dulu. Ada layangan putus. Saya sama teman mau ngejar," kata T dengan suara sedikit terbata kepada Kompas.com di RS Prikasih, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Selasa.

Saat di jalan, ia diledeki oleh salah satu temannya dan memilih untuk turun dengan lompat dari sepeda motor. T kemudian lari dan bertemu salah satu oknum TNI AL.

"Disangkanya saya maling burung. Terus saya bilang, saya enggak nyuri dan ngambil burung orang lain," kata T.

Oknum tersebut tak lantas percaya dan membawa T untuk melihat kandang burungnya. Saat dilihat, di dalam kandang burung tersebut hanya ada bulu.

"Nah, saya disangka ngambil burung itu karena kabur-kaburan kayak ngambil burung itu," tambah T. (Baca: Dituduh Curi Burung, Bocah Kelas VI SD Diduga Dipukuli Oknum TNI AL)

Diarahkan pistol

Bahkan, T melanjutkan, oknum tersebut meminta istrinya untuk mengambil pistol. T yang saat itu mendengar langsung ketakutan. Ia juga menjelaskan bahwa pistol tersebut sempat diarahkan ke dirinya.

"Suaminya bilang ke istrinya, ambilkan pistol. Saya bilang jangan, Pak, jangan. Saya takut mati. Masa depan saya belum sampai. Pistolnya sudah diginiin (diarahkan)," kata T.

T disuruh duduk, tetapi ia tak mau. Akhirnya, T dibawa oleh oknum tersebut dengan sepeda motor ke pos. Tak berselang lama, oknum TNI AL lainnya datang setelah dipanggil.

"Saya disuruh duduk dan suruh ngaku," kata T.

Namun, T bersikeras bahwa ia tak mencuri. Karena tak mengaku, ia pun dipukul oleh oknum tersebut.

"Terus saya dipukuli pakai selang air dan gagang sapu. Yang mukulin tiga orang, ganti-gantian," kata T.

Rambutnya juga sempat dicukur menggunakan pisau belati milik oknum TNI. T melanjutkan, ia juga diikat di tiang.

"Iya, sempat diikat di tiang kayak tempat tenda. Saya sebelah sininya, pojok," kata T.

Ia mengatakan, tidak semua yang memukulnya memakai seragam. Hanya beberapa yang pakai seragam lengkap. "Beberapa aja yang pakai seragam," kata T.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Taman Kelinci Bambu Apus: Harga Tiket dan Jam Operasionalnya

Taman Kelinci Bambu Apus: Harga Tiket dan Jam Operasionalnya

Megapolitan
Tingkat Keterisian Tempat Tidur RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Naik Jadi 14 Persen

Tingkat Keterisian Tempat Tidur RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Naik Jadi 14 Persen

Megapolitan
Cegah Tawuran, Pemkot Jaksel Siapkan Anggaran Rp 250 Juta

Cegah Tawuran, Pemkot Jaksel Siapkan Anggaran Rp 250 Juta

Megapolitan
Polisi Musnahkan 32,5 Kg Sabu dan 5 Kg Ganja Hasil Pengungkapan Kasus dari Maret hingga Juni 2022

Polisi Musnahkan 32,5 Kg Sabu dan 5 Kg Ganja Hasil Pengungkapan Kasus dari Maret hingga Juni 2022

Megapolitan
Pembangunan Sanitasi Layak di Setu Dilakukan di Tiga Kelurahan pada Tahun Ini

Pembangunan Sanitasi Layak di Setu Dilakukan di Tiga Kelurahan pada Tahun Ini

Megapolitan
BOR di RS Depok Masih Aman meski Kasus Covid-19 Meningkat

BOR di RS Depok Masih Aman meski Kasus Covid-19 Meningkat

Megapolitan
Korban Penusukan oleh Pria Beratribut Polisi di Bekasi Mengaku Tak Kenal Pelaku

Korban Penusukan oleh Pria Beratribut Polisi di Bekasi Mengaku Tak Kenal Pelaku

Megapolitan
Sepanjang Juni 2022, Camat Setu Bangun 13 dari 20 Sanitasi yang Ditargetkan

Sepanjang Juni 2022, Camat Setu Bangun 13 dari 20 Sanitasi yang Ditargetkan

Megapolitan
Anies Bangun Kampung Gembira, Pengamat: Jangan Sampai Langgar Tata Ruang

Anies Bangun Kampung Gembira, Pengamat: Jangan Sampai Langgar Tata Ruang

Megapolitan
Belasan Santriwati di Ponpes Depok Dicabuli Ustaz hingga Kakak Kelas, Pemkot Depok Beri Pendampingan Psikologis

Belasan Santriwati di Ponpes Depok Dicabuli Ustaz hingga Kakak Kelas, Pemkot Depok Beri Pendampingan Psikologis

Megapolitan
Kronologi Penusukan Ibu dan Anak oleh Pria Beratribut Polisi di Bekasi...

Kronologi Penusukan Ibu dan Anak oleh Pria Beratribut Polisi di Bekasi...

Megapolitan
Pria Beratribut Polisi Tusuk Ibu dan Anak di Bekasi, Polsek Bantargebang Lakukan Penyelidikan

Pria Beratribut Polisi Tusuk Ibu dan Anak di Bekasi, Polsek Bantargebang Lakukan Penyelidikan

Megapolitan
JIS Bakal Jadi Lokasi Shalat Idul Adha 2022, Kapasitas hingga 20.000 Jemaah

JIS Bakal Jadi Lokasi Shalat Idul Adha 2022, Kapasitas hingga 20.000 Jemaah

Megapolitan
Peringati Hari Bhayangkara 2022, Sebanyak 1.641 Personel Polda Metro Jaya Naik Pangkat Satu Tingkat

Peringati Hari Bhayangkara 2022, Sebanyak 1.641 Personel Polda Metro Jaya Naik Pangkat Satu Tingkat

Megapolitan
Lurah Tanah Tinggi Klaim Warga Dapat Sosialisasi Perubahan Nama Jalan, Kantornya Langsung Digeruduk

Lurah Tanah Tinggi Klaim Warga Dapat Sosialisasi Perubahan Nama Jalan, Kantornya Langsung Digeruduk

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.