Jiwasraya Mengaku Dimintai Rp 3 Miliar, Diana Membantah

Kompas.com - 13/01/2016, 12:56 WIB
Diana (47) saat berbincang dengan teman-temannya yang berkunjung ke rumahnya di Jalan Taman Kebon Sirih III, Nomor 9, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat itu, Selasa (12/1/2016). Diana merupakan warga yang rumahnya sempat disegel oleh PT Asuransi Jiwasraya. Akibatnya, selama hampir sepekan ia dan keluarganya tidak memiliki akses dengan lingkungan di sekitarnya. Kompas.com/Alsadad RudiDiana (47) saat berbincang dengan teman-temannya yang berkunjung ke rumahnya di Jalan Taman Kebon Sirih III, Nomor 9, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat itu, Selasa (12/1/2016). Diana merupakan warga yang rumahnya sempat disegel oleh PT Asuransi Jiwasraya. Akibatnya, selama hampir sepekan ia dan keluarganya tidak memiliki akses dengan lingkungan di sekitarnya.
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com — Diana (47) yang kediamannya di Jalan Taman Kebon Sirih 3 sempat disegel oleh PT Asuransi Jiwasraya disebut pernah meminta Rp 3 miliar kepada PT Jiwasraya.

"Dia (Diana) mintanya melalui pengacaranya terdahulu. Nilainya sampai Rp 3 miliar," kata kuasa hukum PT Asuransi Jiwasraya, Nurwidiatmo, kepada Kompas.com, Kamis (13/1/2016).

Nur mengatakan, permintaan itu dilontarkan pihak Diana sekitar dua bulan lalu. Jiwasraya menolak untuk menyanggupi permintaan tersebut.

"Dia memang mau memanfaatkan situasi ini karena dia mintanya enggak keruan," ucap Nur.

Menanggapi pernyataan itu, Diana membantahnya. Dia menganggap pernyataan pihak PT Jiwasraya adalah bohong.

"Enggak pernah, itu bohong. Sama pengacara yang dulu juga enggak pernah," kata Diana.

Menurut Diana, dalam mediasi yang pernah dilakukan, pihak Jiwasraya selalu menggagalkannya. Jiwasraya, kata dia, menolak memberi ganti rugi, hanya mau memberi uang kerahiman.

"Alasannya, dia perusahaan negara, BUMN. Jadi, dia enggak mau ganti rugi," kata Diana.

Diana mengatakan, mediasi itu pernah dilakukan sebanyak dua kali, sekitar tahun 2007 dan 2008 lalu. Mediasi pertama dilakukan dengan Dinas Perumahan DKI Jakarta dan kedua dengan Badan Pertahanan Nasional Jakarta Pusat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terus Bertambah, Ini Daftar Pejabat Pemprov DKI yang Positif Covid-19

Terus Bertambah, Ini Daftar Pejabat Pemprov DKI yang Positif Covid-19

Megapolitan
Pemutusan Kabel Rumah Pompa Dukuh Atas Diduga Ulah Pemulung, Bukan Sabotase

Pemutusan Kabel Rumah Pompa Dukuh Atas Diduga Ulah Pemulung, Bukan Sabotase

Megapolitan
500 Ton Sampah Kota Bekasi Tak Terangkut ke TPA Setiap Hari

500 Ton Sampah Kota Bekasi Tak Terangkut ke TPA Setiap Hari

Megapolitan
Ditemukan Kerumunan sampai 100 Orang, Hotel California Jakpus Disegel

Ditemukan Kerumunan sampai 100 Orang, Hotel California Jakpus Disegel

Megapolitan
Jasa Marga: Tumpukan Sampah di Bekasi Barat Bukan Buangan Pengguna Jalan Tol

Jasa Marga: Tumpukan Sampah di Bekasi Barat Bukan Buangan Pengguna Jalan Tol

Megapolitan
PSBB Ketat Belum Mampu Kendalikan Penyebaran Covid-19 di Jakarta, Jumlah Kasus Justru Melonjak

PSBB Ketat Belum Mampu Kendalikan Penyebaran Covid-19 di Jakarta, Jumlah Kasus Justru Melonjak

Megapolitan
Polisi Jakbar Tangkap Bandar Sabu di Terminal Bus Palembang

Polisi Jakbar Tangkap Bandar Sabu di Terminal Bus Palembang

Megapolitan
Pandemi Covid-19 Memburuk, Wali Kota Bogor: Sangat Darurat

Pandemi Covid-19 Memburuk, Wali Kota Bogor: Sangat Darurat

Megapolitan
Seniman IKJ Bikin Mural di Kolong Jembatan yang Didatangi Risma

Seniman IKJ Bikin Mural di Kolong Jembatan yang Didatangi Risma

Megapolitan
PSBB Diperpanjang, 2 Aturan Pembatasan Diubah Jadi Lebih Longgar

PSBB Diperpanjang, 2 Aturan Pembatasan Diubah Jadi Lebih Longgar

Megapolitan
Anies Perlihatkan Foto Jenazah Pasien Covid-19 dan Tegaskan Pandemi Ini Bukan Fiksi

Anies Perlihatkan Foto Jenazah Pasien Covid-19 dan Tegaskan Pandemi Ini Bukan Fiksi

Megapolitan
Penggali Makam di TPU Bambu Apus Ditambah Seiring Lonjakan Kematian Akibat Covid-19

Penggali Makam di TPU Bambu Apus Ditambah Seiring Lonjakan Kematian Akibat Covid-19

Megapolitan
Seminggu Terakhir, Kasus Baru Covid-19 di Kota Bekasi Bertambah 2.075

Seminggu Terakhir, Kasus Baru Covid-19 di Kota Bekasi Bertambah 2.075

Megapolitan
Pandemi Covid-19 Memburuk, DKI Tambah Ketersediaan Tempat Tidur Isolasi

Pandemi Covid-19 Memburuk, DKI Tambah Ketersediaan Tempat Tidur Isolasi

Megapolitan
Anies Akan Perkuat Satgas Covid-19 Tingkat RW di DKI

Anies Akan Perkuat Satgas Covid-19 Tingkat RW di DKI

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X