Kompas.com - 13/01/2016, 13:01 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Abdul Hadi, Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan (Persero) Bambang Triwibowo, Menteri BUMN Rini Soemarno saat penandatanganan nota kesepahaman kerjasama PT Jakpro dan PT PP (Persero), di Balai Kota, Jumat (4/12/2015).   KOMPAS.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Abdul Hadi, Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan (Persero) Bambang Triwibowo, Menteri BUMN Rini Soemarno saat penandatanganan nota kesepahaman kerjasama PT Jakpro dan PT PP (Persero), di Balai Kota, Jumat (4/12/2015).
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengeluhkan kinerja PT Jakarta Propertindo yang tak kunjung mengalami kemajuan.

Menurut Basuki, para direksi hanya memikirkan permasalahan keuangan serta bisnisnya saja. 

"Mereka pikir kalau cuma ngomong doang, ini sudah setahun lho. Anda cuma ngomongin penggabungan-penggabungan saham terus, kan saya bukan orang finance, maunya kerja," kata Basuki, di Balai Kota, Rabu (13/1/2016).  

Basuki menagih janji PT Jakpro untuk dapat melaksanakan groundbreaking pembangunan light rail transit (LRT) Kelapa Gading-Kebayoran dan Soekarno Hatta-Kemayoran pada bulan Desember ini.

Padahal, lanjut dia, sudah tidak ada permasalahan tanah dan trase.

Kemudian rehabilitasi total kawasan Velodrome atau arena balap sepeda untuk Asian Games 2018 juga tidak bisa dikerjakan.

"Mau enggak mau ya kerjain yang sifatnya temporary. Berarti arenanya cuma bertahan 10 tahun, itu kan namanya buang-buang duit," kata Basuki. 

"Makanya saya tanya ke mereka (direksi) masih sanggup enggak? Kalau enggak sanggup, ya ganti orang," kata Basuki lagi. 

Sudah ada seorang direktur PT Jakpro yang mungundurkan diri, yakni Agus Himawan Widianto yang pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan Usaha PT Jakpro.

Agus menjabat sebagai Direktur Pengembangan Usaha PT Jakpro sejak Februari 2015. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya periode 2013-2015.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPRD DKI Ingin Jakarta Tetap Jadi Daerah Khusus meski Ibu Kota Dipindah

Ketua DPRD DKI Ingin Jakarta Tetap Jadi Daerah Khusus meski Ibu Kota Dipindah

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Usul Sumur Resapan Jadi Tempat Beternak Lele

Ketua DPRD DKI Usul Sumur Resapan Jadi Tempat Beternak Lele

Megapolitan
Pinjol Ilegal di PIK yang Digerebek Polisi Pekerjakan Anak di Bawah Umur

Pinjol Ilegal di PIK yang Digerebek Polisi Pekerjakan Anak di Bawah Umur

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Selatan Sebut Dua Penyebab Kasus Covid-19 Melonjak

Wali Kota Tangerang Selatan Sebut Dua Penyebab Kasus Covid-19 Melonjak

Megapolitan
Kuasa Hukum Keluarga Kakek 89 Tahun Sebut Pengeroyokan Tak Terkait Kasus Sengketa Tanah

Kuasa Hukum Keluarga Kakek 89 Tahun Sebut Pengeroyokan Tak Terkait Kasus Sengketa Tanah

Megapolitan
Datangi Polres Jakarta Timur, Keluarga Kakek Korban Pengeroyokan Minta Semua Pelaku Ditangkap

Datangi Polres Jakarta Timur, Keluarga Kakek Korban Pengeroyokan Minta Semua Pelaku Ditangkap

Megapolitan
Kronologi Penyitaan 1.847 Pil Ekstasi dari Tiga Lokasi di Jakarta

Kronologi Penyitaan 1.847 Pil Ekstasi dari Tiga Lokasi di Jakarta

Megapolitan
Polisi Sita 1.847 Pil Ekstasi dan 0,2 Gram Sabu, Harganya di Pasar Gelap Capai Rp 1 Miliar

Polisi Sita 1.847 Pil Ekstasi dan 0,2 Gram Sabu, Harganya di Pasar Gelap Capai Rp 1 Miliar

Megapolitan
Pemkot Jaksel Gandeng Kota Kasablanka Gelar Vaksinasi 'Booster', Targetkan 1.000 Penerima Per Hari

Pemkot Jaksel Gandeng Kota Kasablanka Gelar Vaksinasi "Booster", Targetkan 1.000 Penerima Per Hari

Megapolitan
Pengedar Ekstasi Diamankan di Jakarta Barat, Polisi Masih Cari Satu Pelaku Lain

Pengedar Ekstasi Diamankan di Jakarta Barat, Polisi Masih Cari Satu Pelaku Lain

Megapolitan
Trotoar di Cilandak yang Sempat Dibongkar Sudah Diperbaiki

Trotoar di Cilandak yang Sempat Dibongkar Sudah Diperbaiki

Megapolitan
Polisi Tangkap 12 Tersangka Pengedar Obat Keras Ilegal di Bekasi

Polisi Tangkap 12 Tersangka Pengedar Obat Keras Ilegal di Bekasi

Megapolitan
Tangkap Kurir Narkoba yang Bawa 17 Kilogram Ganja di Depok, Polisi Buru Dua Pengendalinya

Tangkap Kurir Narkoba yang Bawa 17 Kilogram Ganja di Depok, Polisi Buru Dua Pengendalinya

Megapolitan
Penyedia Pinjol di PIK Disebut Ancam Martabat Peminjam Saat Tagih Pembayaran

Penyedia Pinjol di PIK Disebut Ancam Martabat Peminjam Saat Tagih Pembayaran

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Ungkit Penebangan Pohon di Monas, Sebut untuk Penuhi Ambisi Balap Formula E

Ketua DPRD DKI Ungkit Penebangan Pohon di Monas, Sebut untuk Penuhi Ambisi Balap Formula E

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.