Kompas.com - 14/01/2016, 10:11 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Abdul Hadi, Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan (Persero) Bambang Triwibowo, Menteri BUMN Rini Soemarno saat penandatanganan nota kesepahaman kerjasama PT Jakpro dan PT PP (Persero), di Balai Kota, Jumat (4/12/2015). KOMPAS.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Abdul Hadi, Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan (Persero) Bambang Triwibowo, Menteri BUMN Rini Soemarno saat penandatanganan nota kesepahaman kerjasama PT Jakpro dan PT PP (Persero), di Balai Kota, Jumat (4/12/2015).
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama merasa kesal PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selalu mencari alasan terkait pembangunan velodrom (arena balap sepeda) Rawamangun dan equestrian (pacuan kuda) Pulomas untuk kepentingan Asian Games 2018. 

"Sekarang kita gini saja, ngomong jujur ya, Anda rapat velodrom itu sejak kapan? Kalau kamu datang rapat, itu sudah tahu belum mau ditugasin apa? Soal-soal administrasi itu kan urusan kedua," kata Basuki di Balai Kota, Kamis (14/1/2016). 

Seharusnya, kata Basuki, PT Jakpro sudah bisa melaksanakan lelang konstruksi sebelum pengesahan APBD DKI 2016.

Sebab, beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) DKI juga sudah melaksanakan lelang sebelum APBD disahkan.

"Saya tanya, kenapa telat lelangnya? Dia bilang, 'Kan belum ketok palu (APBD), Pak'. Sudah ketok palu, baru dia urus berkas, ya kelamaan. Jangan selalu mau ke WC, tetapi Anda baru bikin WC gitu lho," kata Basuki kesal. 

Sebelumnya, direksi PT Jakpro mengaku belum ada instruksi penunjukan instansinya untuk membangun maupun merevitalisasi kedua arena tersebut untuk kepentingan Asian Games 2018, baik berupa surat keputusan (SK) gubernur maupun peraturan gubernur (pergub).

Hal itu diungkapkan Direktur Operasional PT Jakpro Wahyu A Harun seusai rapat percepatan pembangunan velodrom dan equestrian di Balai Kota, Rabu (13/1/2016) kemarin.

"Saya belum tahu, orang belum ditunjuk juga. Nanti saya salah jawab," kata Wahyu.

Rencananya, velodrom Rawamangun akan dibangun total dan equestrian Pulomas akan direvitalisasi. (Baca: Belum Ada SK Penunjukan Jakpro sebagai Pelaksana Proyek Velodrom dan Equistrian)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Kapal Nelayan di Muara Angke Hangus Terbakar

Tiga Kapal Nelayan di Muara Angke Hangus Terbakar

Megapolitan
UPDATE Lonjakan Kasus Aktif Covid-19: Saat Natal Masih 337, Kini Ada 3.816 Kasus

UPDATE Lonjakan Kasus Aktif Covid-19: Saat Natal Masih 337, Kini Ada 3.816 Kasus

Megapolitan
Viral, Bocah Penyandang Autisme di Bekasi Jadi Korban Kekerasan Seksual, Pelaku Ditangkap

Viral, Bocah Penyandang Autisme di Bekasi Jadi Korban Kekerasan Seksual, Pelaku Ditangkap

Megapolitan
Tembok Bentuk Protes Warga Terkait Masalah Banjir di Pondok Bambu Kini Dibongkar

Tembok Bentuk Protes Warga Terkait Masalah Banjir di Pondok Bambu Kini Dibongkar

Megapolitan
Wajah Baru Jakarta dan New Urban Agenda

Wajah Baru Jakarta dan New Urban Agenda

Megapolitan
Tahanan Narkoba Polres Jaksel Meninggal dengan Luka Lebam, Kompolnas: Usut Tuntas Jika Ada Penganiayaan

Tahanan Narkoba Polres Jaksel Meninggal dengan Luka Lebam, Kompolnas: Usut Tuntas Jika Ada Penganiayaan

Megapolitan
Sederet Fakta Pengeroyokan Anggota TNI AD hingga Tewas di Jakarta Utara, Diduga Dikeroyok 6 Orang dan Ditusuk

Sederet Fakta Pengeroyokan Anggota TNI AD hingga Tewas di Jakarta Utara, Diduga Dikeroyok 6 Orang dan Ditusuk

Megapolitan
Update Klaster Covid-19 Krukut: Warga Terpapar Jadi 89 Orang, Sebagian Tunggu Panggilan Wisma Atlet

Update Klaster Covid-19 Krukut: Warga Terpapar Jadi 89 Orang, Sebagian Tunggu Panggilan Wisma Atlet

Megapolitan
Kata Gubernur Anies soal Aksi Panggung Nidji di JIS Tanpa Giring Ganesha

Kata Gubernur Anies soal Aksi Panggung Nidji di JIS Tanpa Giring Ganesha

Megapolitan
Gempa Besar Guncang Jakarta, Ancaman Megathrust Selat Sunda Jadi Nyata

Gempa Besar Guncang Jakarta, Ancaman Megathrust Selat Sunda Jadi Nyata

Megapolitan
Ironi PTM 100 Persen di Jakarta, Jalan Terus Saat Omicron Merebak, Prokes Mulai Longgar...

Ironi PTM 100 Persen di Jakarta, Jalan Terus Saat Omicron Merebak, Prokes Mulai Longgar...

Megapolitan
Di Balik Zona Merah Krukut, Dapur Umum Micro Lockdown Wujud Saling Dukung Warga di Tengah Badai Covid-19

Di Balik Zona Merah Krukut, Dapur Umum Micro Lockdown Wujud Saling Dukung Warga di Tengah Badai Covid-19

Megapolitan
'Street Race' Perdana di Ancol Rampung, Pembalap: Dulu Kucing-kucingan dengan Polisi, Sekarang Difasilitasi

"Street Race" Perdana di Ancol Rampung, Pembalap: Dulu Kucing-kucingan dengan Polisi, Sekarang Difasilitasi

Megapolitan
Belasan Sekolah Ditutup akibat Covid-19, Disdik DKI Jakarta: Tak Ada Perubahan Kebijakan PTM 100 Persen

Belasan Sekolah Ditutup akibat Covid-19, Disdik DKI Jakarta: Tak Ada Perubahan Kebijakan PTM 100 Persen

Megapolitan
Guncangan Gempa Magnitudo 5,4 di Bayah Banten Pagi Ini Terasa hingga Jakarta Timur

Guncangan Gempa Magnitudo 5,4 di Bayah Banten Pagi Ini Terasa hingga Jakarta Timur

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.