Karangan Bunga dari Politisi hingga Perusahaan Masih Hiasi Lokasi Bom di Kawasan Sarinah

Kompas.com - 16/01/2016, 10:59 WIB
Sejumlah karangan bunga masih terlihat di Starbucks Coffe, Thamrin, Jakarta, Sabtu (16/1/2016). Starbucks merupakan salah satu lokasi ledakan bom Kamis lalu. Akhdi Martin Pratama/KOMPAS.comSejumlah karangan bunga masih terlihat di Starbucks Coffe, Thamrin, Jakarta, Sabtu (16/1/2016). Starbucks merupakan salah satu lokasi ledakan bom Kamis lalu.
|
EditorIcha Rastika
JAKARTA, KOMPAS.com -Sejumlah karangan bunga masih terpampang di depan Starbucks di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (16/1/2016) yang menjadi salah satu lokasi meledaknya bom pada Kamis (14/1/2016).

Pantauan Kompas.com, ada 13 karangan bunga di lokasi tersebut. Ada yang berisi ucapan bela sungkawa, dan terimakasih untuk polisi. (Baca: Lagu "Imagine" dan "Gugur Bunga" di Tengah Puing Ledakan Bom..)

Tampak pula spanduk bertuliskan "kami tidak takut" di lokasi tersebut. Adapun karangan bunga dan spanduk ini merupakan bentuk simpati masyarakat akan terjadinya aksi terorisme di Jakarta Kamis lalu. 

Karangan bunga ini di antaranya tampak dikirim PT Mitsubishi Electric Indonesia, anggota DPR RI Prananda Surya Paloh, Organisasi Masyarakat (ORMAS) Laskar Betawi, Honda City Club Indonesia, PT Bank Mandiri, Alumni Seba Polri, Dewan Harian Nasional 45, BPP Abujapi, Arus Bawah Jokowi, serta dari masyarakat yang mengatasnamakan Warga Jakarta.

Selain itu, warga masih terlihat antusias untuk berfoto di depan karangan bunga yang berada di dekat lokasi pengeboman. (Baca: Aksi Solidaritas di Lokasi Ledakan Bom Berlanjut hingga Malam)

Kompas TV Aksi Tabur Bunga di Lokasi Teror

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Janji Kedepankan Cara Persuasif untuk Bubarkan Kerumunan

Polisi Janji Kedepankan Cara Persuasif untuk Bubarkan Kerumunan

Megapolitan
GBK Tutup Selama PSBB, Kendaraan Dilarang Masuk

GBK Tutup Selama PSBB, Kendaraan Dilarang Masuk

Megapolitan
Jualan Online Berjalan seperti Biasa Saat PSBB, Pelaku Bisnis Masih Khawatir Kena Sanksi

Jualan Online Berjalan seperti Biasa Saat PSBB, Pelaku Bisnis Masih Khawatir Kena Sanksi

Megapolitan
DKI Jakarta Efektif PSBB, Ini Langkah Grab agar Mitra Terus Beroperasional

DKI Jakarta Efektif PSBB, Ini Langkah Grab agar Mitra Terus Beroperasional

Megapolitan
PSBB DKI Jakarta, Pengendara Sepeda Motor Pribadi Boleh Berboncengan

PSBB DKI Jakarta, Pengendara Sepeda Motor Pribadi Boleh Berboncengan

Megapolitan
Kaum Miskin Kota Sekarat, Mati karena Corona atau Mati Kelaparan

Kaum Miskin Kota Sekarat, Mati karena Corona atau Mati Kelaparan

Megapolitan
Sektor Usaha yang Dikecualikan Selama PSBB Wajib Batasi Aktivitas Kerja Pegawainya

Sektor Usaha yang Dikecualikan Selama PSBB Wajib Batasi Aktivitas Kerja Pegawainya

Megapolitan
[UPDATE] 10 April, Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Tembus 1.719 Orang

[UPDATE] 10 April, Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Tembus 1.719 Orang

Megapolitan
PSBB Jakarta, Barang Nonkebutuhan Pokok Tetap Dapat Diakses di Marketplace

PSBB Jakarta, Barang Nonkebutuhan Pokok Tetap Dapat Diakses di Marketplace

Megapolitan
Anies Terbitkan Pergub soal PSBB, Dua Kegiatan Ini Masih Diperbolehkan

Anies Terbitkan Pergub soal PSBB, Dua Kegiatan Ini Masih Diperbolehkan

Megapolitan
Ingat, Perusahaan yang Masih Diizinkan Beroperasi Harus Selalu Bersih hingga Dekat dengan Fasilitas Kesehatan

Ingat, Perusahaan yang Masih Diizinkan Beroperasi Harus Selalu Bersih hingga Dekat dengan Fasilitas Kesehatan

Megapolitan
Diizinkan Tetap Buka, Beberapa Poin Harus Diperhatikan Pengelola Penyedia Makan di Masa PSBB

Diizinkan Tetap Buka, Beberapa Poin Harus Diperhatikan Pengelola Penyedia Makan di Masa PSBB

Megapolitan
Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19 dan PDP di Depok Tak Memadai

Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19 dan PDP di Depok Tak Memadai

Megapolitan
Denda Rp 100 Juta atau 1 Tahun Penjara bagi Pelanggar PSBB DKI Jakarta

Denda Rp 100 Juta atau 1 Tahun Penjara bagi Pelanggar PSBB DKI Jakarta

Megapolitan
Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X