"Kadang-kadang Suka Kebayang Teroris Masih Pegang Saya"

Kompas.com - 20/01/2016, 13:56 WIB
Kabiddokes Polda Metro Kombes Musyafak dan Aldi Tardiansyah, korban bom Thamrin saat proses healing di rumah Aldi, Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/1/2016). KAHFI DIRGA CAHYA/KOMPAS.COMKabiddokes Polda Metro Kombes Musyafak dan Aldi Tardiansyah, korban bom Thamrin saat proses healing di rumah Aldi, Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/1/2016).
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com - Aldi Tardiansyah (17), salah satu korban bom yang meledak di Starbucks Coffee, Kamis (14/1/2016) lalu, masih trauma.

Ia menceritakan saat konseling kepada dokter ahli jiwa, dr Esther Sinsuw, anggota Satgas pemulihan korban bom Thamrin.

"Kadang-kadang suka kepikiran, sama kadang-kadang suka kebayang teroris masih pegang saya," kata Aldi saat konseling di rumah kontrakannya, Cilebut, Bogor, Selasa (20/1/2016).

Aldi menceritakan ke dokter saat terbayang peristiwa tersebut, ia tak bisa tidur. Bahkan, waktu tidurnya pun jadi tidak teratur.

"Saya baru bisa tidurnya jam 02.00 WIB," kata Aldi.

Aldi adalah satpam Starbucks Coffee. Ia hampir dipeluk oleh pelaku bom bunuh diri, Ahmad Muhazan, saat ledakan tersebut.

Hari ini Aldi mendapat konseling dari Satgas Pemulihan Korban Bom Thamrin. Saat diperiksa, kondisi kejiwaaan Aldi belum stabil karena masih trauma.

Kompas TV Ledakan Pertama Terjadi Di Depan Starbucks

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X