Ahok: Mati Itu di Tangan Tuhan, Jadi Enggak Usah Takut - Kompas.com

Ahok: Mati Itu di Tangan Tuhan, Jadi Enggak Usah Takut

Kompas.com - 21/01/2016, 14:21 WIB
KOMPAS.com/Kurnia Sari Aziza Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat wawancara wartawan, di Balai Kota, Rabu (6/1/2016).
BANDUNG, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama datang ke Bandung untuk menghadiri groundbreaking kereta cepat di Kebun Teh Mandalawangi Maswati, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (21/1/2016).

Basuki datang tanpa pengawalan ketat petugas keamanan. Padahal, pria yang akrab disapa Ahok itu dikabarkan jadi target serangan teroris. (Baca juga: Dikabarkan Jadi Target Teroris, Pengamanan Balai Kota DKI Diperketat)

Berdasarkan pantauan, Ahok hanya didampingi dua ajudannya. Bahkan, pengawalan tak terlihat saat orang nomor satu di Jakarta itu mengikuti Presiden Joko Widodo menyapa warga Cikalong Wetan.

Ahok mengaku, kabar tersebut sudah dia terima sejak tahun lalu. Namun, dia enggan membeberkan asal informasi tersebut.

"Iya, sudah dapat kabar dari tahun lalu," kata Ahok.

Ahok mengaku tidak terlalu menanggapi kabar tersebut. Bahkan, dia menegaskan, dirinya tidak takut dengan ancaman apa pun.

"Mati itu di tangan Tuhan," kata dia.

Dia menambahkan, sampai saat ini dirinya tak berniat menambah jumlah petugas keamanan untuk mengawal aktivitasnya.

"Kamu lihat saja. Tidak ada, kan (pengawalan ketat)?" kata Ahok.

Sebelumnya, Ahok dikabarkan menjadi target serangan teroris. Meski begitu, dia mengaku tak takut dengan ancaman tersebut.

Ahok mengatakan, Tuhan sudah menggariskan kehidupan manusia. Sebagai manusia, dia hanya bisa berserah.

"Jadi, enggak usah takut, biasa-biasa saja. Hidup kan di tangan Tuhan. Lagi pula, kalau mati muda, diizinkan Tuhan, kan bagus. Kamu tidak akan lihat muka saya seperti apa," kata dia sembari tertawa.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorCaroline Damanik
Close Ads X