Ahok Ancam Copot Kadis Pertamanan DKI

Kompas.com - 26/01/2016, 18:37 WIB
Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Ratna Diah Kurniati, seusai mengikuti rapat pimpinan (rapim) Gubernur, di Balai Kota, Senin (7/9/2015). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaKepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Ratna Diah Kurniati, seusai mengikuti rapat pimpinan (rapim) Gubernur, di Balai Kota, Senin (7/9/2015).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengancam akan mencopot Ratna Diah Kurniati dari jabatan Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta.

"Ini saya baru ngancem Kepala Dinas Taman (Pertamanan dan Pemakaman) nih. Kalau enggak becus lagi nih, gue suruh camat lagi jadi kepala Dinas Taman (Pertamanan dan Pemakaman)," kata Basuki di Balai Kota, Selasa (26/1/2016).

Padahal, lanjut dia, instruksinya kepada Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI cukup jelas, yakni menghijaukan tanah serta jalan di Jakarta.

Selain itu, kata dia, Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI juga tidak beres mengatasi pohon tumbang di Jakarta.

"Makanya, Dinas Taman (Pertamanan dan Pemakaman) enggak pernah beres. Kamu kira yang topping (tandai) pohon itu siapa? PPSU (petugas penanganan prasarana dan sarana umum) kelurahan, ini orang Taman ngabisin duit," kata Basuki.

Tak hanya itu, Basuki menuding tiap Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI menganggarkan Rp 30 miliar untuk membeli pohon. Tak hanya itu, Basuki juga menengarai ada pekerja harian lepas (PHL) Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI yang fiktif.

"Di kelurahan bilang ada 30 orang (PHL), saya enggak ada lihat itu yang ada PPSU. Pas saya suruh apel di kelurahan, saya lihat cuma empat orang, berarti itu fiktif kan, itu mau kami tangkap masuk penjara," kata Basuki.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Megapolitan
Ketika Anggota Ormas Mengaku 'Aparat' Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Ketika Anggota Ormas Mengaku "Aparat" Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Megapolitan
2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

Megapolitan
Cerita LHI Mengalami Kekerasan Seksual Saat Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta

Cerita LHI Mengalami Kekerasan Seksual Saat Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Fakta Tewasnya Briptu Andry, Ditabrak Anggota TNI yang Mengantuk Saat Berkendara

Fakta Tewasnya Briptu Andry, Ditabrak Anggota TNI yang Mengantuk Saat Berkendara

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Sebab Tewasnya Briptu Andry di Pondok Ranggon Terkuak | Pelecehan Seksual saat Rapid Test di Bandara Soetta

[POPULER JABODETABEK] Sebab Tewasnya Briptu Andry di Pondok Ranggon Terkuak | Pelecehan Seksual saat Rapid Test di Bandara Soetta

Megapolitan
Penuhi Panggilan Bawaslu Tangsel, Benyamin Davnie Berikan Klarifikasi Soal Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Penuhi Panggilan Bawaslu Tangsel, Benyamin Davnie Berikan Klarifikasi Soal Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Megapolitan
Kisah Pasien Covid-19 di Depok Sulit Cari Rumah Sakit dan Terbelit Administrasi karena Swab Mandiri

Kisah Pasien Covid-19 di Depok Sulit Cari Rumah Sakit dan Terbelit Administrasi karena Swab Mandiri

Megapolitan
Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Megapolitan
DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

Megapolitan
KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

Megapolitan
Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Megapolitan
Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Megapolitan
Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Megapolitan
Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X