Kompas.com - 26/01/2016, 18:44 WIB
Suasana di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Kantor Lurah Kartini yang berlokasi di Jalan VIII Dalam, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (26/1/2016) Kompas.com/Alsadad RudiSuasana di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Kantor Lurah Kartini yang berlokasi di Jalan VIII Dalam, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (26/1/2016)
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Lurah yang baru untuk wilayah Kartini, Samuel, mengatakan, presensi atau kehadiran merupakan kewajiban seorang pegawai negeri sipil (PNS).

Karena itu, Samuel berpendapat, sesibuk-sibuknya seorang PNS melakukan kegiatan lapangan, ia harus tetap ke kantor.

"Karena sudah kewajiban, ya harus," kata Samuel kepada Kompas.com, di Kantor Kelurahan Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (26/1/2016).

Samuel merupakan mantan Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Mangga Dua Selatan. Ia diangkat menjadi Lurah Kartini setelah pejabat yang lama, Leo Tantino, dicopot karena diduga memalsukan presensi.

Di sisi lain, para PNS di Kantor Kelurahan Kartini menyebut, Leo cukup rajin turun ke lapangan.

Situasi inilah yang disebutnya menjadi penyebab  dirinya tidak melakukan presensi.

Agar tidak mengalami hal yang sama dengan Leo, Samuel berjanji bahwa ia ke depannya akan selalu menyempatkan diri melakukan presensi di kantor.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalaupun lagi sibuk turun ke lapangan, ya luas kelurahan di Jakarta seberapa sih. Naik motor dari ujung ke ujung 5 menit selesai," ujar dia.

Saat dikonfirmasi, Leo mengatakan, pemalsuan serupa juga dilakukan oleh pejabat lain setingkat lurah ataupun camat di lingkungan Pemkot Jakarta Pusat. Karena itu, Leo tidak ingin disalahkan sendirian.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Megapolitan
Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Megapolitan
Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Megapolitan
Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Megapolitan
Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Megapolitan
Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Megapolitan
Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Megapolitan
229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

Megapolitan
RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

Megapolitan
Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Megapolitan
Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Megapolitan
Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.