Kompas.com - 28/01/2016, 15:53 WIB
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah menyebut anggota Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) lebih rajin dibandingkan warga Jakarta. Warga, kata dia, kurang baik mengurus lingkungannya.

Hal itu diucapkan Saefullah saat memimpin rapat Pengarahan Antisipasi Puncak Musim Hujan 2016, di Ruang Pola, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (28/1/2016).

"Dulu waktu masih jadi Wali Kota (Jakarta Pusat), di semua kecamatan, Gafatar menawarkan ikut kerja bakti. Malah saat kerja bakti, mereka yang paling rajin, dia berani nyemplung dibandingkan dengan petugas PPSU (Penanganan Prasarana dan Sarana Umum)," kata Saefullah.

Menurut Saefullah, saat itu, pihaknya belum mengetahui bahwa Gafatar merupakan organisasi yang terlarang. Namun, ia hanya melihat bahwa para anggota itu menawarkan bantuan untuk kerja bakti.

"Mereka kalau kita minta 50 bahkan 100 orang saja, pasti datang semua. Saat itu mereka pakai kaos oranye bertuliskan Gafatar. Semua baik, bahkan mereka enggak minta apa-apa. Kami kasih makan aja kalau kami enggak paksa, mereka enggak mau," katanya.

Saefullah mengaku kaget ketika mengetahui bahwa Gafatar merupakan organisasi yang terlarang.

"Ya kaget juga ternyata itu dilarang. Kami ikuti saja aturannya," katanya. (Mohamad Yusuf)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Warta Kota
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jabodetabek Tak Termasuk, Ini 11 Wilayah yang Wajib Pakai MyPertamina Buat Beli Pertalite dan Solar

Jabodetabek Tak Termasuk, Ini 11 Wilayah yang Wajib Pakai MyPertamina Buat Beli Pertalite dan Solar

Megapolitan
Polisi Ungkap Identitas Mayat Dalam Karung yang Ditemukan di Kali Pesanggrahan

Polisi Ungkap Identitas Mayat Dalam Karung yang Ditemukan di Kali Pesanggrahan

Megapolitan
Holywings Pondok Indah Luput dari Daftar Penyegelan, Pemprov DKI Akan Cek ke Lokasi

Holywings Pondok Indah Luput dari Daftar Penyegelan, Pemprov DKI Akan Cek ke Lokasi

Megapolitan
2 dari 3 Outlet Holywings di Kabupaten Tangerang Disebut Masih Memproses Izin Usaha

2 dari 3 Outlet Holywings di Kabupaten Tangerang Disebut Masih Memproses Izin Usaha

Megapolitan
Roy Suryo Mengaku Akan Diperiksa Besok soal Meme Patung Sang Buddha Mirip Jokowi

Roy Suryo Mengaku Akan Diperiksa Besok soal Meme Patung Sang Buddha Mirip Jokowi

Megapolitan
Tandon Air Proyek LRT yang Jebol hingga Lukai 5 Orang Dipasangi Garis Polisi

Tandon Air Proyek LRT yang Jebol hingga Lukai 5 Orang Dipasangi Garis Polisi

Megapolitan
Kasus Unggahan Meme Patung Sang Buddha Mirip Jokowi Naik Penyidikan, Roy Suryo: Saya Apresiasi...

Kasus Unggahan Meme Patung Sang Buddha Mirip Jokowi Naik Penyidikan, Roy Suryo: Saya Apresiasi...

Megapolitan
3 Holywings di Kabupaten Tangerang yang Ditutup Berada di Gading Serpong, BSD, dan Karawaci

3 Holywings di Kabupaten Tangerang yang Ditutup Berada di Gading Serpong, BSD, dan Karawaci

Megapolitan
Harga Cabai di Jakarta Tinggi dalam Dua Pekan Terakhir, Stabil di Angka Rp 100.000

Harga Cabai di Jakarta Tinggi dalam Dua Pekan Terakhir, Stabil di Angka Rp 100.000

Megapolitan
3 'Outlet' Holywings di Kabupaten Tangerang Ditutup, Bupati: Itu Selamanya, Permanen

3 "Outlet" Holywings di Kabupaten Tangerang Ditutup, Bupati: Itu Selamanya, Permanen

Megapolitan
3 Holywings di Kabupaten Tangerang Ditutup, Bupati: Ganggu Ketertiban Umum

3 Holywings di Kabupaten Tangerang Ditutup, Bupati: Ganggu Ketertiban Umum

Megapolitan
Langgar Perda dan Perwal, Holywings Bekasi Resmi Disegel Satpol PP

Langgar Perda dan Perwal, Holywings Bekasi Resmi Disegel Satpol PP

Megapolitan
Sosok Sunny Tanuwidjaja yang Tinggalkan PSI demi Dukung Anies, Pernah Terseret Kasus Reklamasi

Sosok Sunny Tanuwidjaja yang Tinggalkan PSI demi Dukung Anies, Pernah Terseret Kasus Reklamasi

Megapolitan
Mayat Pria Dalam Karung di Kali Pesanggrahan Dipastikan Korban Pembunuhan

Mayat Pria Dalam Karung di Kali Pesanggrahan Dipastikan Korban Pembunuhan

Megapolitan
Jejak Politik Sunny Tanuwidjaja, Dulu Orang Dekat Ahok, Kini Dukung Anies

Jejak Politik Sunny Tanuwidjaja, Dulu Orang Dekat Ahok, Kini Dukung Anies

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.