Kompas.com - 01/02/2016, 17:04 WIB
Ketua Kwatir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault usai mengadakan pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, di Balai Kota, Selasa (29/9/2015) Kompas.com/Alsadad RudiKetua Kwatir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault usai mengadakan pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, di Balai Kota, Selasa (29/9/2015)
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai Adhyaksa Dault tidak memahami survei.

Sebelumnya, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu menyebut mayoritas warga Jakarta tidak setuju Basuki kembali maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017.

"Dia enggak ngerti survei top of mind. Makanya, saya pikir Pak Adhyaksa, mungkin dia hanya (mantan) Menteri Olahraga, jadi dia enggak ngerti sistem statistik, sistem survei, dia enggak ngerti," kata Basuki di Balai Kota, Senin (1/2/2016).

Basuki berada di peringkat pertama survei top of mind versi Centre Strategic and International Studies (CSIS) dengan raihan 45 persen.

Basuki menjelaskan, survei top of mind itu bukan berarti sisa 55 persen tidak menyukai serta tidak akan memilih dirinya pada Pilkada DKI 2017.

"Top of mind itu kira-kira begini, ketika orang ditanya kira-kira siapa yang mau jadi gubernur, kemudian orang tebersit menyebut nama, itu yang namanya top of mind. Beda dengan menyatakan bahwa 50 sekian persen tidak mau pilih," kata Basuki.

Masih berdasarkan survei top of mind CSIS, Adhyaksa berada di peringkat keempat dengan 4,25 persen.

Posisi Adhyaksa di bawah Ridwan Kamil yang memperoleh 15,75 persen dan Tri Rismaharini yang memperoleh 7,75 persen.

"Kalau digunakan cara seperti itu, kasihan dia (Adhyaksa) dong. Berarti 96 persen orang Jakarta enggak suka dia, kan kasihan," kata Basuki.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Kerumunan, Puskesmas Aren Jaya Batasi Kuota Vaksinasi Booster 100 Orang Per Hari

Cegah Kerumunan, Puskesmas Aren Jaya Batasi Kuota Vaksinasi Booster 100 Orang Per Hari

Megapolitan
Kasus Covid-19 Varian Omicron di Jakarta Didominasi Transmisi Lokal

Kasus Covid-19 Varian Omicron di Jakarta Didominasi Transmisi Lokal

Megapolitan
Pengemudi Tak Sengaja Injak Pedal Gas, Mobil Sedan Terperosok ke Kali di Ciputat

Pengemudi Tak Sengaja Injak Pedal Gas, Mobil Sedan Terperosok ke Kali di Ciputat

Megapolitan
PT KAI Daop 1 Berinovasi Hadirkan Fasilitas Ruang Tunggu yang Instagramable

PT KAI Daop 1 Berinovasi Hadirkan Fasilitas Ruang Tunggu yang Instagramable

Megapolitan
BOR RS Rujukan Covid-19 di Bekasi Melonjak, Pekan Lalu 7 Persen, Kini Nyaris 22 Persen

BOR RS Rujukan Covid-19 di Bekasi Melonjak, Pekan Lalu 7 Persen, Kini Nyaris 22 Persen

Megapolitan
Kadis Pendidikan: Jangan Sampai karena PTM Ada yang Terpapar Covid-19

Kadis Pendidikan: Jangan Sampai karena PTM Ada yang Terpapar Covid-19

Megapolitan
Setelah Diundang Anies, JRMK Batal Gelar Demo Akbar di Balai Kota

Setelah Diundang Anies, JRMK Batal Gelar Demo Akbar di Balai Kota

Megapolitan
Jelang Imlek, Warga Berburu Permen dan Kue Keranjang di Pecinan Glodok

Jelang Imlek, Warga Berburu Permen dan Kue Keranjang di Pecinan Glodok

Megapolitan
Bantah Twit Viral, Polisi Pastikan 2 Orang yang Tewas Ditabrak Sopir Taksi Online adalah Penjambret

Bantah Twit Viral, Polisi Pastikan 2 Orang yang Tewas Ditabrak Sopir Taksi Online adalah Penjambret

Megapolitan
Fortuner Hilang Kendali, Tabrak Pagar dan Hantam Avanza di Tol Dalam Kota

Fortuner Hilang Kendali, Tabrak Pagar dan Hantam Avanza di Tol Dalam Kota

Megapolitan
Langgar Jam Operasional, Duck Down Bar di Jakarta Selatan Disegel Polisi

Langgar Jam Operasional, Duck Down Bar di Jakarta Selatan Disegel Polisi

Megapolitan
16 Obyek di Jakarta Utara Direkomendasikan sebagai Cagar Budaya

16 Obyek di Jakarta Utara Direkomendasikan sebagai Cagar Budaya

Megapolitan
Penyelundupan 11 Kg Sabu Berhasil Digagalkan, Barang Dimasukkan ke Dalam Ban Mobil

Penyelundupan 11 Kg Sabu Berhasil Digagalkan, Barang Dimasukkan ke Dalam Ban Mobil

Megapolitan
107 Pasien Covid-19 Dirawat di RS Suyoto, 3 Terkonfirmasi Omicron

107 Pasien Covid-19 Dirawat di RS Suyoto, 3 Terkonfirmasi Omicron

Megapolitan
Pramudi Bus TransJakarta yang Gagalkan Aksi Bunuh Diri Dihadiahi Emas Antam

Pramudi Bus TransJakarta yang Gagalkan Aksi Bunuh Diri Dihadiahi Emas Antam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.