Stasiun Palmerah Akan Segera Dilayani Bus "Feeder" Transjakarta

Kompas.com - 02/02/2016, 09:08 WIB
Tukang ojek berlomba mendapatkan penumpang yang baru keluar dari kereta di Stasiun Palmerah, Jakarta, Jumat (5/6). Kondisi ini terjadi setiap pagi saat jam berangkat kerja. Tukang ojek pun bersaing menempatkan sepeda motor hingga ke tengah jalan sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas. KOMPAS/LASTI KURNIATukang ojek berlomba mendapatkan penumpang yang baru keluar dari kereta di Stasiun Palmerah, Jakarta, Jumat (5/6). Kondisi ini terjadi setiap pagi saat jam berangkat kerja. Tukang ojek pun bersaing menempatkan sepeda motor hingga ke tengah jalan sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) merencanakan membuka layanan bus pengumpan (feeder) yang melewati Stasiun Palmerah.

Tujuannnya, agar penumpang kereta rel listrik (KRL) commuter line yang rutin naik dan turun di Stasiun Palmerah memiliki angkutan lanjutan untuk mencapai tempat tujuan akhirnya.

"Palmerah itu sebenernya kan kalau jalan sedikit, kalau ada antar jemput, pasti enak banget. Ini lagi direncanakan," kata Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono saat dihubungi, Selasa (2/2/2016).

Pantauan Kompas.com, sampai saat ini, penumpang KRL commuter line yang naik ataupun turun di Stasiun Palmerah belum dilayani angkutan umum yang nyaman untuk mencapai tempat tujuan akhirnya.

Begitu keluar stasiun, penumpang hanya memiliki pilihan naik bus kota reguler ataupun ojek. Kalaupun ingin angkutan yang lebih nyaman, hanya tersedia taksi yang tentu saja memaksa penumpang merogoh kocek lebih dalam.

Budi menyebut, kondisi semacam itulah yang rencanannya akan diakomodir oleh transjakarta.

Ia mengatakan, pembukaan layanan bus feeder yang melewati Stasiun Palmerah merupakan bagian dari rencana PT Transjakarta yang hendak membuka rute-rute feeder ke sejumlah stasiun.

"Di beberapa tempat kita siapin bus-bus khusus yang free. Jadi dari commuter line langsung ke koridor-koridor busway," ujar Budi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Lahan Pemakaman Korban Covid-19 di Jakarta Kian Menipis...

Saat Lahan Pemakaman Korban Covid-19 di Jakarta Kian Menipis...

Megapolitan
PSI: Gubernur Anies Jadi Harapan Terakhir, Jika Usulan Kenaikan Gaji DPRD DKI Disetujui

PSI: Gubernur Anies Jadi Harapan Terakhir, Jika Usulan Kenaikan Gaji DPRD DKI Disetujui

Megapolitan
Kapolda Metro: Kerawanan Pilkada Depok dan Tangsel Sama

Kapolda Metro: Kerawanan Pilkada Depok dan Tangsel Sama

Megapolitan
Terus Melonjak, 1.360 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Terus Melonjak, 1.360 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Untuk Pelaku UMKM, Ini Stimulus Pemprov DKI Jakarta yang Perlu Kalian Tahu

Untuk Pelaku UMKM, Ini Stimulus Pemprov DKI Jakarta yang Perlu Kalian Tahu

Megapolitan
2.407 Warga Depok Masih Positif Covid-19, Terbanyak Selama Pandemi

2.407 Warga Depok Masih Positif Covid-19, Terbanyak Selama Pandemi

Megapolitan
Daftar 18 Artis yang Terjerat Narkoba dan Psikotropika Sepanjang 2020

Daftar 18 Artis yang Terjerat Narkoba dan Psikotropika Sepanjang 2020

Megapolitan
Meski di Tengah Pandmi, KPU Tangsel Targetkan Pemilih Mencapai 77 Persen

Meski di Tengah Pandmi, KPU Tangsel Targetkan Pemilih Mencapai 77 Persen

Megapolitan
Pilkada Depok: Ini Ucapan Imam Budi yang Dianggap Afifah Alia Melecehkan

Pilkada Depok: Ini Ucapan Imam Budi yang Dianggap Afifah Alia Melecehkan

Megapolitan
Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

Megapolitan
Anies Baswedan Jadi Wakil Ketua Komite Pengarah C40 Cities Bersama Gubernur Tokyo

Anies Baswedan Jadi Wakil Ketua Komite Pengarah C40 Cities Bersama Gubernur Tokyo

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Kenaikan Anggaran karena Tambahan Kegiatan

Ketua DPRD DKI: Kenaikan Anggaran karena Tambahan Kegiatan

Megapolitan
Ditangkap Terkait Sabu, Mantan Artis Cilik IBS Masih Syok

Ditangkap Terkait Sabu, Mantan Artis Cilik IBS Masih Syok

Megapolitan
Polisi: Mantan Artis Cilik Iyut Bing Slamet Beli Sabu dari Seseorang di Johar Baru

Polisi: Mantan Artis Cilik Iyut Bing Slamet Beli Sabu dari Seseorang di Johar Baru

Megapolitan
Ditangkap Terkait Narkoba, Mantan Artis Cilik IBS Gunakan Sabu Sejak 2004

Ditangkap Terkait Narkoba, Mantan Artis Cilik IBS Gunakan Sabu Sejak 2004

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X