Ini Penjelasan Ahok soal Diskon PBB untuk Pemilik Gedung yang Bersedia Bongkar Pagarnya

Kompas.com - 02/02/2016, 14:35 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat memberi sambutan dalam nota kesepahaman antara Perum Bulog dengan PT Food Station Tjipinang Jaya dalam penyediaan stok beras di Jakarta. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (2/2/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat memberi sambutan dalam nota kesepahaman antara Perum Bulog dengan PT Food Station Tjipinang Jaya dalam penyediaan stok beras di Jakarta. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (2/2/2016).
|
EditorIcha Rastika
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjanjikan pemberian diskon pajak bumi dan bangunan (PBB) bagi para pemilik gedung yang bersedia membongkar pagar mereka untuk proyek perluasan trotoar. 

Nantinya, menurut Basuki, pemilik gedung tak lagi membayar PBB untuk area pagar yang menjadi area publik.

Para pemilik gedung hanya akan membayar PBB berdasarkan luas gedung. (Baca: 2016, Trotoar Sudirman-Thamrin Dilebarkan Jadi 10 Meter).

Basuki mencontohkan gedung yang lebar bagian pagarnya 50x20 meter dengan garis sepadan bangunan seluas 10 meter.


"Misalnya luas tanah kamu 10.000 meter per segi, anggaplah lebarnya 50x20 meter, kemudian ada GSB (garis sepadan bangunan) 10 meter," kata Basuki di Gedung Dinas Bina Marga DKI, Selasa (2/2/2016).

Jika pemilik gedung membongkar pagarnya, maka luas area pagar menjadi 50 X 10 meter. Dengan demikian, pemilik gedung mendapatkan diskon PBB untuk 10 area pagar yang dibongkar.

"Setelah pagar dibongkar, kamu boleh buka kafe dan restoran. Ini insentif," kata Basuki.

Program ini akan diuji coba di jalur Monas-Jalan MH Thamrin-Sudirman. (Baca: Nantinya, Gedung-gedung di Sudirman-Thamrin Tak Lagi Berpagar)

Basuki pun berharap pemilik gedung di sepanjang jalan itu bersedia membongkar pagarnya.

 "Hak diskon itu kan ada di gubernur. Kalau saya yang menghilangkan PBB, itu enggak boleh," kata Basuki.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Megapolitan
Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Megapolitan
Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Megapolitan
Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Megapolitan
Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Megapolitan
Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Megapolitan
Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Megapolitan
DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

Megapolitan
Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Megapolitan
PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

Megapolitan
Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Megapolitan
Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Megapolitan
Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Megapolitan
Sidang Eksepsi Kasus 'Ikan Asin' Akan Digelar Tahun Depan

Sidang Eksepsi Kasus "Ikan Asin" Akan Digelar Tahun Depan

Megapolitan
Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X