RPTRA Jadi Tempat Cuci Mobil, Ahok Ancam Copot Lurah

Kompas.com - 02/02/2016, 17:50 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat memberi sambutan dalam lokakarya pedestrian, di Kantor Dinas Bina Marga, Selasa (2/2/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat memberi sambutan dalam lokakarya pedestrian, di Kantor Dinas Bina Marga, Selasa (2/2/2016).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meluapkan emosinya setelah mengetahui banyaknya ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) yang tak terurus.

Salah satu contohnya, ada RPTRA yang dijadikan tempat cuci mobil warga setempat.

"Kalau PAM dan listrik di RPTRA dicuri warga dan masyarakat cuci mobil di sana, masa lurahnya enggak tanggung jawab?" kata Basuki dengan nada tinggi saat memberi pengarahan kepada ratusan pegawai negeri sipil (PNS) di Balai Kota, Selasa (2/2/2016).

Bahkan, Basuki menengarai, masih ada lurah yang tidak mengerti konsep dan fungsi RPTRA.

Basuki mengibaratkan RPTRA sebagai taman atau tempat berkumpul yang menampung warga untuk bermain. Namun, warga juga harus berperan serta merawat RPTRA.

Lurah-lah yang bertanggung jawab atas berbagai permasalahan di RPTRA.

"Kalau lurah enggak ngerti, ya harus diganti. Fungsi lurah itu seperti orangtua. Kalau enggak mengerti, fungsinya harus diganti," kata Basuki.

Bahkan, Basuki mengancam akan mencopot lurah yang ketahuan tidak merawat RPTRA, pekan depan.

Basuki tidak habis pikir mengapa lurah sebagai estate manager bisa melalaikan perawatan RPTRA.

"Ada juga RPTRA yang dicuri sambungan listriknya sama warga. Gimana, nih," kata Basuki.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Janji Kedepankan Cara Persuasif untuk Bubarkan Kerumunan

Polisi Janji Kedepankan Cara Persuasif untuk Bubarkan Kerumunan

Megapolitan
GBK Tutup Selama PSBB, Kendaraan Dilarang Masuk

GBK Tutup Selama PSBB, Kendaraan Dilarang Masuk

Megapolitan
Jualan Online Berjalan seperti Biasa Saat PSBB, Pelaku Bisnis Masih Khawatir Kena Sanksi

Jualan Online Berjalan seperti Biasa Saat PSBB, Pelaku Bisnis Masih Khawatir Kena Sanksi

Megapolitan
DKI Jakarta Efektif PSBB, Ini Langkah Grab agar Mitra Terus Beroperasional

DKI Jakarta Efektif PSBB, Ini Langkah Grab agar Mitra Terus Beroperasional

Megapolitan
PSBB DKI Jakarta, Pengendara Sepeda Motor Pribadi Boleh Berboncengan

PSBB DKI Jakarta, Pengendara Sepeda Motor Pribadi Boleh Berboncengan

Megapolitan
Kaum Miskin Kota Sekarat, Mati karena Corona atau Mati Kelaparan

Kaum Miskin Kota Sekarat, Mati karena Corona atau Mati Kelaparan

Megapolitan
Sektor Usaha yang Dikecualikan Selama PSBB Wajib Batasi Aktivitas Kerja Pegawainya

Sektor Usaha yang Dikecualikan Selama PSBB Wajib Batasi Aktivitas Kerja Pegawainya

Megapolitan
[UPDATE] 10 April, Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Tembus 1.719 Orang

[UPDATE] 10 April, Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Tembus 1.719 Orang

Megapolitan
PSBB Jakarta, Barang Nonkebutuhan Pokok Tetap Dapat Diakses di Marketplace

PSBB Jakarta, Barang Nonkebutuhan Pokok Tetap Dapat Diakses di Marketplace

Megapolitan
Anies Terbitkan Pergub soal PSBB, Dua Kegiatan Ini Masih Diperbolehkan

Anies Terbitkan Pergub soal PSBB, Dua Kegiatan Ini Masih Diperbolehkan

Megapolitan
Ingat, Perusahaan yang Masih Diizinkan Beroperasi Harus Selalu Bersih hingga Dekat dengan Fasilitas Kesehatan

Ingat, Perusahaan yang Masih Diizinkan Beroperasi Harus Selalu Bersih hingga Dekat dengan Fasilitas Kesehatan

Megapolitan
Diizinkan Tetap Buka, Beberapa Poin Harus Diperhatikan Pengelola Penyedia Makan di Masa PSBB

Diizinkan Tetap Buka, Beberapa Poin Harus Diperhatikan Pengelola Penyedia Makan di Masa PSBB

Megapolitan
Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19 dan PDP di Depok Tak Memadai

Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19 dan PDP di Depok Tak Memadai

Megapolitan
Denda Rp 100 Juta atau 1 Tahun Penjara bagi Pelanggar PSBB DKI Jakarta

Denda Rp 100 Juta atau 1 Tahun Penjara bagi Pelanggar PSBB DKI Jakarta

Megapolitan
Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X