Kompas.com - 04/02/2016, 12:23 WIB
Seorang pasien DBD di RSUD kota Depok terpaksa harus di rawat di selasar rumah sakit akibat terbatasnya tempat tidur di rumah sakit tersebut. Rabu (4/2/2016). Akhdi martin pratamaSeorang pasien DBD di RSUD kota Depok terpaksa harus di rawat di selasar rumah sakit akibat terbatasnya tempat tidur di rumah sakit tersebut. Rabu (4/2/2016).
|
EditorKistyarini
DEPOK, KOMPAS.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok membebaskan biaya perawatan bagi penderita demam berdarah dengue (DBD) bagi warga Depok.

"Gratis semua. Mulai dari pemeriksaan, obat obatan sampai rawat inap kita bebaskan biayanya semua," ujar Manager RSUD kota Depok Riyanto kepada Kompas.com, Kamis (4/2/2016).

Riyanto menjelaskan hanya penderita DBD yang memiliki KTP Depok saja yang dibebaskan dari biaya.

"Ini cuma untuk warga Depok yang terkena DBD, kalau penyakit lainya tidak," jelasnya.

Riyanto menjelaskan untuk mendapatkan gratis biaya perawatan itu pasien hanya perlu menyertakan KTP dan kartu keluarga Depok. Pasien anak-anak cukup menunjukkan surat keterangan, KTP orangtua dan kartu keluarga.

"Syaratnya cukup KTP sama KK saja. Tapi dirawatnya hanya di ruangan kelas 3. Kalau d iruangan lain enggak bisa," tutupnya.

Jumlah penderita DBD di sejumlah wilayah cenderung meningkat seiring musim penghujan. Penyebabnya, saat memasuki musim hujan jentik nyamuk berkembang biak.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belasan Kios di Terminal Senen Terbakar

Belasan Kios di Terminal Senen Terbakar

Megapolitan
UPDATE: Tambah 11 Kasus di Tangsel, 120 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 11 Kasus di Tangsel, 120 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Tambah 19 Kasus di Kota Tangerang, 195 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 19 Kasus di Kota Tangerang, 195 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Fakta Pelajar Menjambret di Jagakarsa, Cari Korban untuk Bayar Hutang

Fakta Pelajar Menjambret di Jagakarsa, Cari Korban untuk Bayar Hutang

Megapolitan
Kronologi Klaster Covid-19 di Perum Griya Melati Bogor, 25 Orang Terinfeksi

Kronologi Klaster Covid-19 di Perum Griya Melati Bogor, 25 Orang Terinfeksi

Megapolitan
Lambatnya Polisi Usut Pemerkosaan dan Perdagangan Remaja yang Menjerat Anak Anggota DPRD Bekasi

Lambatnya Polisi Usut Pemerkosaan dan Perdagangan Remaja yang Menjerat Anak Anggota DPRD Bekasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Permintaan Maaf Wagub DKI soal Video Paduan Suara di Masjid Istiqlal | Permintaan Maaf JYC yang Gelar Paduan Suara di Masjid Istiqlal

[POPULER JABODETABEK] Permintaan Maaf Wagub DKI soal Video Paduan Suara di Masjid Istiqlal | Permintaan Maaf JYC yang Gelar Paduan Suara di Masjid Istiqlal

Megapolitan
Usai Mudik, Satu Keluarga di Ciledug Kota Tangerang Positif Covid-19

Usai Mudik, Satu Keluarga di Ciledug Kota Tangerang Positif Covid-19

Megapolitan
Wagub: TGUPP Bukan Penyebab ASN Tak Ikut Lelang Jabatan

Wagub: TGUPP Bukan Penyebab ASN Tak Ikut Lelang Jabatan

Megapolitan
Depok Catat 126 Kasus Baru Covid-19 pada 18 Mei

Depok Catat 126 Kasus Baru Covid-19 pada 18 Mei

Megapolitan
Sebuah Gudang Kabel Optik di Cipayung Terbakar

Sebuah Gudang Kabel Optik di Cipayung Terbakar

Megapolitan
Hari Ini, 4 Perusahaan di Kota Tangerang Laksanakan Vaksinasi Gotong Royong

Hari Ini, 4 Perusahaan di Kota Tangerang Laksanakan Vaksinasi Gotong Royong

Megapolitan
25 Warga di Perumahan Griya Melati Bogor Positif Covid-19

25 Warga di Perumahan Griya Melati Bogor Positif Covid-19

Megapolitan
Petugas Dishub Bekasi Dikeroyok Anggota Ormas Saat Bertugas

Petugas Dishub Bekasi Dikeroyok Anggota Ormas Saat Bertugas

Megapolitan
Selepas Lebaran, Kasus Covid-19 Kota Bogor Meningkat

Selepas Lebaran, Kasus Covid-19 Kota Bogor Meningkat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X