Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/02/2016, 18:14 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku belum bisa melarang pengonsumsian daging anjing di Jakarta. Alasannya, belum ada undang-undang yang melarang pengonsumsian daging hewan-hewan tertentu, tak terkecuali anjing.

Hal itu disampaikan Ahok di depan para pecinta anjing yang hadir dalam acara "Kesejahteraan Hewan Cermin Jakarta Maju" yang diadakan oleh Jakarta Animal Aid Network (JAAN) di Balai Kota, Jakarta, Minggu (7/2/2016).

Salah satu slogan yang dikampanyekan para pecinta anjing dalam acara tersebut adalah "dogs are not food" atau anjing bukan untuk dimakan. 

"Dog are not food but somebody think still food. Karena itu saya tidak bisa janjikan tidak ada Lapo. Karena jangankan anjing, tikus juga ada yang mau makan," kata Ahok, sapaan Basuki.

Menurut Ahok, saat ini yang bisa dilakukannya hanyalah memastikan anjing-anjing berada dalam kondisi sehat dan tidak mengidap penyakit yang berbahaya untuk manusia.

"Jangan sampai yang dikonsumsi yang tidak sehat," ujar dia.

Dalam acara "Kesejahteraan Hewan Cermin Jakarta Maju", Ahok menyatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam waktu dekat akan membuat peraturan yang mewajibkan setiap hewan peliharaan, terutama anjing dan kucing, dipasangi microchip.

Selain untuk mempermudah pelacakan terhadap hewan yang hilang, microchip juga berfungsi agar pemilik hewan mengetahui jadwal perawatan terhadap hewan peliharaannya.

Microchip nantinya akan didistribusikan ke klinik-klinik dokter hewan. Pemilik hewan yang hendak memilikinya hanya dikenakan biaya berkisar antara Rp 100.000-Rp 150.000.

Selain mempermudah pelacakan dan mengetahui jadwal perawatan terhadap hewan peliharaan, Ahok mengatakan, dengan microchip, petugas dapat mengetahui status vaksinasi terakhir yang diberikan terhadap hewan.

"Anjing disuntik rabies itu wajib. Makanya dengan chip ini kita bisa kontrol anjing ini kapan suntik, vaksin, semua jelas," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Metro Selidiki Pidana Pemalsuan pada Pengendara Mobil Berpelat Polisi yang Tabrak Motor di Rawamangun

Polda Metro Selidiki Pidana Pemalsuan pada Pengendara Mobil Berpelat Polisi yang Tabrak Motor di Rawamangun

Megapolitan
Bentuk Pertahanan Ahli Waris di Tol Jatikarya, Bangun Gubuk dan Bakar Ban untuk Tuntut Ganti Rugi

Bentuk Pertahanan Ahli Waris di Tol Jatikarya, Bangun Gubuk dan Bakar Ban untuk Tuntut Ganti Rugi

Megapolitan
Sempat Diblokade Ahli Waris Lahan, GT Jatikarya Kembali Dibuka Pukul 18.15 WIB

Sempat Diblokade Ahli Waris Lahan, GT Jatikarya Kembali Dibuka Pukul 18.15 WIB

Megapolitan
Tim Advokat SDN Pondok Cina 1 Kecewa, dalam Pertemuan untuk Klarifikasi Malah Diminta Mediasi

Tim Advokat SDN Pondok Cina 1 Kecewa, dalam Pertemuan untuk Klarifikasi Malah Diminta Mediasi

Megapolitan
Pengemudi Fortuner Sempat Dihalangi Saat Ingin Bawa Pengendara Motor yang Ditabraknya ke Rumah Sakit

Pengemudi Fortuner Sempat Dihalangi Saat Ingin Bawa Pengendara Motor yang Ditabraknya ke Rumah Sakit

Megapolitan
Fakta Persidangan, Syamsul Ma’arif Mengaku sebagai AKBP Dody Saat Transaksi Narkoba

Fakta Persidangan, Syamsul Ma’arif Mengaku sebagai AKBP Dody Saat Transaksi Narkoba

Megapolitan
Demi Dengar Curhatan Warga, Polisi di Depok Modifikasi Motornya Jadi Kopi Starling Gratis

Demi Dengar Curhatan Warga, Polisi di Depok Modifikasi Motornya Jadi Kopi Starling Gratis

Megapolitan
Polda Metro Libatkan BPN dan Pemda untuk Usut Sengketa Lahan Bripka Madih

Polda Metro Libatkan BPN dan Pemda untuk Usut Sengketa Lahan Bripka Madih

Megapolitan
Blokade Gerbang Tol Jatikarya, Ahli Waris Lahan Tol Masih Bertahan hingga Rabu Sore

Blokade Gerbang Tol Jatikarya, Ahli Waris Lahan Tol Masih Bertahan hingga Rabu Sore

Megapolitan
Pengemudi Fortuner yang Tabrak Motor di Arion Bukan Anak Polisi, tetapi Menantunya

Pengemudi Fortuner yang Tabrak Motor di Arion Bukan Anak Polisi, tetapi Menantunya

Megapolitan
Kadishub DKI Sebut 'U-turn' Jadi Penyebab Kemacetan yang Tinggi di DKI Jakarta

Kadishub DKI Sebut "U-turn" Jadi Penyebab Kemacetan yang Tinggi di DKI Jakarta

Megapolitan
Polda Metro Terbitkan Surat Perintah Penyidikan Baru Kasus Kecelakaan Hasya

Polda Metro Terbitkan Surat Perintah Penyidikan Baru Kasus Kecelakaan Hasya

Megapolitan
Kadishub Sebut Penutupan 27 U-turn di Jakarta Dilakukan Bertahap

Kadishub Sebut Penutupan 27 U-turn di Jakarta Dilakukan Bertahap

Megapolitan
Langgar Izin Tinggal, 7 Warga Negara Asing Dideportasi Kantor Imigrasi Jaksel

Langgar Izin Tinggal, 7 Warga Negara Asing Dideportasi Kantor Imigrasi Jaksel

Megapolitan
Langgar Prosedur, Penyidik Kasus Kecelakaan Hasya Disidang Etik dan Profesi Polri

Langgar Prosedur, Penyidik Kasus Kecelakaan Hasya Disidang Etik dan Profesi Polri

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.