Komnas PA Nilai Ada Faktor Psikologis di Kasus Penculikan Anak di Depok

Kompas.com - 08/02/2016, 15:46 WIB
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait mendatangi Polres Depok, Senin (8/2/2016), terkait kasus penculikan dan Pembunuhan anak yang dilakukan JA (35) di depok. Akhdi martin pratamaKetua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait mendatangi Polres Depok, Senin (8/2/2016), terkait kasus penculikan dan Pembunuhan anak yang dilakukan JA (35) di depok.
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mendatangi Polres Depok terkait kasus pembunuhan dan penculikan anak di Depok.

Dari hasil pertemuannya, Arist menyebut telah melakukan koordinasi dengan Polres Depok untuk membantu mengusut tuntas kasus tersebut.

"Kita sudah sepakat agar kasus ini terang benderang masih dibutuhkan tim psikologi forensik dalam kasus ini," ujar Arist di Mapolres Depok, Senin (8/2/2016).

Arist melanjutkan, selain akan mendatangkan tim psikologi forensik, pihaknya juga akan mendatangkan psikolog rumah tangga karena menurut dia dalam kasus ini pelaku melakukan hal tersebut ada latar belakang problem rumah tangga.

"JA (pelaku) sebelumnya sudah menikah, tetapi sekarang sudah cerai dan dia juga punya anak satu. Maret besok dia berencana mau nikah lagi," katanya.

Menurut Arist, pihak kepolisian masih membutuhkan waktu untuk mengembangkan penyelidikan kasus penculikan dan pembunuhan yang dilakukan JA (35) terhadap seorang anak di Depok.

Oleh karena itu, Komnas PA akan menerjunkan tenaga ahli dalam penyelidikan kasus ini untuk mencari bukti petunjuk dan melengkapi data-data dari keterangan pelaku. (Baca: Penculik Sering Nongkrong di Warung Dekat Sekolah Korban)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Lahan Pemakaman Korban Covid-19 di Jakarta Kian Menipis...

Saat Lahan Pemakaman Korban Covid-19 di Jakarta Kian Menipis...

Megapolitan
PSI: Gubernur Anies Jadi Harapan Terakhir, Jika Usulan Kenaikan Gaji DPRD DKI Disetujui

PSI: Gubernur Anies Jadi Harapan Terakhir, Jika Usulan Kenaikan Gaji DPRD DKI Disetujui

Megapolitan
Kapolda Metro: Kerawanan Pilkada Depok dan Tangsel Sama

Kapolda Metro: Kerawanan Pilkada Depok dan Tangsel Sama

Megapolitan
Terus Melonjak, 1.360 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Terus Melonjak, 1.360 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Untuk Pelaku UMKM, Ini Stimulus Pemprov DKI Jakarta yang Perlu Kalian Tahu

Untuk Pelaku UMKM, Ini Stimulus Pemprov DKI Jakarta yang Perlu Kalian Tahu

Megapolitan
2.407 Warga Depok Masih Positif Covid-19, Terbanyak Selama Pandemi

2.407 Warga Depok Masih Positif Covid-19, Terbanyak Selama Pandemi

Megapolitan
Daftar 18 Artis yang Terjerat Narkoba dan Psikotropika Sepanjang 2020

Daftar 18 Artis yang Terjerat Narkoba dan Psikotropika Sepanjang 2020

Megapolitan
Meski di Tengah Pandmi, KPU Tangsel Targetkan Pemilih Mencapai 77 Persen

Meski di Tengah Pandmi, KPU Tangsel Targetkan Pemilih Mencapai 77 Persen

Megapolitan
Pilkada Depok: Ini Ucapan Imam Budi yang Dianggap Afifah Alia Melecehkan

Pilkada Depok: Ini Ucapan Imam Budi yang Dianggap Afifah Alia Melecehkan

Megapolitan
Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

Megapolitan
Anies Baswedan Jadi Wakil Ketua Komite Pengarah C40 Cities Bersama Gubernur Tokyo

Anies Baswedan Jadi Wakil Ketua Komite Pengarah C40 Cities Bersama Gubernur Tokyo

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Kenaikan Anggaran karena Tambahan Kegiatan

Ketua DPRD DKI: Kenaikan Anggaran karena Tambahan Kegiatan

Megapolitan
Ditangkap Terkait Sabu, Mantan Artis Cilik IBS Masih Syok

Ditangkap Terkait Sabu, Mantan Artis Cilik IBS Masih Syok

Megapolitan
Polisi: Mantan Artis Cilik Iyut Bing Slamet Beli Sabu dari Seseorang di Johar Baru

Polisi: Mantan Artis Cilik Iyut Bing Slamet Beli Sabu dari Seseorang di Johar Baru

Megapolitan
Ditangkap Terkait Narkoba, Mantan Artis Cilik IBS Gunakan Sabu Sejak 2004

Ditangkap Terkait Narkoba, Mantan Artis Cilik IBS Gunakan Sabu Sejak 2004

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X